Gempa M7,4 Guncang Kolombia, Korban Tewas Tembus 132 Orang, Status Bencana Nasional Ditetapkan

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:28 WIB
Upaya pencarian dan penyelamatan korban yang terjebak di bangunan runtuh akibat gempa M7,4 di selatan Cali, Kolombia. (Foto: tangkapan layar video X @BLUPacifico)
Upaya pencarian dan penyelamatan korban yang terjebak di bangunan runtuh akibat gempa M7,4 di selatan Cali, Kolombia. (Foto: tangkapan layar video X @BLUPacifico)

PADEK.JAWAPOS.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026) pukul sekitar 07.30 waktu setempat. Korban jiwa terus bertambah menjadi 132 orang, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka ketika tim penyelamat masih berupaya mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan..

Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di berbagai wilayah terdampak. Tim SAR bersama relawan terus menyisir reruntuhan bangunan untuk mencari korban yang diduga masih terjebak di bawah puing-puing.

Episentrum Berada di Chocó

Berdasarkan data U.S. Geological Survey (USGS), episentrum gempa berada di San José del Palmar, sebuah kota kecil berpenduduk sekitar 4.800 jiwa di Departemen Chocó, sekitar 400 kilometer di sebelah barat ibu kota Bogotá.

Getaran kuat dirasakan hingga berbagai wilayah di Kolombia bagian barat, termasuk Cali, Pereira, Quibdó, dan Manizales, serta negara tetangga Ekuador dan Panama.

Baca Juga: Abelardo de la Espriella Resmi Jadi Presiden Kolombia, Janji Perangi Kelompok Bersenjata

Badan Survei Geologi Kolombia menyatakan gempa tersebut merupakan yang terkuat yang pernah tercatat di negara itu pada abad ke-21 dan diikuti sejumlah gempa susulan.

Analisis USGS: Dipicu Pergerakan Lempeng Nazca

Dalam analisis tektoniknya, USGS menjelaskan gempa terjadi akibat pergeseran sesar mendatar (strike-slip fault) pada kedalaman sekitar 110 kilometer.

Gempa terjadi di dalam Lempeng Nazca yang sedang menunjam ke arah timur di bawah Lempeng Amerika Selatan, bukan pada batas antarlempeng di dekat permukaan.

USGS menjelaskan bahwa gempa berkedalaman 70–300 kilometer seperti peristiwa ini umumnya menghasilkan guncangan yang tidak sedahsyat gempa dangkal dengan magnitudo serupa. Namun, karena sumber gempanya berada jauh di dalam kerak bumi, getarannya dapat dirasakan di wilayah yang lebih luas.

Baca Juga: Cuaca Sumbar Hari Ini Selasa 11 Agustus 2026, Tujuh Kota Diprediksi Berawan

Lembaga tersebut memperkirakan bidang patahan yang bergeser memiliki ukuran sekitar 105 kilometer × 15 kilometer, ukuran yang lazim untuk gempa sesar mendatar berkekuatan M7,4.

USGS juga mencatat bahwa gempa berkedalaman menengah merupakan fenomena yang umum terjadi di sepanjang zona subduksi Amerika Selatan akibat gaya tekukan pada Lempeng Nazca yang sedang menunjam.

Sejak 1950, terdapat dua gempa berkekuatan magnitudo 7 atau lebih dalam radius sekitar 250 kilometer dari lokasi gempa kali ini, dan keduanya terjadi di dekat pesisir Kolombia.

Pereira Menjadi Wilayah dengan Korban Terbanyak

Kota Pereira menjadi daerah dengan dampak paling besar. Kepolisian setempat melaporkan sedikitnya 47 orang meninggal dunia di kota tersebut.

Sementara itu, di Departemen Valle del Cauca tercatat 27 korban jiwa, termasuk sedikitnya tiga anak. Sebanyak 15 korban berasal dari Kota Cali, kota terbesar ketiga di Kolombia.

Di wilayah Chocó, lokasi episentrum gempa, sedikitnya 12 orang dilaporkan meninggal dunia. Jumlah korban di wilayah lain masih terus diperbarui seiring berlangsungnya proses evakuasi.

Ribuan Bangunan Rusak, Rumah Sakit dan Katedral Ikut Terdampak

Gempa menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur.

Di Cali, rumah sakit universitas dilaporkan mengalami keruntuhan sebagian sehingga mengganggu pelayanan medis.

Sementara di Manizales, salah satu menara samping katedral bergaya Neo-Gotik yang menjadi ikon kota roboh akibat guncangan keras.

Baca Juga: 9 Agustus Jadi Hari Sibuk Gempa, M5,7 Sabang hingga M5,5 Enggano

Sebelumnya, pemerintah Kolombia melaporkan sekitar 1.600 bangunan mengalami kerusakan, termasuk sedikitnya 61 bangunan yang runtuh total.

Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Pemerintah Kolombia menetapkan status bencana nasional setelah menggelar rapat darurat.

Presiden Abelardo de la Espriella mengatakan pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses penyelamatan dan pemulihan wilayah terdampak. Ia juga dijadwalkan mengunjungi lokasi bencana.

"Kami tidak akan meninggalkan masyarakat sendirian. Mereka ada di hati kami dan kami akan membantu mereka dengan seluruh tekad yang kami miliki," ujar Abelardo de la Espriella yang baru dilantik sebagai presiden pada Jumat lalu, dikutip dari AP.

Ribuan Laporan Orang Hilang Masih Diproses

Seiring berlanjutnya operasi pencarian, masyarakat mulai melaporkan anggota keluarga yang belum ditemukan melalui basis data digital yang disiapkan pemerintah.

Salah satu basis data telah menerima lebih dari 2.000 laporan pencarian orang, terutama dari wilayah Cali dan Pereira. Jumlah laporan tersebut terus bertambah seiring proses identifikasi korban dan evakuasi di lapangan.

Bantuan Internasional Mulai Berdatangan

Sky News melaporkan, sejumlah negara dan organisasi internasional menyatakan kesiapan membantu Kolombia menghadapi bencana tersebut.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump siap memberikan dukungan kepada pemerintah dan masyarakat Kolombia.

Uni Eropa menawarkan layanan satelit untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan. Dukungan juga datang dari Brasil, El Salvador, Ukraina, Israel, serta Venezuela, yang beberapa pekan sebelumnya juga dilanda dua gempa besar dengan ribuan korban jiwa.

Hingga berita ini ditulis, tim penyelamat masih bekerja di sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan paling parah. Otoritas memperkirakan jumlah korban masih berpotensi bertambah karena banyak bangunan belum selesai diperiksa dan proses evakuasi terus berlangsung.(*)

Editor : Heri Sugiarto
korban gempa Kolombia darurat nasional gempa Gempa Kolombia gempa hari ini gempa