KAI Divre II Sumbar Perkuat Literasi Kesehatan Pekerja, Edukasi Bahaya Merokok dan Kanker Paru

Hendra Efison • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:55 WIB
KAI Divre II Sumbar memperkuat literasi kesehatan pekerja melalui edukasi bahaya merokok, kanker paru, pencegahan penyakit, dan pentingnya deteksi dini.
KAI Divre II Sumbar memperkuat literasi kesehatan pekerja melalui edukasi bahaya merokok, kanker paru, pencegahan penyakit, dan pentingnya deteksi dini.

PADEK.JAWAPOS.COM—PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat memperkuat literasi kesehatan pekerja melalui edukasi bahaya merokok dan kanker paru. Kegiatan bertajuk “Kenali Kanker Paru dan Bahaya Merokok” digelar secara hybrid, Jumat (21/8), di Ruang Rapat Buya Hamka, Divre II Sumbar.

Kegiatan tersebut diikuti Kepala Divre II Sumbar Lutfi Wijaya, jajaran manajemen, serta para pekerja Divre II Sumbar. Edukasi menghadirkan Dokter Spesialis Paru RS Universitas Andalas, dr. Sabrina Ermayanti, Sp.P(K), Onk, sebagai narasumber.

Kepala Divre II Sumbar Lutfi Wijaya mengatakan kesehatan pekerja merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran operasional dan produktivitas perusahaan.

“Menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab setiap individu dan menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas serta keselamatan dalam bekerja. Melalui kegiatan ini, kami berharap para pekerja semakin memahami risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok dan memiliki kesadaran yang lebih kuat untuk menerapkan pola hidup sehat,” ujar Lutfi.

Dalam edukasi tersebut, dr. Sabrina menjelaskan berbagai hal mengenai kanker paru, mulai dari faktor risiko, gejala yang perlu diwaspadai, hingga dampak kebiasaan merokok terhadap kesehatan paru dan organ tubuh lainnya.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai langkah pencegahan dan pentingnya deteksi dini.

Edukasi tersebut diharapkan meningkatkan pengetahuan pekerja sehingga mampu mengambil langkah preventif untuk menjaga kesehatan.

Kesehatan Pekerja Berkaitan dengan Keselamatan

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan kondisi kesehatan pekerja memiliki keterkaitan erat dengan kualitas kinerja.

Hal itu terutama karena operasional perkeretaapian membutuhkan kesiapan fisik, konsentrasi, dan kedisiplinan.

“Pekerja yang sehat tentu akan lebih siap menjalankan tugas secara optimal. Dalam operasional perkeretaapian, kesehatan bukan hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga berhubungan dengan keselamatan,” ujar Reza.

Karena itu, menurut Reza, menjaga kesehatan, termasuk menghindari kebiasaan merokok dan melakukan deteksi dini terhadap penyakit, merupakan investasi penting bagi pekerja maupun perusahaan.

Ia menambahkan, edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pekerja tidak hanya memahami risiko penyakit, tetapi juga terdorong menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian.

“Ketika pekerja memiliki kondisi kesehatan yang baik, diharapkan konsentrasi, stamina, produktivitas, dan kualitas pelayanan kepada pelanggan juga dapat terjaga. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI untuk membangun lingkungan kerja yang sehat sekaligus mendukung terciptanya layanan perjalanan kereta api yang aman dan selamat,” tambah Reza.

Selain penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta dapat berkonsultasi serta menyampaikan pertanyaan seputar kesehatan paru, risiko merokok, dan berbagai upaya untuk menjaga kesehatan serta mencegah penyakit paru.

Melalui kegiatan “Kenali Kanker Paru dan Bahaya Merokok”, KAI Divre II Sumbar berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan kerja. Untuk meningkatkan antusiasme peserta, kegiatan juga dilengkapi kuis edukatif.

Upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja sekaligus mendukung terciptanya sumber daya manusia yang sehat, produktif, memiliki kesadaran keselamatan yang tinggi, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (*)

Editor : Hendra Efison
literasi kesehatan pekerja kanker paru KAI Divre II Sumbar deteksi dini bahaya merokok