Buktinya dari 170 lulusan tahun ini, 106 lulusan bekerja di industri, 47 lulusan melanjutkan studi, 1 lulusan berwirausaha. Sisanya 16 lulusan masih dalam masa tunggu keberangkatan ke industri. Disebabkan ke-16 lulusan ini terkendala faktor usia yang belum cukup 18 tahun. Mengacu pada Undang-undang Tenaga Kerja mensyaratkan batas usia minimum untuk bekerja adalah 18 tahun.
"Alhamdulillah, lulusan SMK SMTI Padang tahun ini 100 persen sudah terserap. Khusus untuk yang bekerja, belum lulus sudah banyak direkrut oleh industri. Ini sebagai bentuk kolaborasi dan sinergisitas antara SMK SMTI Padang dengan dunia kerja industri (Dudi)," kata Kepala SMK SMTI Padang, Sylvi ST MSi, kepada Padang Ekspres.
Pada tahun ini, sekolah yang memiliki Akreditasi A sejak tahun 2010 sampai sekarang meluluskan 170 orang. Terdiri dari 137 kelas XII Kimia Industri, 33 orang kelas XIII Teknik Otomasi Industri.
Secara keseluruhan, sejak awal berdirinya hingga tahun ini, SMK SMTI Padang sudah meluluskan 4.879 lulusan yang tersebar di seluruh penjuru nusantara.
Lulusan Dibekali Sertifikat
Tak hanya terserap di dunia kerja saja, para lulusan juga dibekali sertifikat nasional maupun internasional, termasuk sertifikat kompetensi bahasa Inggris. Dari lulusan tahun ini, 86 orang memperoleh sertifikat HSEQ dari VAPRO Belanda dan 66 orang memperoleh sertifikat Chemical Operator dari VAPRO Belanda.
"Kemudian sertifikat kompetensi nasional dari LSP-P1 sebanyak 109 orang untuk jurusan Kimia Industri dan 25 orang jurusan Teknik Otomasi Industri dengan mendapatkan sertifikat berlogo garuda," papar Sylvi.
Untuk sertifikat kompetensi bahasa Inggris, sebanyak 78 orang mendapatkan sertifikat kompetensi Bahasa Inggris internasional dari Lembaga Bahasa Asing LIA. "Dan 170 lulusan mendapat sertifikat TOEIC dari ITI Padang dengan nilai tertinggi 930 dan terendah 460," tuturnya.
Ia menjelaskan agar lulusan terserap di dunia kerja, SMK SMTI Padang tahun ini membuka tiga kelas industri dengan 87 siswa dengan PT Mayora Indah Tbk. Kelas tersebut diberi nama Mayora Academy yang merupakan sekolah pertama di seluruh SMK Kemenperin yang bekerja sama dengan PT Mayora Indah Tbk terkait hal ini.
"Program ini dimulai dari kelas X sampai siswa tersebut lulus dan direkrut langsung oleh PT Mayora Indah Tbk," paparnya.
SMK SMTI Padang juga membuka Axioo Class Program (ACP) untuk kompetensi keahlian Teknik Otomasi Industri dilengkapi dengan keahlian tambahan bidang robotic. "Untuk ACP ini, SMK SMTI Padang bekerja sama dengan PT Tera Data Indonusa," ucapnya.
Sylvi mengungkapkan saat ini SMK SMTI Padang memiliki 54 MoU dengan dunia industri terkait praktik kerja industri (prakerin) hingga serapan ke dunia kerja. Rerataan serapan lulusan SMK SMTI Padang dalam 3 tahun terakhir selalu di atas 95 persen.
"Kondisi ini membuat SMK SMTI Padang menjadi satker SMK Kemenperin terbaik dalam hal serapan lulusan dan kerja sama industri. Ini berimbas meningkatnya animo masyarakat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini yakni sebanyak 1.113 orang," tutur Sylvi.
Ia mengungkapkan SMK SMTI Padang saat ini memiliki 2 program keahlian yaitu Teknik Kimia Industri program 3 tahun dan Teknik Otomasi Industri program 3 tahun. Sekolah ini berada di lahan seluas 3.608 m2 dengan luas bangunan 3.313 m2 (2 lantai, sebagian 3 lantai).
Bangunan dipergunakan untuk ruang kantor, ruang kelas dan laboratorium dan workshop. Sedangkan untuk sarana lingkungan jalan, taman dan lapangan seluas 1.107 m2.
"Dilihat dari lahan yang tersedia dengan kebutuhan SMK-SMTI Padang saat ini lahan ini kurang untuk membangun sekolah dengan sistem laboratorium yang terintegrasi menuju Corporate University," tegasnya.
