Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

RI-Perancis Buka Opsi Kemitraan Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Antara • Sabtu, 6 Juni 2026 | 08:35 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto (tengah), Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Fabien Penone (kanan), dan Chief Executive Officer (CEO) Institut de Recherche pour le Développement (IRD) Valérie Verdier (kiri) dalam pertemuan di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (4/6). (ANTARA/HO-KEMDIKTISAINTEK)
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto (tengah), Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Fabien Penone (kanan), dan Chief Executive Officer (CEO) Institut de Recherche pour le Développement (IRD) Valérie Verdier (kiri) dalam pertemuan di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Kamis (4/6). (ANTARA/HO-KEMDIKTISAINTEK)

PADEK.JAWAPOS.COM - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Pemerintah Prancis membuka peluang kemitraan di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Kemitraan ini menjadi tindak lanjut lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis untuk menemui Presiden Prancis Emmanuel Macron pada akhir Mei lalu, yang menghasilkan komitmen untuk meningkatkan kolaborasi penelitian, memperluas mobilitas akademik, serta memperkuat kemitraan antar-lembaga pendidikan tinggi dan penelitian guna menghasilkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi kedua negara.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Jumat (5/6), menyambut baik semakin eratnya hubungan kerja sama antara Indonesia dan Perancis, khususnya dalam pengembangan riset yang berorientasi pada solusi dan dampak bagi masyarakat.

“Biodiversitas dan sumber daya mineral yang dimiliki Indonesia merupakan keunggulan strategis yang dapat dikombinasikan dengan kekuatan teknologi dan kapasitas riset yang dimiliki Perancis. Kolaborasi ini akan membuka peluang lahirnya inovasi-inovasi baru yang dapat menghasilkan riset berkualitas, sekaligus mendukung hilirisasi hasil penelitian ke sektor industri,” kata Mendiktisaintek Brian.

Mendiktisaintek juga mendorong peningkatan program mobilitas akademik antara kedua negara, termasuk peluang menghadirkan lebih banyak profesor dan peneliti internasional untuk mengajar, melakukan riset bersama, serta membangun jejaring kolaborasi dengan perguruan tinggi di Indonesia.

“Kami membuka peluang yang lebih luas bagi profesor dan peneliti dari Prancis untuk menjadi visiting professor di perguruan tinggi Indonesia. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman internasional sangat penting untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan kapasitas riset nasional,” ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Sementara Duta Besar (Dubes) Perancis untuk Indonesia Fabien Penone menegaskan pendidikan, penelitian, dan mobilitas akademik menjadi prioritas utama dalam kemitraan strategis Indonesia dan Perancis. Karena itu komitmen yang telah dibangun oleh kedua kepala negara perlu diterjemahkan ke dalam program-program konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

“Perancis terus mendorong perluasan kerja sama penelitian dengan Indonesia, termasuk melalui keterlibatan berbagai lembaga penelitian Prancis dan pengembangan kolaborasi pada bidang-bidang strategis yang menjadi kepentingan bersama kedua negara,” kata Dubes Penone.

Adapun Chief Executive Officer (CEO) Institut de Recherche pour le Développement (IRD) Valérie Verdier menyampaikan selama lima dekade IRD telah menjalin kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia. Beberapa perguruan tinggi yang telah menjadi mitra kerja sama IRD antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan IPB University, serta berbagai institusi akademik dan penelitian lainnya.

Kolaborasi tersebut mencakup berbagai bidang strategis seperti geosains dan mitigasi risiko bencana, kelautan dan maritim, biodiversitas, konservasi lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini kedua pihak berharap peluang penelitian bersama, mobilitas akademik, pertukaran peneliti, serta pengembangan program-program kolaboratif yang didukung dapat diperluas melalui mekanisme pendanaan bersama sesuai prioritas kedua negara.

Selain melanjutkan kerja sama yang telah berjalan, kedua pihak juga membahas peluang pengembangan kolaborasi pada berbagai bidang strategis masa depan, seperti kecerdasan artifisial (AI), teknologi kuantum, teknologi antariksa, teknologi nuklir, serta berbagai bidang strategis lain yang menjadi kepentingan bersama kedua negara. (ant)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Kampus #Kemdiktisaintek