Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Penelitian Ungkap Perempuan Butuh Tidur Lebih Lama, Risiko Jantung Mengintai Jika Kurang Istirahat

Mengki Kurniawan • Minggu, 8 Februari 2026 | 20:18 WIB

Ilustrasi perempuan yang tidur dalam kondisi beban pikiran. (pinterest)
Ilustrasi perempuan yang tidur dalam kondisi beban pikiran. (pinterest)
PADEK.JAWAPOS.COM—Penelitian kesehatan terbaru mengungkap perbedaan signifikan kebutuhan tidur antara perempuan dan laki-laki.

Data menunjukkan perempuan secara biologis memerlukan durasi tidur lebih panjang untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Temuan ini merujuk pada data Sleep Foundation yang menyoroti kompleksitas sistem biologis perempuan.

Salah satu faktor utamanya adalah kerentanan perempuan terhadap gangguan tidur yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Secara statistik, perempuan memiliki risiko insomnia hingga 40 persen lebih tinggi. Kondisi tersebut membuat kualitas tidur lebih mudah terganggu sehingga dibutuhkan waktu istirahat tambahan untuk pemulihan optimal.

Selain itu, faktor kesehatan mental turut berperan besar. Perempuan diketahui dua kali lebih rentan mengalami gangguan kecemasan dan depresi yang memengaruhi ritme sirkadian tubuh.

Perubahan hormon yang terjadi secara berkala juga berdampak pada kestabilan jam biologis.

Fluktuasi hormon membuat tubuh lebih cepat lelah dan membutuhkan proses pemulihan yang lebih intensif saat tidur malam.

Risiko Kardiovaskular Akibat Kurang Tidur

Kurangnya durasi tidur pada perempuan tidak hanya berdampak pada konsentrasi dan suasana hati. Dampak serius juga mengintai kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation mencatat perempuan yang tidur kurang dari lima jam per malam memiliki risiko kesehatan jangka panjang yang signifikan.

Risiko tersebut meningkat apabila pola kurang tidur berlangsung terus-menerus.

Penelitian tersebut menunjukkan risiko stroke dan serangan jantung pada perempuan dengan durasi tidur minim meningkat hingga 75 persen.

Temuan ini menegaskan tidur memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas tekanan darah dan regenerasi sel.

Akun media sosial edukasi kesehatan Wargawargi62 turut menyoroti temuan ini dalam unggahannya pada Minggu (8/2/2026).

Informasi tersebut menekankan hubungan antara durasi tidur dan penyakit kardiovaskular.

“Menurut Sleep Foundation, perempuan itu emang butuh tidur lebih banyak dibanding cowok, karena perempuan punya risiko insomnia 40% lebih tinggi, dan dua kali lebih rentan kena cemas dan depresi,” tulis akun Wargawargi62.

Upaya Memperbaiki Pola Tidur Perempuan

Kesadaran terhadap kebutuhan tidur menjadi langkah penting bagi perempuan dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Manajemen waktu istirahat dinilai berperan besar dalam menekan risiko penyakit serius.

Langkah awal yang disarankan adalah memajukan waktu tidur sekitar 10 hingga 15 menit dari jadwal biasanya. Perubahan kecil yang dilakukan konsisten dapat berdampak signifikan.

Selain itu, menjauhkan ponsel setidaknya satu jam sebelum tidur dianjurkan agar aktivitas otak lebih rileks. Paparan layar diketahui dapat menghambat fase tidur lelap.

Aktivitas ringan seperti membaca buku atau melakukan peregangan otot juga membantu meningkatkan kualitas tidur. Dengan pola hidup lebih teratur, risiko stroke dan serangan jantung dapat diminimalkan sejak dini.(cr3)

 

Editor : Hendra Efison
#risiko insomnia perempuan #perempuan butuh tidur lebih lama #durasi tidur ideal #kesehatan jantung perempuan #kebutuhan tidur perempuan