Kegiatan yang berlangsung di posyandu selama 3 hari, pada 8 Mei, 17 Mei, dan 21 Mei 2024 lalu itu, fokus pada pemeriksaan gigi dan pemberian Oral Hygiene Set pada balita serta edukasi pada orang tua.
Ketua Pelaksana Kegiatan drg. Hidayati, MKM menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan gigi yang dilakukan menunjukkan bahwa 60% balita menderita karies (gigi berlubang) dengan rata-rata 3 gigi berlubang per anak.
Namun, tidak satupun dari gigi berlubang tersebut yang mendapatkan penambalan atau perawatan. Hal ini, kata Hidayati, menunjukkan rendahnya motivasi orang tua untuk merawat gigi anaknya dan kurangnya pemanfaatan pelayanan gigi di puskesmas.
"Bahkan ada anak balita yang memiliki 12 buah gigi berlubang. Artinya, hanya 8 buah giginya yang sehat. Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi pihak puskesmas untuk meningkatkan promosi kesehatan gigi dan mulut pada orang tua," jelas Hidayati.
Rendahnya kesadaran orang tua akan kesehatan gigi anak berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti rasa sakit yang menyebabkan anak tidak mau makan, yang pada akhirnya berakibat pada tumbuh kembang anak dan kekurangan gizi.
Oleh karena itu, FKG Unand memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi anak dan cara-cara yang tepat untuk melakukannya.
Selain itu, FKG Unand juga memberikan Oral Hygiene Set kepada balita untuk membantu mereka menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Menurut Hidayati, kegiatan ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi FKG Unand untuk berkontribusi dalam pembangunan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"FKG Unand berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat lainnya untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan gigi ini dan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat di Pesisir Selatan," pungkasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto