Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Dinas Perhubungan, dan Andalas Tobacco Control, dengan tujuan menyosialisasikan serta menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di angkutan umum.
Kegiatan ini dipimpin Kepala Bidang Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi, Eko Hernandes Haswat, bekerja sama dengan tim dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta Andalas Tobacco Control yang diwakili Ikhsan Yusda, dan Prima Kurniati Hamzah.
Sinergi tersebut memungkinkan implementasi sosialisasi KTR sekaligus inspeksi mendadak terhadap sopir yang merokok di dalam kendaraan.
Salah satu fokus kegiatan adalah wawancara dengan sopir angkutan yang terdeteksi merokok di dalam kendaraan.
Tujuannya untuk menggali kebiasaan berisiko yang dapat memengaruhi kesehatan mereka, termasuk kecanduan rokok dan niat untuk berhenti merokok.
"Pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah terobosan pertama di Indonesia, karena sebelumnya belum ada pemerintah daerah yang melaksanakan skrining khusus untuk sopir angkutan umum," kata Direktur Andalas Tobacco Control, Kamal Kasra.
Selain wawancara, puskesmas juga mempromosikan layanan klinik Upaya Berhenti Merokok (UBM) bagi sopir yang ingin berhenti merokok.
Pemeriksaan medis yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan antropometri seperti tinggi dan berat badan, serta pemeriksaan gula darah.
Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi juga memasang stiker Kawasan Tanpa Rokok di dalam angkutan umum sebagai bentuk perlindungan bagi penumpang dan sopir dari paparan asap rokok.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para sopir. Anto, salah satu sopir angkutan umum, menyampaikan rasa terima kasihnya atas terlaksananya program ini dan berharap kegiatan serupa dapat berlanjut secara rutin.
Antusiasme terlihat juga dari sopir angkutan Kota Bukittinggi dan trayek Kabupaten Agam yang mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan dengan semangat.
Kegiatan skrining kesehatan ini lebih dari sekadar pemeriksaan fisik. Program ini jadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran sopir angkutan umum akan pentingnya gaya hidup sehat.
Sebagai pahlawan transportasi yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat, menjaga kesehatan sopir menjadi vital agar mereka tetap dalam kondisi prima dalam menjalankan tugas.
"Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk mengintegrasikan program kesehatan dan sosialisasi Perda KTR bagi sopir angkutan umum. Langkah ini juga memperlihatkan pendekatan progresif pemerintah Kota Bukittinggi dalam menegakkan KTR sekaligus mendukung kesehatan masyarakat luas," kata Kamal Kasra.(*)
Editor : Heri Sugiarto