Namun, bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau penyakit asam lambung, muncul kekhawatiran, apakah puasa aman bagi penderita GERD?
Kekhawatiran ini wajar, mengingat GERD terjadi akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan yang sering kali dipicu oleh pola makan yang tidak teratur.
Lantas, bagaimana cara menjalani puasa dengan nyaman tanpa memperparah gejala GERD? Berikut ulasannya, seperti yang dilansir dari laman Healthusias pada Senin (10/3/2025).
Apakah Puasa Memperburuk Gejala GERD?
Ada dua kemungkinan, yaitu.
- Puasa Membantu Meredakan Gejala
Bagi sebagian penderita GERD, puasa memberikan waktu istirahat bagi lambung dan kerongkongan, sehingga gejala seperti kembung dan gangguan pencernaan berkurang.
- Puasa Memperparah Gejala
Sebaliknya, beberapa orang justru mengalami asam lambung meningkat saat perut kosong, apalagi jika langsung makan dalam porsi besar setelah berbuka.
Apakah Puasa Bisa Membantu Mengatasi GERD?
Meski tampak kontradiktif, puasa juga bisa memberi manfaat bagi penderita GERD, seperti:
- Mengurangi Peradangan
Puasa membantu sistem pencernaan beristirahat, sehingga mengurangi peradangan di saluran pencernaan.
- Menurunkan Berat Badan
Jika kelebihan berat badan, puasa membantu mengurangi lemak perut yang memberi tekanan pada lambung dan memicu refluks.
- Meningkatkan Kesehatan Usus
Beberapa studi menunjukkan puasa membantu memperbaiki gerakan usus dan keseimbangan asam lambung, sehingga mengurangi frekuensi gejala GERD.
Namun, penting untuk dicatat bahwa puasa tidak menyembuhkan GERD. Jika gejala kamu parah, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai puasa.
Tips Aman Berpuasa bagi Penderita Gerd
Ingin mencoba puasa meski menderita GERD? Berikut beberapa tips agar puasa tetap aman.
- Hindari Makan Besar Ketika Berbuka
Saat berbuka, jangan langsung makan dalam jumlah besar. Mulailah dengan makanan ringan dan mudah dicerna, seperti smoothie, sup, atau protein tanpa lemak dengan sayuran.
- Tetap Terhidrasi
Kekurangan cairan bisa memperburuk gejala GERD. Pastikan kamu cukup minum air saat sahur dan berbuka. Hindari minuman berkafein karena dapat memicu refluks.
- Pilih Makanan Ramah GERD
Konsumsi makanan yang tidak mengiritasi lambung, seperti oatmeal, nasi, pisang, daging tanpa lemak, dan sayuran matang. Hindari makanan pedas, berlemak, atau digoreng yang bisa memicu asam lambung naik.
- Jangan Langsung Berbaring setelah Makan
Setelah makan, beri waktu bagi tubuh untuk mencerna. Usahakan duduk tegak minimal 30–60 menit sebelum berbaring.
Jadi, apakah puasa aman bagi penderita GERD? Jawabannya bergantung pada kondisi masing-masing.
Beberapa orang merasakan manfaat puasa untuk mengelola gejala, sementara yang lain justru mengalami perburukan.
Jika kamu ingin mencoba puasa, lakukan dengan hati-hati: mulai secara bertahap, perhatikan reaksi tubuh, dan konsultasikan dengan dokter jika ragu. (*)
Editor : Adetio Purtama