Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Padang Masih Zona Kuning, Penderita ISPA Naik

Novitri Selvia • Senin, 23 Oktober 2023 | 11:25 WIB
Kepala Dinkes Padang dr. Srikurnia Yati.(IST)
Kepala Dinkes Padang dr. Srikurnia Yati.(IST)
Hingga saat ini, Kota Padang masih berada di zona kuning kabut asap. Dampak dari kondisi tersebut, jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Padang juga terpantau mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Minggu (22/10), angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Padang mencapai angka 80.

Angka itu mengalami penurunan karena turunnya hujan pada Minggu sore. Meskipun mengalami penurunan, masyarakat tetap diminta untuk menggunakan masker selama beraktivitas di luar ruangan.

Di sisi lain, sejak September hingga awal Oktober 2023, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang mencatat 1.400 kasus ISPA di Kota Padang. Ini merupakan dampak kabut asap yang menyelimuti Kota Padang selama dua bulan terakhir.

Kepala Dinkes Kota Padang dr. Srikurnia Yati kepada Padang Ekspres menuturkan, angka kasus ISPA ini disebut meningkat sebab terhitung 18 September hingga 24 September terdapat 1.063 kasus.

“Kabut asap ini memang sangat berdampak pada kesehatan, terutama saluran pernapasan. Maka dari itu terjadi peningkatan penderita ISPA dalam rentang dua bulan,” katanya.

Ia menambahkan, guna mengantisipasi agar tidak terjangkit ISPA, ia menyarankan agar masyarakat Kota Padang tetap memakai masker jika keluar rumah. Hal ini sudah dituangkan dalam imbauan. Pemko Padang telah mengeluarkan Surat Edaran No. 441.7/5126/DKK/2023 terkait antisipasi dampak kabut asap.

“Dalam imbauan tersebut berbunyi kepada masyarakat agar mengantisipasi dampak kabut asap sesuai dengan surat edaran. Wajib mengenakan masker jika berada di luar ruangan,” ucapnya.

Sri menyarankan agar masyarakat memperbanyak minum air putih serta mengonsumsi vitamin jika diperlukan. Tidak hanya itu, masyarakat diminta untuk mengkonsumsi buah dan sayuran agar terhindar dari dehidrasi.

“Kalau ada masyarakat mengalami gangguan pernapasan atau iritasi mata, segera melakukan pemeriksaan kesehatan. Ini penting, agar kita bisa mendeteksi sedari dini gejala apa yang diderita masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap dengan patuhnya masyarakat terhadap prosedur kesehatan selama kabut asap yang melanda Kota Padang, bakal membuat masyarakat terhindar dari gejala ISPA.

Terpisah, salah seorang warga Gunungpangilun Tiara Lestari kepada Padang Ekspres mengatakan bahwa dirinya sangat berharap setiap hari hujan turun agar kondisi dan kualitas udara di Kota Padang menjadi lebih membaik.

“Kita tentu berharap jalan satu-satunya adalah turunnya hujan. Karena walau bagaimanapun kondisi udara saat ini sangat buruk dan bahkan baru sebentar berada di luar ruangan sudah terasa tidak enak kerongkongan kita,” ujarnya.

Bahkan, ia juga mengatakan adanya penurunan imunitas tubuhnya. Dan saat ini dirinya lebih rentan terserang penyakit. “Kalau saat ini lebih sering terkena penyakit terutama demam dan flu dan juga penyakit sesak nafas karena tebalnya kabut asap di Kota Padang ini,” ungkapnya. (s) Editor : Novitri Selvia
#Gunungpangilun #Dinkes Kota Padang #dr. Srikurnia Yati #Zona Kuning #ispa