Dosen Universitas Mercubaktijaya Kembangkan Posyandu Digital 4.0, Kehadiran Ibu Balita Capai 86,7%

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:06 WIB
Monitoring pertumbuhan balita berbasis digital dengan edukasi gizi interaktif bagi keluarga di Limapuluh Kota. (Foto: Istimewa)
Monitoring pertumbuhan balita berbasis digital dengan edukasi gizi interaktif bagi keluarga di Limapuluh Kota. (Foto: Istimewa)

PADEK.JAWAPOS.COM – Dosen Universitas Mercubaktijaya mengembangkan Posyandu Digital 4.0 di Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, sebagai inovasi layanan kesehatan berbasis teknologi untuk meningkatkan pemantauan tumbuh kembang balita dan mendukung pencegahan stunting.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut diketuai Eka Putri Primasari, SKM., M.Kes., dengan anggota Lilik Suhery, M.Kom. dan Elda Despalantri, M.Pd.

Melalui program tersebut, tim Universitas Mercubaktijaya mengintegrasikan sistem monitoring pertumbuhan balita berbasis digital dengan edukasi gizi interaktif bagi keluarga.

Pelaksanaan program dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan kader Posyandu.

Baca Juga: Riset Doktor Dr Nice Rachmawati: Stunting Masih Bisa Dikejar dengan Intervensi Gizi Sejak Dini

Berdasarkan hasil evaluasi yang diberikan, seluruh kader mengikuti pelatihan dengan tingkat partisipasi mencapai 100 persen.

Selain partisipasi pelatihan, kehadiran kader dalam kegiatan Posyandu juga meningkat dari 54,5 persen menjadi 91 persen. Kemampuan kader dalam memberikan edukasi gizi turut meningkat, dari 45 persen menjadi 88 persen.

Partisipasi Ibu Balita Meningkat

Program Posyandu Digital 4.0 mencatat peningkatan partisipasi masyarakat.

Kehadiran ibu balita dalam kegiatan Posyandu meningkat dari 53,3 persen menjadi 86,7 persen. Sementara itu, keterlibatan keluarga meningkat dari 20 persen menjadi 80 persen.

Peningkatan pun terlihat pada aspek pengetahuan gizi. Edukasi yang diberikan melalui media digital, video, dan modul interaktif meningkatkan pengetahuan gizi ibu balita sebesar 35,6 persen berdasarkan evaluasi program.

Selain sistem monitoring balita berbasis digital, program tersebut menghasilkan modul edukasi gizi, media edukasi interaktif, serta model pendampingan kader yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh Posyandu.

"Secara keseluruhan, rata-rata capaian indikator program mencapai 89,3 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 80 persen," kata Eka.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi yang dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat dapat mendukung peningkatan layanan Posyandu sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak dini.

Tim berharap Posyandu Digital 4.0 dapat menjadi salah satu model pengembangan layanan kesehatan masyarakat berbasis teknologi yang dapat direplikasi di daerah lain untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Eka Putri Primasari bersama tim menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang telah memberikan pendanaan melalui Program Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga: Cegah Stunting, Payakumbuh Salurkan Paket Nutrisi untuk Keluarga Sasaran GENTING

"Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan program tersebut," ujar Eka.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Posyandu Digital 4.0 Lima Puluh Kota Universitas Mercubaktijaya edukasi gizi pencegahan stunting