Visi SMK SMTI menjadi penyelenggara pendidikan kejuruan industri yang excellence, bertaraf internasional, dan berwawasan lingkungan. Sementara Misi SMK SMTI; menyelenggarakan pendidikan kejuruan dual system dengan STEM learning model bertaraf internasional dan berwawasan lingkungan.
Melaksanakan pengabdian masyarakat dalam pengembangan ekosistem IKM. Mengembangkan kompetensi industri 4.0 melalui pembangunan satelit PIDI 4.0. "Mengembangkan skema kompetensi dan uji kompetensi LSP. Dan mengembangkan kelas industri," ujarnya.
Dalam proses pembelajaran, SMK SMTI Padang melaksanakan sistem STEM Learning dengan menggunakan metode PBL (Project Base Learning) dengan menghasilkan produk unggulan siswa. Di antaranya automatic bottle filling system with outsheal PLC, belt conveyor berbasis VSD (Variable Speed Drive).
"Kemudian machine mini CNC 3-AXIS, Automatic Pick and Place Trainer Module, Smart Control Liquid Level and Mixing Based HMI dan Smart Laboratory Control and Monitoring System," tuturnya.
Sylvi menyebutkan SMK SMTI Padang juga menelurkan inovasi dalam bidang pengembangan turunan minyak atsiri sereh wangi. Bahkan pembinaan terhadap beberapa kelompok tani (poktan), instansi, pemko, pemkab di wilayah Sumbar. Meliputi Disperindag Limapuluh Kota, Tapi Selo Tanahdatar, Poktan Sukma Nusantara Jorong Gurun Limapuluh Kota. Petani serai wangi Koperasi Serba Usaha Laing Sepakat Kota Solok, Poktan Nagari Mandeh Pesisir Selatan.
"Poktan Sereh Wangi Indarung, LPP Padang, Kelompok Wanita Tani Bukit Wangi Limau Manis Selatan, Poktan Sikayan Indarung) oleh Tim Inovasi dan Teaching Factory SMK SMTI Padang," ucapnya.
Prestasi Siswa
Bagaimana dengan prestasi siswa? Sylvi menjelaskan siswa SMK SMTI Padang meraih peringkat 7 (medallion of excellence) pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional pada bidang Sistem Kendali Industri tahun 2022.
Untuk tahun 2023 meraih peringkat 2 LKS Tingkat Provinsi pada bidang yang sama, Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Saintek se-Sumatera diselenggarakan oleh SMAN 1 Padang tahun 2023.
"Juara Harapan 2 Lomba 3rd Math Competition SMA/SMK se-Sumatera Barat tahun 2023. Utusan Pasukan Pengibar Bendera tingkat Propinsi Sumatera Barat pada tahun 2023 sebanyak 2 orang," sebut Sylvi.
Prestasi Sekolah
Sementara prestasi sekolah, tutur Sylvi, SMK SMTI Padang mendapatkan akreditasi A (unggul) dengan nilai 94 pada tahun 2021. SMK SMTI Padang juga meraih Certificate of Achievement dari TVET EKONID dengan nilai A (93) dalam penerapan Pendidikan Dual System pada tahun 2022.
SMK SMTI Padang meraih penghargaan WBK tahun 2018 dan WBBM pada tahun 2019, menjadi unit satuan kerja pertama di bawah Kemenperin yang meraih WBBM. SMK SMTI Padang juga meraih peringkat perunggu SNI Awards Tahun 2022.
"Pada tahun ini, SMK SMTI Padang mendapatkan penghargaan SMK Kemenperin terbaik tahun 2023 dalam hal serapan lulusan dan kerja sama industri," ungkap Sylvi.
Ia mengatakan jumlah siswa saat ini 657 orang. Sementara jumlah guru dan pegawai SMK SMTI Padang saat ini berjumlah 95 orang. Seiring dengan meningkatnya animo masyarakat (sebesar 1:5 pada PPDB tahun 2023) untuk bersekolah di SMK SMTI Padang, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) sedang mengupayakan pengadaan lahan baru untuk pengembangan institusi pendidikan.
"Diharapkan nantinya bisa menampung lebih banyak peserta didik serta bisa memenuhi kebutuhan industri. Baik di Sumbar pada khususnya dan Indonesia pada umumnya," harap Sylvi.
Kepada lulusan SMK SMTI tahun ini, Sylvi berharap para lulusan mampu bekerja memenuhi kompetensi yang dibutuhkan oleh industri dimanapun ditempatkan. Saat ini yang terbanyak berada di PT Mayora Indah Tbk.
"Semoga para lulusan tetap bisa mengharumkan nama SMK SMTI Padang di dunia industri dengan menunjukkan kualitas pendidikan yang sudah mereka tempuh selama ini. Bahkan menerapkan karakter disiplin, religius, bertanggung jawab dan mampu bersaing secara global yang sudah diperoleh selama di SMK SMTI Padang," tukas Sylvi. (*) Editor : Hendra Efison