PADEK.JAWAPOS.COM — Sebanyak 129 perempuan di Sumatera Barat terdeteksi positif HPV DNA dari 8.779 perempuan berusia 30–69 tahun yang menjalani pemeriksaan pada 2025. Data Dinas Kesehatan Sumbar tersebut memperkuat pentingnya edukasi, deteksi dini, dan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker serviks.
Penguatan upaya pencegahan menjadi salah satu pembahasan dalam Sosialisasi Pencegahan Kanker Serviks dan Kick Off Vaksinasi HPV yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumbar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (15/10/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, yang membuka kegiatan tersebut, menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat, pemeriksaan sesuai anjuran tenaga medis, dan imunisasi.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati. Karena itu, kesadaran untuk menjaga kesehatan harus dibangun sejak dini, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga,” ucap Arry.
Kanker Serviks Catat 20.708 Kematian di Indonesia
Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, Indonesia diperkirakan mencatat 36.964 kasus baru kanker serviks dengan 20.708 kematian.
Sementara itu, dari 8.779 perempuan berusia 30–69 tahun yang menjalani pemeriksaan HPV DNA di Sumbar pada 2025, sebanyak 129 orang dinyatakan positif. Angka tersebut setara sekitar 1,47 persen dari perempuan yang diperiksa, bukan gambaran prevalensi seluruh perempuan di Sumbar.
HPV merupakan kelompok virus yang sebagian tipenya dapat menyebabkan kanker serviks. Vaksinasi HPV menjadi salah satu langkah pencegahan, sedangkan pemeriksaan dan tindak lanjut medis diperlukan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Vaksinasi HPV Sasar Anak Perempuan Kelas V SD
Program imunisasi HPV nasional menyasar anak perempuan kelas V sekolah dasar atau sekitar usia 11 tahun. Dukungan orang tua, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat diperlukan agar imunisasi dapat berjalan sesuai jadwal dan rekomendasi kesehatan.
Ketua DWP Provinsi Sumbar, Arymbi Arry, mengatakan kegiatan sosialisasi dan peluncuran vaksinasi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Dharma Wanita Persatuan Pusat Nomor 118/SETJEN/DWPP/IX/2026 tentang Pelaksanaan Kick Off Vaksinasi HPV.
Menurut Arymbi, DWP berupaya mendukung peningkatan kesehatan perempuan dan keluarga melalui edukasi pencegahan penyakit serta deteksi dini. Ia juga menilai organisasi perempuan memiliki peran dalam menyebarluaskan informasi kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Perempuan yang sehat akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berperan aktif dalam keluarga, organisasi, dan pembangunan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, DWP Sumbar mendorong kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi perempuan, dan masyarakat untuk memperluas edukasi, deteksi dini, serta vaksinasi HPV.
Penguatan upaya pencegahan diharapkan meningkatkan perlindungan kesehatan perempuan. Pelaksanaan program juga membutuhkan dukungan masyarakat agar informasi mengenai vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan dapat menjangkau kelompok sasaran.(*)
Editor : Hendra Efison