Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Inovasi Minimalisir Ketergantungan terhadap Produk Impor

Adriyanto Syafril • Sabtu, 9 Mei 2026 | 09:55 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

PADEK.JAWAPOS.COM - Inovasi komoditas gambir yang dikembangkan Universitas Andalas (Unand) menuai apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago. Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan di Kantor Kemenko Polkam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (4/5).

Pertemuan itu dihadiri oleh Rektor Unand Efa Yonnedi, Ph.D., Wakil Rektor IV Prof. Henmaidi, Ph.D., serta dosen Pascasarjana Unand Basril Basyar. Kehadiran rombongan Unand disambut langsung oleh Menko Polkam dalam suasana hangat dan penuh apresiasi terhadap kontribusi akademisi bagi pembangunan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Djamari Chaniago menyampaikan terima kasih atas inovasi yang telah dihasilkan Unand. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus menantikan karya-karya terbaik dari perguruan tinggi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Melalui inovasi anak bangsa, ketergantungan terhadap produk impor dapat diminimalisir. Ini bukan hanya soal kemandirian, tetapi juga kebanggaan nasional,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari laman resmi Unand, kemarin.

Ia juga mendorong para akademisi untuk terus berinovasi dan melahirkan karya yang berdampak, khususnya dalam pengembangan komoditas unggulan nasional seperti gambir.

Apresiasi tersebut menjadi dorongan penting bagi Unand dalam memperkuat langkah strategis hilirisasi gambir. Saat ini, Unand tengah mengembangkan diri sebagai pusat inovasi dan hilirisasi gambir nasional, dengan tujuan meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani serta mendukung penguatan industri berbasis sumber daya lokal.

Upaya ini didukung oleh fakta bahwa Indonesia merupakan pemasok utama gambir dunia, dengan kontribusi sekitar 80–90 persen produksi global yang berasal dari Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Lima Puluh Kota, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar.

Sebagai bentuk konkret inovasi, pada tahun 2024, peneliti Unand berhasil mengembangkan gambir menjadi produk tinta pemilu.

Sekitar satu juta botol tinta telah didistribusikan ke 35 provinsi di Indonesia, sementara 36.000 botol digunakan dalam pelaksanaan Pilkada di Sumatera Barat dan sejumlah provinsi lainnya.

Melalui penguatan riset dan hilirisasi ini, komoditas gambir tidak hanya semakin dikenal luas, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani lokal serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global berbasis sumber daya alam. (rel)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Kampus #unand