Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Longboat Penjemput Pasien Terbalik di Mentawai, Korban Hilang Ditemukan Meninggal Setelah 21 Jam Pencarian

Randi Zulfahli • Selasa, 9 Juni 2026 | 12:00 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban longboat terbalik di perairan Muara Sagalubeg, Kepulauan Mentawai, Selasa (9/6/2026), setelah pencarian berlangsung selama dua hari.
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban longboat terbalik di perairan Muara Sagalubeg, Kepulauan Mentawai, Selasa (9/6/2026), setelah pencarian berlangsung selama dua hari.

MENTAWAI, PADEK.JAWAPOS.COM — Korban hilang akibat kecelakaan longboat terbalik di Muara Sagalubeg, Kepulauan Mentawai, akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Selasa (9/6/2026). Korban ditemukan sekitar 0,83 mil laut dari lokasi kejadian setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian selama hampir 21 jam sejak insiden terjadi.

Penemuan korban mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan personel Basarnas Mentawai, TNI, Polri, serta nelayan setempat. Tim menemukan korban mengapung di perairan sebelah barat lokasi kecelakaan sekitar pukul 09.30 WIB.

Jenazah kemudian dievakuasi menuju Kampung Sagalubeg sebelum diserahkan kepada keluarga. Suasana duka menyelimuti warga setempat yang sejak hari pertama terus menunggu kabar pencarian.

Longboat Terbalik Saat Menjalankan Misi Kemanusiaan

Kecelakaan laut tersebut bermula pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Sebuah longboat bermesin 40 PK berangkat menuju Pantai Sagalubeg untuk menjemput seorang warga yang membutuhkan penanganan medis di Tuapejat.

Baca Juga: Kebakaran Kota Solok, Rumah Pedagang di Tembok Laiang Nyaris Rata dengan Tanah dalam 75 Menit

Namun saat keluar dari Muara Sagalubeg, gelombang besar menghantam lambung perahu. Longboat kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya terbalik di kawasan pintu muara.

Saat kejadian, terdapat tiga orang di atas perahu. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan satu penumpang lainnya hilang terseret arus.

Kondisi laut yang tidak bersahabat membuat proses pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil. Tim SAR kemudian memperluas area penyisiran dengan mempertimbangkan arah arus dan karakteristik gelombang setempat.

Korban Ditemukan Kurang dari Satu Mil Laut dari Lokasi

Memasuki hari kedua operasi, tim gabungan menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban. Informasi dari nelayan lokal turut membantu menentukan area pencarian yang lebih efektif.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika korban ditemukan mengapung sekitar 0,83 mil laut ke arah barat dari lokasi longboat terbalik.

Baca Juga: Long Boat Bermesin 40 PK Terbalik Saat Jemput Warga Sakit di Mentawai, Satu Korban Masih dalam Pencarian

Penemuan itu sekaligus mengakhiri operasi SAR yang berlangsung sejak siang hari setelah kecelakaan terjadi. Tim kemudian membawa korban ke daratan menggunakan armada penyelamat.

SAR Mentawai Soroti Pentingnya Pelampung dan Radio Darurat

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut.

Ia meminta pengguna transportasi laut melengkapi perjalanan dengan pelampung, perangkat radio darurat, maupun alat penanda lokasi darurat seperti PLB atau EPIRB.

Baca Juga: Polres Dharmasraya Tangkap Pedagang Diduga Pengedar Sabu, 10 Paket Sabu dan Ganja Disita

"Saya menghimbau terkhusus masyarakat di Kepulauan Mentawai untuk menggunakan pelampung (life jacket/life vest) serta PLB/EPIRB atau radio marabahaya pada saat akan melaksanakan aktivitas di laut," ujarnya.

Menurut Benteng, perairan Mentawai memiliki karakteristik gelombang tinggi dan arus kuat yang dapat berubah secara cepat. Karena itu, kesiapan alat keselamatan menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko korban jiwa ketika terjadi kecelakaan laut.

Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama, terutama di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut sebagai penghubung antarwilayah.(*)

Editor : Hendra Efison
#korban hilang Mentawai #Muara Sagalubeg #gelombang besar Mentawai #longboat terbalik Mentawai #SAR Mentawai