Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Mercubaktijaya bersama Universitas Negeri Padang (UNP) bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kelurahan Koto Pulai yang diketuai Rika Hendri Shouvandi dan Puskesmas Kotopanjang Ikur Koto.
Mereka menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bertema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Manajemen Diri dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus.” Program ini didanai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui skema pengabdian masyarakat tahun 2025.
Kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Mercubaktijaya ini dirancang untuk memberikan edukasi kesehatan sekaligus membangun kemandirian pasien diabetes dengan melibatkan keluarga dan PKK sebagai pendamping aktif. Dukungan dari Lurah Koto Pulai dan Kepala Puskesmas Kotopanjang Ikur Koto memperkuat jalannya program.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak akhir Juli hingga awal September 2025. Sosialisasi program dilaksanakan pada 29 Juli, dilanjutkan edukasi penyakit diabetes pada 8 Agustus.
Keesokan harinya, 9 Agustus, peserta mengikuti pelatihan membuat makanan sehat ramah diabetes. Puncaknya, pada 12 Agustus dilakukan pelatihan pemeriksaan kesehatan mandiri dan latihan fisik khusus pasien diabetes. Peserta juga diberikan alat pemeriksaan sederhana untuk digunakan di rumah.
Program ini berlanjut dengan pendampingan. Keluarga pasien melakukan pemantauan harian, sementara PKK mendampingi dan mengevaluasi perkembangan setiap minggu. Dengan pola ini, pasien tidak hanya mendapat edukasi sekali, tetapi juga dukungan berkesinambungan.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan disiplin pasien dalam menjaga pola makan, melakukan pemeriksaan kesehatan mandiri, dan rutin beraktivitas fisik. Tim PKK pun merasakan manfaat dengan lebih aktif berperan dalam pendampingan kesehatan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi model pemberdayaan masyarakat di wilayah lain, karena terbukti mampu meningkatkan peran keluarga dan organisasi masyarakat dalam bidang kesehatan,” ujar Ketua Pelaksana, Ns. Lenni Sastra, S.Kep., MS.
Kepala Puskesmas Kotopanjang Ikur Koto, dr Celsia Krisanti Darsun, MKes, mengapresiasi sinergi ini. “Kami melihat perubahan nyata di lapangan. Keluarga pasien lebih aktif, dan PKK juga lebih terlibat. Ini langkah maju dalam pengendalian diabetes,” katanya.
Lurah Koto Pulai, Hendri Shouvandi, menilai program ini tidak hanya menyehatkan warganya, tetapi juga memperkuat kebersamaan sosial. Dengan kolaborasi akademisi, tenaga kesehatan, PKK, dan pemerintah setempat, Koto Pulai diharapkan menjadi contoh praktik baik pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.(r)
Editor : Hendra Efison