Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Unand Kembangkan Inovasi Pangan Berbasis Komoditas Lokal 

Antara • Sabtu, 18 Juli 2026 | 09:40 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

PADEK.JAWAPOS.COM -- Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) mengembangkan ino­vasi pangan berbasis sumber daya hayati atau komoditas lokal yang berpotensi mendukung sektor kesehatan masyarakat.

“Melalui kolaborasi riset internasional, kami mengembangkan inovasi pangan yakni pasta fungsional berbahan baku komoditas lokal,” kata Ketua Tim Peneliti Fakultas Teknologi Pertanian Unand Fauzan Azima di Padang, Rabu.

Ia mengatakan pengemba­ngan ­pangan fungsional menjadi salah satu strategi guna mening­katkan nilai tambah komoditas lokal, seka­ligus menghadirkan ino­vasi yang mampu memberikan manfaat bagi kesehatan.

Melalui penelitian yang merupakan bagian dari international research network tersebut, Unand ingin me­nunjukkan bahwa bahan pangan lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk dikem­bangkan menjadi pangan fungsional yang bernilai il­miah, ekonomis, serta memberikan manfaat di bi­dang kesehatan.

Ia menjelaskan pasta fungsio­nal dikembangkan menggunakan tepung labu kuning, tepung kedelai dan pure kolang-kaling yang diperkaya dengan ekstrak cassiavera dan bawang dayak.

Menurut dia, setiap bahan di­pi­lih berdasarkan kandungan se­nya­wa bioaktifnya. Misalnya, labu kuning yang kaya beta-karoten dan serat pangan, tepung kedelai sebagai sumber protein nabati dan isoflavon serta kolang-kaling yang mengandung galaktomanan dan berpotensi mendukung kesehatan metabolik.

“Salah satu keunggulan penelitian ini adalah pemanfaatan cassiavera sebagai komoditas unggulan Sumbar,” ujar dia.

Indonesia memasok lebih dari 85 persen kebutuhan cassiavera dunia di mana sekitar 80 persen ekspor nasional berasal dari Pro­vinsi Sumbar.

“Selama ini cassiavera lebih banyak dipasarkan sebagai bahan mentah. Melalui penelitian ini, kami berupaya meningkatkan nilai tambahnya menjadi produk pa­ngan fungsional yang memiliki potensi mendukung kesehatan, khu­susnya kesehatan kardiovaskular,” kata dia.

Ia menambahkan cassiavera dikombinasikan dengan bawang dayak karena keduanya mengan­dung senyawa bioaktif seperti poli­fenol, flavonoid dan senyawa fenolik yang berpotensi membantu menjaga tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner.

“Sebagai bagian dari tahapan penelitian, tim juga telah melakukan pengujian in vivo (pra-klinis) menggunakan hewan coba untuk mengevaluasi potensi produk terhadap hipertensi,” ujarnya. (ant)

 

Editor : Adriyanto Syafril
Universitas Andalas (Unand) Laman Kampus