Namun kapal yang ditumpangi Jones beserta rekannya sudah ditemukan di Pulau Pitojat. Mekanisme pencarian dilakukan dengan dua cara, yakni melalui penyisiran pantai dan menggunakan perahu RIB 03 di sekitar perairan Betumonga.
Kepala kantor Sar Kepulauan Mentawai, Akmal, Sabtu (5/11) sore mengatakan, pencarian terhadap nelayan yang dinyatakan hilang digulung ombak Selasa (1/11) pukul 05.30 di perairan Betumonga, Kecamatan Pagai Utara belum membuahkan hasil.
Pencarian dilakukan dengan menggunakan RIB 03 dan melalui jalur darat dengan penyisiran di sekitar bibir pantai yang melibatkan masyarakat.
“Operasi tim Sar gabungan yang juga dibantu masyarakat setempat belum membuahkan hasil. Kita akan lanjutkan pada hari berikutnya hingga Senin 7 November 2022. Kita akan coba maksimalkan pencarian,” ungkapnya.
Pencarian dilakukan dari pagi hingga sore hari. Dan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya. Dikarenakan kondisi sarana dan prasarana yang terbatas di Desa Betumonga, tim Sar gabungan terpaksa menginap dan beristirahat di Sikakap dengan perjalanan tempuh laut lebih kurang 2 jam.
Kepala Seksi Operasional Kantor SAR Kepulauan Mentawai, Hendri mengatakan, upaya pencarian terhadap nelayan kapal tunda tersebut juga dilakukan koordinasi dengan rekan korban yang selamat, yakni, Muliadi, 38, dan Yohandes Caniago, 45.
“Langkah ini kita lakukan untuk mempermudah dalam melakukan pencarian terhadap rekannya yang hilang tersebut. Ini juga sebagai pedoman kita dalam melakukan pencarian. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda,” ujarnya.
Sebelumnya, dilaporkan satu unit kapal nelayan bermesin tempel dihantam badai di perairan Desa Betumonga, Kecamatan Pagai Utara, Selasa (1/11), pukul 05.30. Satu dari tiga nelayan tersebut, dinyatakan hilang, karena digulung ombak saat berenang menuju pantai. Sementara, dua lainnya berhasil selamat. (rif) Editor : Novitri Selvia