Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kemenkes Pastikan Super Flu A(H3N2) Subclade K di Indonesia Terkendali hingga Akhir 2025

Suyudi Adri Pratama • Kamis, 1 Januari 2026 | 14:22 WIB

Ilustrasi olahan AI
Ilustrasi olahan AI
PADEK.JAWAPOS.COM—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan situasi influenza A(H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai “super flu” di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan keparahan, Rabu (31/12/2025).

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menyampaikan penegasan tersebut berdasarkan hasil surveilans nasional dan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan,” kata dr. Prima Yosephine dikutip dari laman resmi Kemenkes RI.

Ia menjelaskan, secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025 seiring masuknya musim dingin.

Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

Menurut dr. Prima, gejala yang ditimbulkan subclade K umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.

Di kawasan Asia, subclade K dilaporkan di sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025.

Meski menjadi varian dominan, tren kasus di negara-negara tersebut menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.

Di Indonesia, hasil surveilans juga menunjukkan influenza A(H3) menjadi varian dominan dengan tren kasus nasional menurun dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K telah terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

“Hingga akhir Desember 2025 tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat,” ujar dr. Prima.

Ia menambahkan, mayoritas kasus terjadi pada kelompok usia anak dan lebih banyak ditemukan pada perempuan.

Dari total 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, sebanyak 348 sampel telah menjalani WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dan bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO.

Kemenkes memastikan terus memperkuat surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan menghadapi influenza. Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga daya tahan tubuh, serta melakukan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. (yud)

Editor : Hendra Efison
#Super flu Indonesia #Surveilans influenza 2025 #kemenkes ri #Influenza A H3N2 subclade K