Australia Resmi Berlakukan Upah Minimum dan Perlindungan Baru Kurir Makanan Online Mulai 17 Agustus

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 10:39 WIB
Kurir makanan berbasis aplikasi mengantarkan pesanan di Australia. Aturan standar pendapatan minimum Fair Work Commission mulai berlaku mulai 17 Agustus 2026.(Foto: sydney.edu.au)
Kurir makanan berbasis aplikasi mengantarkan pesanan di Australia. Aturan standar pendapatan minimum Fair Work Commission mulai berlaku mulai 17 Agustus 2026.(Foto: sydney.edu.au)

PADEK.JAWAPOS.COM – Mulai Senin, 17 Agustus 2026, pekerja pengantaran makanan berbasis aplikasi (gig workers) di Australia resmi memperoleh standar minimum baru, termasuk tarif pendapatan per jam mulai 31,30 dolar Australia, setelah Minimum Standards Order pertama yang diterbitkan Fair Work Commission (FWC) mulai berlaku. Aturan tersebut juga menghadirkan perlindungan kerja baru bagi kurir yang bekerja melalui platform digital seperti Uber Eats dan DoorDash.

Regulasi tersebut berlaku bagi employee-like workers, yakni pekerja yang menerima pekerjaan melalui aplikasi atau situs milik platform digital untuk mengantarkan makanan, minuman, minuman beralkohol, maupun kebutuhan sehari-hari (groceries) kepada pelanggan. Aturan itu juga mengikat perusahaan platform digital yang mempekerjakan para kurir tersebut.

Keputusan ini merupakan Minimum Standards Order pertama yang pernah diterbitkan FWC bagi sektor pengantaran berbasis aplikasi.

Baca Juga: HUT ke-81 RI, Pemko Pariaman Gelar Jalan Sehat Berhadiah dan Bebas Emisi

Selain mengatur standar pendapatan dan kondisi kerja, aturan tersebut akan menjadi acuan bagi penyusunan standar minimum serupa yang saat ini sedang diproses untuk pengemudi layanan transportasi daring (rideshare) dan kurir pengiriman paket.

Kebijakan ini lahir setelah hampir dua tahun perundingan antara Transport Workers' Union (TWU) dengan dua perusahaan terbesar di sektor pengantaran makanan Australia, Uber Eats dan DoorDash, melalui proses di Fair Work Commission.

Aturan tersebut menghadirkan standar perlindungan pekerja gig economy yang termasuk paling maju di dunia, sementara TWU menyebut kesepakatan tersebut sebagai "world first" karena menjadi model pertama yang disepakati bersama regulator, perusahaan platform, dan serikat pekerja.

Standar Pendapatan Minimum Berlaku untuk Waktu Kerja Aktif

Perubahan terbesar dalam aturan baru ini adalah diterapkannya earnings floor atau batas minimum pendapatan.

Berbeda dengan pekerja tetap yang menerima upah per jam, kurir tetap dibayar berdasarkan setiap pesanan dengan mempertimbangkan waktu, jarak, dan insentif lain yang berlaku di masing-masing platform.

Baca Juga: Promo Bright Gas Semarak Merdeka, Diskon hingga Rp8.100 Berlaku 15–23 Agustus

Namun, perusahaan wajib memastikan rata-rata pendapatan pekerja selama engaged time tidak berada di bawah standar minimum yang ditetapkan. Jika dalam periode perhitungan hingga 21 hari pendapatan pekerja masih berada di bawah batas minimum tersebut, perusahaan wajib membayar selisihnya melalui top-up payment.

FWC mendefinisikan engaged time sebagai waktu yang dihabiskan pekerja untuk menyelesaikan suatu pesanan sebagaimana tercatat dalam aplikasi, di luar beberapa periode yang secara khusus dikecualikan dalam aturan tersebut.

Besaran standar minimum yang mulai berlaku adalah:

FWC juga menegaskan bahwa tarif tersebut akan disesuaikan pada masa mendatang, termasuk melalui mekanisme annual wage review. Selain itu, mulai 1 Januari 2027, tarif minimum dijadwalkan meningkat sebesar 50 sen dolar Australia per jam.

Perlindungan Kerja Kini Lebih Luas

Selain menjamin standar pendapatan, aturan baru juga memperluas perlindungan bagi pekerja platform digital.

