Pendaki Tewas Tersambar Petir di Gunung Etna saat Aktivitas Vulkanik Meningkat

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 22:08 WIB
Gunung Etna di Sisilia, Italia, tempat pria Amerika Serikat tewas tersambar petir di kawasan Valle del Bove yang ditutup untuk umum.(Foto: FB Etna Walk)
Gunung Etna di Sisilia, Italia, tempat pria Amerika Serikat tewas tersambar petir di kawasan Valle del Bove yang ditutup untuk umum.(Foto: FB Etna Walk)

PADEK.JAWAPOS.COM – Seorang turis Amerika Serikat berusia 29 tahun tewas setelah tersambar petir saat mendaki Gunung Etna di Sisilia, Italia, Minggu (16/8/2026). Korban ditemukan di Valle del Bove, kawasan yang ditutup untuk umum di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Petugas pemadam kebakaran setempat menemukan pria tersebut dalam kondisi kritis pada Minggu (16/8/2026) waktu setempat, di sisi timur Gunung Etna.

Gunung Etna merupakan gunung berapi aktif terbesar di Eropa.

Tim penyelamat kemudian mengevakuasi korban menggunakan helikopter ke Rumah Sakit Cannizzaro di Catania, kota besar terdekat.

Pihak rumah sakit menyatakan korban tiba dalam kondisi henti jantung dan dinyatakan meninggal dunia sekitar satu jam kemudian.

Baca Juga: Peneliti Harvard Ungkap Fenomena Baru: Banyak Pengguna AI Masih Enggan Mengaku

Rumah sakit belum mengungkap identitas korban hingga pihak berwenang dapat menghubungi keluarga terdekatnya. Laporan sebelumnya menyebut pria tersebut berasal dari Kansas, Amerika Serikat.

Menurut petugas pemadam kebakaran setempat, korban ditemukan di Valle del Bove, kawasan yang telah ditutup bagi pengunjung. Lembah tersebut mengalami aktivitas vulkanik yang sangat kuat dalam beberapa hari terakhir sehingga otoritas setempat menutup sebagian kawasan.

Pada Senin (17/8/2026), Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi Italia melaporkan adanya ventilasi vulkanik baru yang terbuka di kawasan lembah tersebut. Aktivitas itu memicu aliran lava baru pada malam sebelumnya.

Aktivitas Gunung Etna juga berdampak pada penerbangan di Bandara Internasional Catania. Pihak bandara pada Senin pagi membatasi jumlah penerbangan yang tiba hingga Selasa sore akibat volume abu vulkanik yang dilepaskan ke atmosfer.

Aktivitas seismik Gunung Etna, yang berjarak sekitar 48 kilometer dari Bandara Catania, telah menyebabkan ratusan penerbangan dibatalkan dan ditunda selama lebih dari 10 hari.

Sebelumnya, otoritas juga menutup wilayah luas di lereng Gunung Etna bagi pendaki akibat aktivitas vulkanik yang berkepanjangan.

Menurut otoritas kesehatan Italia, sambaran petir di negara itu cukup sering terjadi pada Juli dan Agustus. Sebuah penelitian terbaru mencatat 89 orang meninggal akibat sambaran petir di Italia sepanjang 2001 hingga 2020.

Petugas pemadam kebakaran sebelumnya menyatakan jumlah orang yang meninggal akibat sambaran petir di Gunung Etna dalam beberapa dekade terakhir lebih banyak dibandingkan korban jiwa akibat aktivitas vulkanik. Korban jiwa terakhir yang terkait langsung dengan erupsi Gunung Etna tercatat pada 1987.

Baca Juga: Australia Resmi Berlakukan Upah Minimum dan Perlindungan Baru Kurir Makanan Online Mulai 17 Agustus

Saat terjadi badai petir, orang yang berada di area tinggi seperti punggung gunung dan puncak dapat menghadapi paparan petir yang lebih besar.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Sumber : Nytimes, AP
turis AS tewas sambaran petir Valle del Bove Gunung Etna aktivitas vulkanik