Maigus Nasir Minta Kader PKK Padang Percepat Penanggulangan TBC

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 09:14 WIB
Wawako Maigus Nasir menghadiri Peringatan Hari Paru Sedunia di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Diskominfo)
Wawako Maigus Nasir menghadiri Peringatan Hari Paru Sedunia di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Diskominfo)

PADEK.JAWAPOS.COM – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meminta kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang ikut aktif mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di tengah masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Maigus saat menghadiri Peringatan Hari Paru Sedunia di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Sabtu (26/9/2026).

Peringatan Hari Paru Sedunia tahun ini mengangkat tema A Lifetime of Lung Health atau “Kesehatan Paru Sepanjang Hayat”, dengan subtema “Sinergi Aksi Tuntaskan Tuberkulosis (TBC)”.

Maigus mengatakan, TBC masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan bersama. Pada 2026, Kota Padang diestimasikan memiliki 4.847 kasus TBC.

Hingga 15 September 2026, sebanyak 2.705 kasus atau 55,8 persen telah ditemukan. Kasus tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Kota Padang.

Padang Percepat Penemuan Kasus TBC

Menurut Maigus, Pemerintah Kota Padang terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat penanggulangan TBC. Di antaranya melalui pembentukan Kelurahan Siaga TBC dan penjaringan kasus melalui Active Case Finding (ACF).

“Untuk meningkatkan penemuan kasus, pemerintah pusat saat ini melakukan skrining TBC secara aktif di masyarakat melalui kegiatan tracing TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kota Padang mendapatkan kegiatan pada 242 lokus dengan waktu pelaksanaan sampai November 2026. Saat ini sudah dilakukan tracing TBC pada 115 lokus dengan sasaran 11.500 orang,” ujar Maigus.

Ia mengatakan, keberhasilan pengobatan juga menjadi bagian penting dalam penanggulangan TBC.

“Keberhasilan pengobatan TBC di Kota Padang pada 2025 mencapai 90,5 persen. Sementara itu, pasien yang putus berobat sebesar 4,3 persen, meninggal 3,8 persen, gagal pengobatan 0,1 persen, serta pasien yang tidak dapat dilacak atau dihubungi sebesar 1,3 persen,” katanya.

Maigus menegaskan, penanggulangan TBC tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Dukungan juga dibutuhkan dari lembaga pendidikan, organisasi sosial dan profesi, tempat kerja, dunia usaha, tokoh masyarakat hingga mitra TBC.

“Kami mengajak seluruh pihak, khususnya kader PKK Kota Padang, untuk bersama petugas kesehatan berada di garda terdepan untuk mendampingi masyarakat, memberikan edukasi, serta menghilangkan rasa takut dan stigma terhadap TBC,” ujarnya.

Kader PKK Didorong Aktif Edukasi Masyarakat

Ketua TP-PKK Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran mengatakan, TBC masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan bersama.

Menurutnya, TP-PKK memiliki posisi strategis karena jaringan kadernya menjangkau hingga tingkat kelurahan, RW, RT, kelompok dasawisma dan keluarga.

“Kader tidak menggantikan peran dokter atau tenaga kesehatan. Namun, kader dapat menjadi mata dan telinga di tengah masyarakat untuk mengenali gejala, mendorong pemeriksaan, membantu penelusuran kontak, dan mendampingi pasien agar tidak berhenti berobat,” kata Dian.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan kader dalam membantu masyarakat memahami TBC dan mendorong pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

Peringatan Hari Paru Sedunia tersebut juga diisi dengan talkshow dan Lomba Penyuluh TBC. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman sekaligus memperkuat keterlibatan kader dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Kegiatan turut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran, Ketua II TP-PKK Kota Padang Nova Raju Minropa, Kepala Dinas P3AP2KB Bobby Firman, camat se-Kota Padang serta pengurus TP-PKK Kota dan kecamatan se-Kota Padang. (*)

Editor : Heri Sugiarto
TBC Padang TP-PKK Padang Maigus Nasir tuberkulosis kota padang