Dikutip dari Straits Times, Kementerian Kesehatan Singapura (Ministry of Health/MOH) bersama Singapore Medical Council (SMC) dalam pernyataan bersama pada 27 Januari menyampaikan bahwa penambahan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter yang terus meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia di negara tersebut.
Dengan masuknya delapan institusi baru, total universitas kedokteran luar negeri yang diakui SMC bertambah dari 112 menjadi 120.
Delapan institusi kedokteran yang baru diakui tersebut meliputi Adelaide University College of Health di Australia, Manipal Academy of Higher Education Kasturba Medical College di Manipal, India, University of Galway School of Medicine di Irlandia, Universiti Sains Malaysia School of Medical Sciences di Malaysia, The Aga Khan University Medical College di Pakistan, Tsinghua University School of Medicine di Tiongkok, University of Exeter Faculty of Health and Life Sciences di Inggris, serta City St George’s University of London School of Health and Medical Sciences di Inggris.
Mulai 2026, pelajar yang berencana mengambil pendidikan kedokteran dapat mendaftar ke institusi-institusi tersebut.
Dalam pernyataan resminya, MOH dan SMC menegaskan bahwa SMC secara berkala meninjau daftar kualifikasi medis yang dapat diregistrasikan untuk memastikan dokter lulusan luar negeri yang ingin berpraktik di Singapura telah menjalani pendidikan setara dengan standar institusi kedokteran di Singapura.
Peninjauan tersebut mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk peringkat internasional universitas, bahasa pengantar yang harus menggunakan bahasa Inggris, serta rekam jejak kinerja para dokter lulusan institusi-institusi tersebut.(*)
Editor : Heri Sugiarto