“Kita bagi dua agar orangtua wisudawan tidak berdesakan. Hari ini wisuda 302 mahasiswa D-III Gizi, D-III Sanitasi, D-III Keperawatan Padang, D-III Keperawatan Solok, D-III Kebidanan Padang. Besok (2/10) kita laksanakan wisuda mahasiswa D-IV (Sarjana Terapan), D-III Kebidanan Bukittinggi dan D-III Keperawatan Gigi. Total lulusan 13.300 orang yang bekerja di dalam dan luar negeri,” ujar Direktur Poltekkes Kemenkes Padang, Dr Burhan Muslim SKM, MSi.
Poltekkes Kemenkes Padang didukung oleh 240 ASN yang terdiri dari Dosen Tetap 141 orang, dan 100 orang Tenaga Kependidikan. Jumlah mahasiswa yang diterima pada Semester Ganjil TA 2022/2023 sebanyak 910 orang. Ini hasil seleksi dari 8.000 pendaftar. Jumlah keseluruhan mahasiswa saat ini 2.500 orang, dengan rasio dosen dan mahasiswa 1:17.
Untuk menjamin kualitas pendidikan Poltekkes Kemenkes Padang konsisten melaksanakan dan mengevaluasi standar penjaminan mutu pendidikan tinggi. Hasilnya menggembirakan. TA 2021/2022, hasil kompetensi untuk program D-III dan D-IV dengan rata-rata lulus Ukom 93%. Sedangkan prodi yang lulus 100% diraih oleh sarjana D-IV Gizi & Dietetika, dan D-IV Sanitasi & Lingkungan. Rata-rata lulus tepat waktu 92,9%, IPK tertinggi 3,98, IPK rata-rata 3,67, sedangkan lulusan yang memiliki IPK besar sama dengan 3,50 adalah 99,9%. Semua capaian ini telah melebihi semua indikator kinerja utama.
Burhan Muslim yang dalam masa perpanjangan jabatannya ini menyampaikan harapannya, agar target 2023 Poltekkes Kemenkes Padang harus menjadi Satker BLU (Badan Layanan Umum). “Tanggal 10 Oktober kita diundang untuk presentasi di Jakarta mengenai konsep BLU. Kita targetnya bulan April 2023 sudah diterima SK sebagai Satker BLU. Konsep BLU ini adalah efisiensi dan fleksibilitas. Ke depan ini harus diseimbangkan,” ujar Burhan Muslim, didampingi Wakil Direktur Poltekkes Kemenkes Padang yang juga Ketua Panitia Wisuda, Renidayati SKp MKep SpJiwa.
Dia mencontohkan, formasi guru masih 1 banding 17 mahasiswa. Ini harus dinaikkan menjadi 1 banding 25 mahasiswa. Ini artinya, 1 dosen menghasilkan 25 sarjana Nakes baru per tahun. Lalu, aset masih banyak yang idle atau belum dimanfaatkan optimal.
“Misalnya, gedung kita belum bisa dimanfaatkan untuk kepentingan di luar penyelenggaraan tugas dan fungsi lembaga, karena berstatus aset negara/barang milik Negara (BMN). Kalau sudah BLU, asset ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan lain. Sewa gedung misalnya saya perkirakan bisa dapat Rp500 juta setahun. Kita akan ke sana. Catatannya, semua hasil itu bukan untuk kemakmuran direktur, tapi dikembalikan lagi dalam bentuk beasiswa. Sekarang baru 21% lebih mahasiswa kita yang dapat beasiswa, nah ini bisa ditingkatkan. Juga riset-riset terapan oleh dosen bisa lebih digiatkan,” ujarnya.
Kemudian, Direktur Poltekkes Kemenkes Padang juga mengingatkan soal transformasi kesehatan yang diinisiasi oleh Menkes RI, terutama transformasi sumberdaya manusia (SDM) Kesehatan. Akan ada target-target baru yang harus dicapai oleh direktur yang baru. Yang pertama, pengiriman tenaga kesehatan keluar negeri tahun 2023 targetnya 3 persen. Misalnya lulusan tahun itu ada 500 orang, maka 3 persen ditempatkan di luar negeri. Jika tidak bisa mencapai ini, berarti kinerja direkturnya jelek.
Kemudian, 80% dosen kita harus di atas 500 TOEFL-nya (Test of English as a Foreign Language). Ini kerja berat, sebab yang tua-tua tutur berbahasa Indonesianya juga belum sempurna. Tapi inilah target nasional kita. Banyak lagi, termasuk akreditasi dan re-akreditasi.
“Langkah-langkah transformasi lainnya antara lain, meningkatkan kuota penerimaan mahasiswa baru untuk mencapai rasio dosen dengan mahasiswa 1:25. Melakukan pengembangan kurikulum yang sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka. Membuka program afirmasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di daerah tertinggal. Meningkatkan jumlah mahasiswa kurang mampu untuk mendapatkan bantuan pendidikan dengan menjalin kemitraan,” tutup Burhan Muslim. (hsn) Editor : Hendra Efison