Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sinergi Hukum dan Pembangunan Makin Solid,

Willian. • Sabtu, 25 April 2026 | 12:05 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat berdialog dengan Kajati Sumbar Muhibuddin dalam acara perpisahan Kajati Sumbar di Padang, Rabu (23/4). (DOK BIRO ADPIM)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat berdialog dengan Kajati Sumbar Muhibuddin dalam acara perpisahan Kajati Sumbar di Padang, Rabu (23/4). (DOK BIRO ADPIM)

PADEK.JAWAPOS.COM - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Muhibuddin selama menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat. Meski hanya mengemban tugas selama 180 hari, Muhibuddin dinilai berhasil memperkuat sinergi lintas sektor yang berdampak langsung pada percepatan pembangunan daerah.

Pernyataan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri acara perpisahan Muhibuddin di Padang, Rabu malam (23/4/2026), yang berlangsung hangat dan penuh nuansa penghormatan.

“Kendati masa tugas Pak Muhibuddin di Sumbar tidak lama, kontribusinya sangat besar untuk kemajuan daerah. Terima kasih atas dedikasinya,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta unsur Forkopimda menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan kelancaran pelaksanaan program strategis, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Semangat kebersamaan ini terbukti membawa dampak positif. Sinergitas seperti ini harus terus dijaga dan diperkuat ke depan,” tegasnya.

Mahyeldi juga menyoroti peran aktif Muhibuddin dalam mendorong solidaritas antardaerah. Salah satunya terlihat saat terjadi bencana di luar Sumatera Barat, di mana Kajati turut mengimbau pemerintah daerah untuk mengalokasikan bantuan anggaran.

“Itu bentuk kepedulian nyata. Tidak hanya fokus pada wilayah sendiri, tapi juga menunjukkan empati terhadap daerah lain,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memerangi korupsi. Ia menyebut tindak pidana korupsi sebagai kejahatan luar biasa yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan.

“Korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat pembangunan dan merusak kepercayaan publik. Peran Kejati sangat strategis dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan penghargaan atas integritas dan pengabdian Muhibuddin selama memimpin Kejati Sumbar.

 

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah diberikan,” imbuhnya.

Mahyeldi menambahkan, rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk penyegaran dan penguatan kelembagaan dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum harus terus diperkuat demi mewujudkan Sumatera Barat yang maju, adil, dan sejahtera,” tutupnya.

Sementara itu, Muhibuddin mengaku masa tugasnya di Sumbar menjadi pengalaman yang sangat berkesan dalam perjalanan kariernya. Ia bahkan mengaku berat meninggalkan Ranah Minang setelah genap 180 hari bertugas sejak 24 Oktober lalu.

“Alhamdulillah hari ini saya berpamitan, tapi sejujurnya saya tidak ingin berpisah. Banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan di sini,” ungkapnya.

Ia menyebut Sumatera Barat sebagai “ruang belajar kehidupan” yang kaya akan nilai adat dan kearifan lokal.

“Di sini saya bertemu guru-guru kehidupan. Orang Minangkabau penuh petuah dan keteladanan. Ini menjadi bekal penting bagi saya ke depan,” katanya.

Muhibuddin juga menyebut Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat sebagai salah satu “sekolah” penting dalam perjalanan profesionalnya. Ia mengonfirmasi akan kembali ke Jakarta untuk menjalani pelantikan sebelum melanjutkan tugas di tempat yang baru.

“Insyaallah besok saya kembali ke Jakarta untuk proses pelantikan, lalu melaksanakan amanah di tempat baru,” ujarnya.

 

Ia pun meminta doa dari seluruh masyarakat Sumbar agar dapat menjalankan tugas berikutnya dengan baik.

“Mohon doa agar saya diberi kekuatan dalam menjalankan amanah dan menghadapi tantangan ke depan,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Muhibuddin berpesan kepada seluruh jajaran pemerintah dan Forkopimda di Sumbar agar tetap berorientasi pada pelayanan publik.
“Fokuslah mencintai rakyat dan memakmurkan Sumatera Barat. Jangan pernah mengkhianati amanah demi kepentingan pribadi atau kelompok,” tegasnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

Acara perpisahan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Sumbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (wni)

Editor : Adriyanto Syafril
#pemprov sumatera barat