Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Covid-19 di Sumbar Pecah Rekor, Andani: Situasi masih Terkendali

padek • Jumat, 7 Agustus 2020 | 14:18 WIB
Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK-Unand Dr dr Andani Eka Putra. (Foto: Dok.Pri)
Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK-Unand Dr dr Andani Eka Putra. (Foto: Dok.Pri)

Angka pasien positif terinfeksi virus korona (Covid-19) di Sumbar terus bertambah. Bahkan, pada hari ini (7/8/2020) terjadi lonjakan tertinggi sejak virus itu pertama kali menjangkit warga di ranah Minang pada Maret lalu.


Berdasarkan hasil pemeriksaan 1.394 spesimen yang dilakukan Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand dan 17 spesimen di Laboratorium Veterenir Baso Agam kemarin (6/8/2020), ditemukan 47 sampel terkonfirmasi positif (3,3%) Covid-19.


Dr Andani Eka Putra sebagai penanggungjawab kedua laboratorium tersebut mengungkapkan angka positif itu sebesar 3.3%. Masih di bawah standar WHO sebesar 5%.


"Angka ini sangat terkait dengan pergerakan orang, khususnya dari luar provinsi. Bagi kita di lab dan teman-teman dinkes, sudah memprediksi akan ada letupan seperti ini. Tinggal sekarang bagaimana tracing tetap konsisten dengan kapasitas besar," jelas Andani di GWA Kawal Covid-19 Sumbar, Jumat (7/8/2020).


Semua yang ditemukan itu, menurutnya, tanpa gejala atau ringan. Namun mereka adalah silent spreader yang jika tidak ditemukan akan menjadi penular bagi orang lain.


Oleh karena itu, dia mengimbau agar bersama-sama menjelaskan ke masyarakat bahwa situasi masih terkendali dan apa yang ditemukan merupakan proses pencarian kasus.


"Mari bersama-sama mengingatkan orang dari luar provinsi untuk memeriksakan diri atau swab ke puskesmas atau bandara," ujar doktor yang hari ini dinobatkan sebagai warga teladan pada HUT Kota Padang oleh Pemko Padang atas dedikasinya dalam penanganan Covid-19.


Selanjutnya, kata Andani, tetap jalankan protokol Covid-19 karena ini menandakan kita menyayangi keluarga, rekan kerja dan tetangga.


"Tidak usah berpikir gelombang-gelombang, karena ini hanya bagian proses. Jika ini disebut gelombang kedua, maka nanti akan ada lagi gelombang 3, 4 dst. Pengalaman di Eropa dan Amerika, hanya ada 1 gelombang. Bagi negara yang terkendali, tidak ada fase puncak atau puncak cenderung datar dengan riak-riak. Ini adalah riak-riak tersebut," jelasnya.


Ia pun kembali mengingatkan agar kita tidak usah saling menyalahkan. Terpenting bagaimana kita bekerja sama secara optimal melakukan tracing dan testing.


"Mari saling mendukung untuk menpertahankan Sumbar tetap terkendali. Saat ini adalah bagian dari pengendalian tersebut. Semoga Allah meridhoi apa yg kita kerjakan ini," tuturnya. (esg)

Editor : padek
#sumbar #Andani Eka Putra #COVID-19