Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bertahan Tiga Hari di Hutan Mentawai, Lansia 61 Tahun Ditemukan Selamat

Randi Zulfahli • Rabu, 1 Juli 2026 | 13:24 WIB
Tim SAR gabungan bersama masyarakat mengevakuasi Mangantar Saumatgerat (61) setelah ditemukan selamat di kawasan hutan Desa Mara, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rabu (1/7/2026). (Basarnas Mentawai)
Tim SAR gabungan bersama masyarakat mengevakuasi Mangantar Saumatgerat (61) setelah ditemukan selamat di kawasan hutan Desa Mara, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rabu (1/7/2026). (Basarnas Mentawai)

PADEK.JAWAPOS.COM—Mangantar Saumatgerat (61), warga yang dilaporkan hilang selama tiga hari di kawasan hutan Desa Mara, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, ditemukan dalam kondisi selamat pada Rabu (1/7/2026) pukul 08.35 WIB. Korban ditemukan oleh Tim SAR gabungan bersama masyarakat di dekat lokasi yang diperkirakan menjadi titik awal ia dinyatakan hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan penemuan korban sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang telah berlangsung selama tiga hari.

"Survivor ditemukan dalam kondisi selamat, dan cukup dekat dari perkiraan lokasi awal Survivor diduga hilang," ujar Benteng Hilton Telaumbanua, Rabu (1/7/2026).

Korban selanjutnya dievakuasi menuju kediaman keluarganya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya Mangantar Saumatgerat, Operasi Search and Rescue (SAR) resmi dinyatakan selesai.

Ditemukan Dekat Lokasi Awal Hilang

Mangantar Saumatgerat sebelumnya dilaporkan hilang setelah pergi menuju ladangnya di kawasan hutan sekitar Desa Mara pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Hingga malam hari, korban tidak kembali ke rumah.

Keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun belum berhasil menemukan korban. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada pukul 20.45 WIB di hari yang sama.

Memasuki hari ketiga, Tim SAR gabungan bersama masyarakat memperluas area pencarian hingga enam kilometer persegi untuk meningkatkan peluang menemukan korban.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada Rabu pukul 08.35 WIB, korban ditemukan di tepi aliran sungai pada titik koordinat 2°13'23.6" S - 99°43'58.4" E.

Lokasi penemuan berada sekitar 0,3 kilometer di sebelah utara dari Last Known Position (LKP) atau titik terakhir yang diperkirakan menjadi lokasi korban sebelum dinyatakan hilang.

Pencarian Libatkan Tim Gabungan

Selama operasi berlangsung, Tim SAR gabungan melakukan berbagai metode pencarian. Penyisiran dilakukan melalui jalur darat di wilayah Monga dan Mabelau serta menyusuri Sungai Mara hingga pintu muara menggunakan perahu karet atau Landing Craft Rubber (LCR).

Untuk mendukung pencarian, tim juga mengoperasikan drone berteknologi thermal, terutama saat malam hari dan di kawasan dengan vegetasi lebat.

Benteng Hilton Telaumbanua menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Mentawai, Polsek Sipora Selatan, Pos Angkatan Laut Simaubuk, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, masyarakat, serta nelayan setempat.

Menurut Benteng, keberhasilan menemukan korban dalam keadaan selamat merupakan hasil sinergi seluruh unsur yang terlibat selama proses pencarian berlangsung.(*)

Editor : Hendra Efison
#lansia hilang Mentawai #Mangantar Saumatgerat #Desa Mara Sipora Selatan #SAR Mentawai #Basarnas Mentawai