Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Polres Tanahdatar Hidupkan ”Babaliak ka Surau”, Setahun, 48 Kasus Narkoba Terungkap

Safrizal Putra • Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:10 WIB
Kapolres Tanahdatar AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto saat berdialog dengan mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam siaran interaktif Radio Luhak Nan Tuo, Rabu (17/6). (DOK POLRES TANAHDATAR)
Kapolres Tanahdatar AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto saat berdialog dengan mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam siaran interaktif Radio Luhak Nan Tuo, Rabu (17/6). (DOK POLRES TANAHDATAR)

PADEK.JAWAPOS.COM -- Ancaman peredaran narkotika di Kabupaten Tanah Datar kian mengkhawatirkan. Dalam kurun satu tahun terakhir, Kepolisian Resor (Polres) Tanahdatar mengungkap 48 kasus narkotika dengan 68 tersangka yang berhasil diamankan. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan perempuan.

Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa 279 gram sabu-sabu dan 43 kilogram ganja. Data tersebut menjadi indikator kuat bahwa peredaran narkoba telah menjadi ancaman serius bagi generasi muda di daerah berjuluk Luhak Nan Tuo itu.

Menyikapi kondisi tersebut, Polres Tanahdatar meluncurkan program “Babaliak ka Surau” (Kembali ke Surau) sebagai upaya membangun benteng moral generasi muda melalui penguatan nilai agama dan budaya Minangkabau.

Kapolres Tanahdatar, AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto, mengatakan program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan sosial yang mengancam masa depan anak muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba hingga berbagai bentuk ke­nakalan remaja.

Penjelasan itu disampaikannya saat menjadi narasumber da­lam bincang-bincang interaktif bersama mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang disiarkan langsung Radio Luhak Nan Tuo Batusangkar, Rabu (17/6).

Menurut Nur Ichsan, gagasan “ _Babaliak ka Surau_ “ merupakan kristalisasi pengalaman yang di­perolehnya selama bertugas di Mabes Polri sebelum dipercaya memimpin Polres Tanahdatar sejak 8 April 2025.

“Secara filosofis, Polri adalah penjaga peradaban. Peradaban itu lahir dan dimiliki oleh masyarakat. Karena itu, agar peradaban tetap hidup dan berkembang, harus ada yang menjaganya, dan Polri harus hadir secara aktif dalam tugas tersebut,” ujarnya sebagaimana dikutip dari media sosial Pemerintah Kabupaten Tanahdatar.

Ia menilai pendekatan kea­manan tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Di wilayah yang kuat memegang adat dan nilai keagamaan seperti Ta­nahdatar, penguatan karakter me­lalui institusi sosial masyarakat menjadi kebutuhan mendesak.

Karena itu, konsep kepolisian modern dipadukan dengan falsafah Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Dalam pandangannya, surau memiliki peran historis yang sangat penting dalam membentuk karakter dan intelektualitas generasi masa lalu.

“Kalau kita melihat sejarah Minangkabau, surau merupakan tempat yang membentuk orang menjadi baik. Banyak intelektual lahir dari sana seperti Buya Hamka dan Agus Salim serta lainnya. Sistem ini sudah terbukti menghasilkan generasi yang berkarakter, sehingga perlu kembali kita hidupkan,” katanya.

Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa upaya menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen ma­sya­rakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi anak-anak muda.

“Polri tidak bisa berdiri sendiri. Dalam menjaga kamtibmas dibutuhkan kolaborasi semua pihak. Bukan lagi siapa yang bertanggung jawab, tetapi bagaimana kita bersama-sama mengambil peran untuk menyelamatkan generasi muda,” tegasnya.

Selain fokus pada pemberantasan narkoba, Polres Tanahdatar juga menjalankan langkah preventif melalui pembentukan program “Nagari Bebas LGBT” yang dipusatkan di Nagari Baringin, Kecamatan Limakaum. Program tersebut, menurut Kapolres, dirancang berdasarkan data empiris dan kajian penelitian.

“Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga generasi muda agar tetap berada pada koridor nilai adat dan agama,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan Polres Tanahdatar mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tanahdatar, Dedi Tri Widono, menyebut program tersebut sejalan dengan visi daerah dalam mewujudkan Tanahdatar Madani yang maju dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah juga telah menjalankan se­jumlah program penguatan karakter berbasis agama, di antaranya program Satu Rumah Satu Hafiz serta pemberian insentif bagi tena­ga pendidik Al-Qur’an.

“Di antaranya program yang telah dijalankan seperti satu rumah satu hafiz dan memberikan insentif kepada tenaga pendidik Al-Qur’an,” jelasnya.

Selain itu, Dinas Kominfo Ta­nahdatar secara rutin menggelar sosialisasi literasi digital di SMP dan SMA sederajat, terutama di kawasan Batusangkar. Program tersebut bertujuan membekali pelajar agar mampu menyaring informasi dan terhindar dari dampak negatif media sosial.

Pada kesempatan yang sama, Dedi juga mengingatkan mahasiswa agar menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Di era digitalisasi saat ini banyak informasi yang belum jelas. Saya harap mahasiswa tidak termasuk ke dalam itu, yaitu dengan membiasakan budaya cek dan ricek sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi. Kritis itu penting, tetapi harus cerdas,” pungkasnya. (cc8)

Editor : Adriyanto Syafril
#Kiprah Aparat #narkoba #polres tanahdatar