Platform diwajibkan menyediakan perlindungan kecelakaan pribadi dengan tingkat perlindungan minimum yang layak. Sementara itu, pekerja tetap bertanggung jawab atas kepemilikan asuransi wajib kendaraan pihak ketiga sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Bunga Mulai 1,81%: BRI KKB Expo 2026 Tebar Promo Beli Mobil dan Motor Baru!

Minimum Standards Order juga mengatur berbagai hak dan kewajiban baru, meliputi:

Fair Work Ombudsman Anna Booth mengimbau pekerja maupun perusahaan platform mempelajari ketentuan baru tersebut agar memahami hak dan kewajibannya.

Menurutnya, pekerja yang tercakup kini berhak atas tarif minimum, mekanisme penyelesaian sengketa, hak mengambil waktu istirahat tanpa dibayar, dan berbagai perlindungan lain yang diatur dalam Minimum Standards Order.

FWC menegaskan bahwa pekerja tetap memiliki kebebasan untuk menerima atau menolak pesanan. Apabila memilih tidak menerima pekerjaan atau mengambil waktu istirahat dari aplikasi, pekerja tidak memperoleh pembayaran karena tidak berada dalam periode engaged time.

Diperkirakan Meningkatkan Pendapatan Kurir

Sejumlah pekerja menyambut positif kebijakan tersebut. Salah seorang kurir Uber Eats dan DoorDash, Alexi Edwards, mengatakan berdasarkan perhitungannya, penghasilannya dapat meningkat sekitar 100 hingga 200 dolar Australia per minggu setelah aturan baru diterapkan.

Menurutnya, perubahan tersebut memberikan kepastian pendapatan yang lebih baik karena waktu menunggu pesanan di restoran setelah menerima order kini ikut dihitung sebagai waktu kerja aktif.

Menjawab Persoalan Lama Gig Economy

Layanan pengantaran makanan berbasis aplikasi berkembang pesat di Australia sejak pertengahan 2010-an. Meski populer di kalangan konsumen, sektor ini selama bertahun-tahun dikritik karena pendapatan yang rendah dan tidak menentu, tingginya risiko keselamatan kerja, serta minimnya perlindungan hukum.

Menurut Transport Workers' Union, sedikitnya 23 pekerja gig meninggal dunia sejak 2017. Selama ini sebagian besar pekerja platform digital diklasifikasikan sebagai kontraktor independen sehingga tidak memperoleh perlindungan ketenagakerjaan sebagaimana pekerja tetap.

Perubahan mulai dilakukan setelah pemerintah Australia mengesahkan reformasi Closing Loopholes, yang memberikan kewenangan kepada Fair Work Commission untuk menetapkan standar minimum yang mengikat bagi sebagian pekerja gig economy. Aturan baru yang mulai berlaku diperkirakan akan memberikan manfaat kepada sekitar 250.000 pekerja di seluruh Australia.

Apakah Biaya Pengantaran Akan Naik?

Saat reformasi ini mulai dibahas pada 2023, Uber dan DoorDash sempat memperingatkan bahwa biaya layanan pengantaran dapat meningkat tajam.

Namun menjelang aturan berlaku, kedua perusahaan menyatakan tidak berencana menaikkan harga bagi pelanggan dan akan lebih mengutamakan efisiensi operasional untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan baru.

Pakar hubungan industrial dari University of Sydney, Prof. Alex Veen, menilai kecil kemungkinan terjadi lonjakan harga layanan dalam waktu dekat karena perusahaan telah memiliki waktu beberapa tahun untuk menyesuaikan model bisnis sejak proses penyusunan aturan dimulai.

Untuk saat ini, standar minimum tersebut hanya berlaku bagi pekerja yang mengantarkan makanan, minuman, minuman beralkohol, dan kebutuhan sehari-hari melalui platform digital.

Fair Work Commission masih memproses usulan standar minimum untuk pengemudi layanan transportasi daring dan kurir pengiriman paket, sehingga kebijakan ini berpotensi menjadi acuan bagi pengembangan regulasi pekerja gig economy di Australia.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Sumber : FWC, Reuters, The Guardian
Uber Eats DoorDash australia upah minimum kurir makanan