"Hal ini juga dalam rangka antisipasi kelangkaan BBM di Kepulauan Mentawai akibat penyelewengan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu demi mendapatkan keuntungan," ungkap Ketua API Kabupaten Kepulauan Mentawai, Riberto Dahlan kepada wartawan, Jumat, (25/8), siang.
Dia mengatakan, bahwa, pihaknya akan terus mengawasi dan memastikan ketersediaan pasokan BBM di Kepulauan Mentawai berjalan dengan lancar.
“Kita tidak main-main. Kita akan terus awasi dan siap untuk melaporkan siapa saja yang bermain BBM di Kepulauan Mentawai. Kita tidak mau lagi ada SPBU-SPBUbyang bermain atau menyalurkan BBM kepada pihak tertentu atau tidak tepat sasaran, sehingga, pasokan BBM di SPBU menjadi terputus,” ujarnya.
Sejatinya, kata dia, kuota dan penyaluran BBM oleh Pertamina sudah jelas pengaturannya untuk di setiap wilayah atau daerah. Artinya, kata dia, tidak ada alasan bagi SPBU mengatakan bahwa BBM sedang dalam perjalanan atau terputus yang menyebabkan kelangkaan berminggu-minggu. Kecuali, disebabkan faktor atau kondisi alam.
Begitu juga, kata dia, terkait adanya BBM indent atau pembelian BBM dari tengkulak yang bayar di muka kepada pemilik drop out (DO), seperti yang terjadi di Pokai, desa Muara Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara beberapa waktu lalu. Kemudian, BBM yang masuk ke SPBU sisa separuh dari kuota yang telah disediakan Pertamina demi mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
“Ini, jelas merugikan dan menyengsarakan masyarakat. Baik dari segi pasokan di SPBU yang cepat habis, juga harga yang dijual tengkulak tidak lagi sesuai harga nasional. Nah, ke depan, ini akan menjadi pengawasan kita. Siapapun di NKRI ini tidak boleh ada yang merugikan masyarakat,” ungkapnya.
Untuk itu, kata dia, pihaknya akan terus memastikan setiap waktu bagaimana pendistribusian BBM di Kepulauan Mentawai berjalan dengan lancar. Dia juga mengaku tidak akan takut berhadapan dengan siapapun demi kepentingan masyarakat dan mengantisipasi kelangkaan BBM di Mentawai.(rif) Editor : Hendra Efison