Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Percepat Penuhi Kebutuhan Dokter, Kemenkes Siapkan 420 RS Pendidikan

Admin Padek • Rabu, 7 Desember 2022 | 16:40 WIB
Photo
Photo

Kementerian Kesehatan bertekad mempercepat pemenuhan dokter, dokter gigi dan spesialis guna memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di Indonesia.


Hal itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono saat membuka Acara Mukmar, Seminar dan Workshop Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI) bertajuk “Penguatan Rumah Sakit Pendidikan Dalam Mewujudkan Transformasi Kesehatan” yang digelar di Jakarta pada 5-6 Desember 2022.


“Seperti yang kita tahu, banyak fasilitas pelayanan kesehatan yang masih kekurangan tenaga kesehatan, dibutuhkan waktu sekitar 7-36 tahun untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di jejaring layanan rujukan,” katanya.


Upaya akselerasi dilakukan dengan menambah kuota dan jumlah prodi di fakultas kedokteran serta melakukan program pengampuan RS pendidikan terhadap RS lainnya.


Skema ini disebut Academic-Based Health System (AHS). RS didorong agar tidak hanya berperan memberikan pelayanan kesehatan, tapi juga dalam bidang pendidikan dan penelitian.


“Nantinya akan kita bentuk sistem RS online untuk meningkatkan sistem integrasi dan interoperabilitas antar-rumah sakit sehingga RS Pendidikan yang sudah ada bisa mengampu RS lainnya,” ujarnya.



Di Indonesia sendiri, program AHS telah dilaksanakan sejak 2010 oleh Universitas Indonesia. Kala itu, fakultas kedokteran UI diintegrasikan dengan RSUPN Cipto Mangunkusumo untuk memberikan layanan kesehatan juga meningkatkan produksi tenaga kesehatan berkualitas dan bermutu.


Sejak saat itu, program AHS terus diperluas, mencakup enam fakultas kedokteran diantaranya Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Airlangga (UNAIR), dan Universitas Hasanuddin (UNHAS).


Keenam fakultas kedokteran tersebut kemudian melakukan pengampuan di enam wilayah. Hasilnya, jumlah RS Pendidikan meningkat hingga 210 RS di seluruh Indonesia, terdiri dari 82 unit RSP Utama, 13 RSGM, 28 RS Afiliasi, dan 87 RS Satelit.


Jumlah ini, lanjut Wamenkes tengah diupayakan untuk ditingkatkan. Sebab, masih ada sekitar 210 RS yang berpotensi dijadikan RS Pendidikan.


“Totalnya nanti akan ada 420 RS Pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia, harapannya ini mampu memberikan layanan kesehatan yang memadai, sekaligus bisa menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas dan bermutu," tuturnya


Guna mewujudkan target tersebut, Wamenkes meminta agar ARSPI aktif melakukan pendampingan dan memberikan bimbingan kepada 210 RS yang belum ditetapkan menjadi RS Pendidikan.


Tak hanya itu, RS Pendidikan juga diminta memastikan proses pendidikan di RSP yang telah ditetapkan berjalan baik dengan kualitas pendidikan yang tetap terjaga.


“Mudah-mudahan, kita bersama bisa meningkatkan jumlah tenaga kesehatan melalui penguatan RS Pendidikan yang terintegrasi,” tukasnya.(rel)

Editor : Admin Padek
#dokter #rs pendidikan #rumah sakit pendidikan #Dante Saksono #Wamenkes