Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Nelayan Hilang di Mentawai, SAR Kerahkan RIB 03 dan 5 Personel Sisir Perairan Pulau Bugei

Randi Zulfahli • Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB
Tim SAR Mentawai mengerahkan RIB 03 dan lima personel untuk mencari Arbian (50), nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Pulau Bugei, Siberut Selatan.
Tim SAR Mentawai mengerahkan RIB 03 dan lima personel untuk mencari Arbian (50), nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Pulau Bugei, Siberut Selatan.

MENTAWAI, PADEK.JAWAPOS.COM – Operasi pencarian nelayan hilang di Mentawai resmi dimulai setelah Arbian (50), warga Dusun Sua, Desa Saibi, Kecamatan Siberut Selatan, dilaporkan belum kembali dari melaut sejak Kamis (18/6/2026). Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai langsung mengerahkan lima personel menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 untuk menyisir perairan Pulau Bugei, Minggu (21/6/2026).

Korban diketahui berangkat dari Dusun Sua sekitar pukul 15.00 WIB menggunakan sampan menuju Dermaga Muara Siberut untuk menjual hasil tangkapan ikan. Namun hingga tiga hari kemudian, korban tidak kunjung kembali ke rumah sehingga memicu kekhawatiran keluarga dan warga sekitar.

Masyarakat setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri di sejumlah titik perairan. Akan tetapi, upaya tersebut hanya menemukan sampan dan kotak ikan milik korban yang mengapung di sekitar kawasan Pulau Bugei.

Keberadaan Arbian hingga kini masih belum diketahui. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada Unit Siaga SAR (USS) Siberut untuk mendapatkan bantuan pencarian yang lebih terorganisir.

Laporan Masuk Minggu Siang, Tim SAR Langsung Bergerak

Laporan resmi terkait hilangnya nelayan tersebut diterima USS Siberut pada Minggu sekitar pukul 11.30 WIB dari seorang warga bernama Lemarius. Tim rescue kemudian bergerak cepat hanya berselang 20 menit setelah laporan diterima.

Pada pukul 11.50 WIB, personel SAR mulai diberangkatkan menuju lokasi pencarian. Tim menargetkan area sekitar titik Last Known Position (LKP) yang berada pada koordinat 1°29'47"S - 99°11'16"E.

Lokasi pencarian berjarak sekitar 28 nautical mile (NM) atau mil laut dari Pelabuhan Muara Siberut dengan arah radial 151 derajat. Jarak tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi tim dalam operasi pencarian di tengah kondisi perairan terbuka.

SAR Optimalkan Peralatan Modern untuk Pencarian

Dalam operasi kemanusiaan ini, SAR Mentawai mengoptimalkan berbagai peralatan pendukung guna mempercepat proses pencarian korban. Armada utama yang digunakan adalah RIB 03 Mentawai yang dirancang untuk bergerak cepat di wilayah perairan.

Selain itu, tim juga membawa perangkat komunikasi, peralatan evakuasi, perlengkapan medis, telepon satelit, hingga layanan internet berbasis Starlink untuk memastikan koordinasi tetap berjalan lancar selama operasi berlangsung.

Sepeda motor KLX juga disiagakan untuk mendukung mobilitas personel apabila diperlukan akses darat di sekitar wilayah operasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, menegaskan pihaknya langsung merespons laporan masyarakat begitu informasi diterima.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat terkait hilangnya satu orang nelayan atas nama Bapak Arbian di perairan Pulau Bugei, kami langsung menginstruksikan tim Rescue dari Unit Siaga SAR Siberut untuk bergerak cepat,” ujarnya.

Menurut Benteng, seluruh dukungan alat utama dan sistem komunikasi modern dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian. Tim juga melakukan penyisiran intensif di sekitar titik koordinat yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir korban.

Operasi Libatkan Warga dan Unsur Potensi SAR

Selain personel SAR, operasi pencarian turut melibatkan unsur potensi SAR dan masyarakat sekitar. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas area pencarian sekaligus mempercepat proses lokalisasi korban.

Sementara itu, kondisi cuaca dan karakteristik perairan di sekitar Pulau Bugei terus dipantau untuk menentukan strategi pencarian berikutnya. Tim SAR Mentawai masih melanjutkan penyisiran di sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang tinggi menemukan korban.

Hingga Minggu sore, Arbian masih berstatus dalam pencarian. SAR Mentawai mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban agar segera melaporkannya kepada petugas untuk mendukung kelancaran operasi pencarian.(*)

Editor : Hendra Efison
#nelayan hilang di Mentawai #Pulau Bugei Mentawai #Arbian hilang #SAR Mentawai #Basarnas Mentawai