47 Kelurahan Payakumbuh Jadi Kelurahan Siaga TB, Deteksi Kasus Baru 25,9 Persen

Hendra Efison • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:47 WIB
Pemerintah Kota Payakumbuh mempercepat penanggulangan TB setelah deteksi kasus baru mencapai 25,9 persen hingga Juli 2026, dengan skrining di 36 lokus pada Agustus-November 2026.
Pemerintah Kota Payakumbuh mempercepat penanggulangan TB setelah deteksi kasus baru mencapai 25,9 persen hingga Juli 2026, dengan skrining di 36 lokus pada Agustus-November 2026.

PAYAKUMBUH, PADEK.JAWAPOS.COM— Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat penanggulangan tuberkulosis (TB) setelah capaian penemuan kasus hingga Juli 2026 baru mencapai 25,9 persen, masih jauh dari target 55,4 persen. Penguatan dilakukan melalui pembentukan kelurahan siaga TB di 47 kelurahan dan skrining kontak pasien yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Skrining tersebut akan berlangsung pada Agustus-November 2026 di 36 lokus dengan melibatkan puskesmas, rumah sakit, kecamatan, kelurahan, Bhabinkamtibmas, TP-PKK, serta masyarakat.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Asisten I Nofriwandi mengatakan percepatan penemuan kasus diperlukan untuk memutus rantai penularan TB.

Penanganan tidak hanya diarahkan pada penemuan pasien, tetapi juga memastikan pasien menjalani pengobatan hingga sembuh dan kontak erat menjalani pemeriksaan.

Deteksi Kasus Dipercepat

Nofriwandi menyebut pelacakan kontak perlu dilakukan terhadap keluarga pasien maupun lingkungan yang menjadi tempat interaksi, seperti sekolah, perkantoran, asrama, dan komunitas.

Camat, lurah, dan Bhabinkamtibmas juga diminta membantu memastikan pasien menjalani pengobatan secara disiplin serta mendorong kontak erat mengikuti pemeriksaan.

Ia menegaskan pengobatan TB diberikan gratis oleh pemerintah. Karena itu, pasien diharapkan tidak menghentikan pengobatan dan masyarakat tidak memberikan stigma yang dapat membuat pasien enggan menjalani perawatan.

Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Ny. Eni Zulmaeta turut mendukung percepatan penemuan kasus dengan menggerakkan kader dan keluarga untuk mendorong pemeriksaan dini, mendampingi pasien, serta mencegah stigma terhadap penderita TB.

Eni mengajak kader PKK di 47 kelurahan berkolaborasi dengan puskesmas dan unsur masyarakat untuk menyukseskan skrining TB melalui program CKG.

Menurutnya, semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pengobatan dapat diberikan. Upaya tersebut diarahkan untuk memutus rantai penularan dan mendukung eliminasi TB di Kota Payakumbuh pada 2030.

Skrining Berlangsung di 36 Lokus

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Yanti mengatakan rapat koordinasi penanggulangan dan penemuan kasus TB digelar untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.

Koordinasi tersebut mencakup percepatan penemuan kasus, pelacakan kontak, serta keberhasilan pengobatan TB.

Yanti menyebut skrining TB yang terintegrasi dengan CKG akan berlangsung selama Agustus-November 2026 di 36 lokus.

Keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan camat, lurah, TP-PKK, Bhabinkamtibmas, puskesmas, dan masyarakat.

Pemko Payakumbuh juga mengapresiasi pembentukan kelurahan siaga TB di 47 kelurahan. Keberadaan kelurahan siaga tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan, penemuan kasus, dan pendampingan pasien.

Dorong Eliminasi TB 2030

Rapat koordinasi tersebut menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Aklima, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Vivi Leswary, Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Fitria Nazmi, serta Kepala Puskesmas Lampasi Hasnelidawati.

Para narasumber membahas penanggulangan TB, termasuk praktik baik yang dapat mendukung percepatan penemuan kasus dan penanganan pasien.

Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh mengajak seluruh unsur bergerak bersama untuk memutus rantai penularan TB. Upaya tersebut diarahkan pada target eliminasi TB di Kota Payakumbuh pada 2030.(*)

Editor : Hendra Efison
TB Payakumbuh kelurahan siaga TB deteksi TB Payakumbuh CKG Payakumbuh skrining TB