Mahasiswa baru tidak hanya mengikuti kegiatan orientasi, namun juga edukasi kesehatan gigi yang dikemas interaktif dan praktis.
Suasana Auditorium Unand semakin hidup ketika mahasiswa mengikuti sosialisasi kesehatan gigi yang disampaikan secara langsung oleh tim dokter GAIA.
Berbagai tips sederhana, mulai dari cara menyikat gigi dengan benar hingga pencegahan gigi berlubang, membuat peserta aktif bertanya dan mencoba praktik secara langsung.
Selepas sosialisasi, mahasiswa berbondong-bondong menuju booth GAIA Dental Clinic yang tersedia di lokasi acara.
Di sana, mereka dapat memeriksa kondisi mulut menggunakan kamera intraoral, berkonsultasi dengan dokter gigi, serta menerima voucher perawatan dan merchandise menarik.
Bagi sebagian besar mahasiswa baru, ini menjadi pengalaman pertama menjalani pemeriksaan gigi profesional dalam suasana santai.
Direktur GAIA Dental Clinic, drg. Indira Ika Christianti, M.Kes., menyampaikan pentingnya edukasi kesehatan sejak dini.
“Mahasiswa adalah generasi yang harus peduli pada kesehatan dirinya sendiri. Kami ingin kebiasaan merawat gigi dimulai dari bangku kuliah, agar tidak menunggu sampai sakit baru ke dokter,” ujarnya.
Senada dengan itu, Rezi Novita Sari, S.K.M., Regional Head GAIA Dental Clinic, menegaskan bahwa kampus merupakan ruang strategis untuk menanamkan kebiasaan baik.
“Mahasiswa punya peran besar sebagai agen perubahan. Kalau mereka terbiasa kontrol gigi sejak awal, nantinya bisa menularkan budaya sehat ini ke lingkungan sekitar,” jelasnya.
Sementara itu, Muthiatul Mahirah, S.Hut., Head of Clinic GAIA Dental Clinic Veteran, mengapresiasi antusiasme mahasiswa baru Unand.
“Banyak yang datang dengan rasa ingin tahu tinggi. Mereka aktif bertanya soal perawatan gigi sehari-hari, dari cara sikat gigi hingga pencegahan gigi berlubang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, tim dokter GAIA, yakni drg. Arista Virgiany dan drg. Nadia Syesti, juga membagikan edukasi praktis.
Mereka mengingatkan kebiasaan penting seperti menyikat gigi sebelum tidur, mengurangi konsumsi makanan manis, hingga rajin melakukan kontrol enam bulan sekali.
“Mahasiswa terlihat lebih mudah menerima materi ketika disampaikan dengan praktik langsung dan suasana santai,” tutur drg. Arista.
“Edukasi seperti ini tidak hanya membekas, tapi juga bisa langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari," tambah drg. Nadia.(*)
Editor : Heri Sugiarto