Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Akreditasi Bukan sekadar Etalase Kelengkapan Dokumen

Antara • Sabtu, 9 Mei 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

PADEK.JAWAPOS.COM - Di era saat ini pendidikan tinggi berubah sangat cepat. Kampus tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dunia industri, pembangunan daerah hingga kemajuan bangsa. Sebab itu, akreditasi tidak boleh dipandang sekadar proses administratif atau pemenuhan dokumen semata.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Rektor I Unand Prof Syukri Arief saat sosialisasi penguatan mutu Program Studi (Prodi) Teknik bersama Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik Persatuan Insinyur Indonesia (LAM Teknik PII), Kamis (7/5). “Namun, lebih dari itu, akreditasi merupakan cerminan kualitas, budaya mutu dan komitmen institusi dalam memberikan pendidikan terbaik kepada mahasiswa,” tekannya.

Akreditasi, sambung dia, bukan sekadar etalase kelengkapan dokumen atau rutinitas menyusun laporan evaluasi diri dan laporan kinerja program studi menjelang penilaian. Namun, akreditasi adalah napas institusi yang menjabarkan sejauh mana perguruan tinggi berkembang, relevansi kurikulum dengan kebutuhan masa depan, serta dampak Tri Darma Perguruan Tinggi terhadap peradaban

Dalam sosialisasi itu, ia juga menyoroti pentingnya transformasi tata kelola mutu dari sekadar quality assurance menuju quality culture yang mengakar dalam seluruh proses pendidikan tinggi.

Sebab, predikat unggul bukan garis akhir melainkan titik awal menuju standar baru yang menuntut perguruan tinggi terus beradaptasi dan melakukan perubahan. Khusus pada bidang teknik, ia menilai tantangan global saat ini semakin kompleks seiring hadirnya disrupsi teknologi cerdas, transisi energi global hingga tuntutan revolusi industri yang membutuhkan insinyur tangguh dan adaptif.

“Kita tidak hanya membahas kebijakan makro, tetapi juga mendalami diferensiasi misi, akuntabilitas serta relevansi riset dan pengabdian kepada masyarakat,” kata dia.

Ketua Komite Eksekutif LAM Teknik PII Prof Misri Gizan menegaskan komitmen LAM Teknik menjadi stimulator adaptif dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Menurutnya, sistem akreditasi harus dijalankan secara profesional, imparsial serta memberikan dampak nyata terhadap kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

“Akreditasi bukan akhir, tetapi alat transformasi mutu. Target utama yang sesungguhnya adalah terciptanya budaya mutu berkelanjutan,” ujarnya.
Sosialisasi penguatan mutu Prodi Teknik tersebut diikuti berbagai perguruan tinggi di Sumbar, Jambi, Riau dan Kepulauan Riau. (ant)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Kampus #unand