Proses pengukusan dinilai meminimalkan kontak langsung makanan dengan air dan panas berlebihan, sehingga kehilangan zat gizi dapat ditekan. Selain itu, metode ini juga tidak memerlukan tambahan minyak yang berpotensi meningkatkan asupan lemak jenuh.
Pengukusan juga dianggap lebih ramah untuk sistem pencernaan karena menghasilkan tekstur makanan yang lebih lembut dengan kandungan minyak yang rendah. Kebiasaan mengonsumsi hidangan kukus dinilai dapat membantu pembentukan pola makan sehat dalam jangka panjang.
Komponen gizi seimbang yang dianjurkan tetap mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral. Pesan utama yang ditekankan yaitu bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh jenis makanan, tetapi juga cara pengolahannya.
Tidak hanya sayur, berbagai jenis bahan makanan juga dapat diolah dengan metode kukus. Misalnya:
- ikan kukus, kaya omega-3 dan bermanfaat untuk kesehatan jantung serta otak
- tempe kukus, tinggi protein nabati dan baik untuk metabolisme tubuh
- ayam kukus, rendah lemak sehingga cocok bagi mereka yang menjalani program diet
Dengan memilih teknik memasak yang tepat dan menerapkan prinsip gizi seimbang, manfaat makanan bagi tubuh dapat diperoleh secara optimal. (*)
Editor : Adetio Purtama