Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Haryadi ASN Pasaman yang Tembus Kementerian Koperasi, Eks Jurnalis Padang Ekspres yang tak Pernah Berhenti Belajar

Willian. • Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:20 WIB
Bupati Pasaman Welly Suhery saat penyerahan SK dinas secara simbolis kepada Haryadi beberapa waktu lalu. (DOK DISKOMINFO PASAMAN)
Bupati Pasaman Welly Suhery saat penyerahan SK dinas secara simbolis kepada Haryadi beberapa waktu lalu. (DOK DISKOMINFO PASAMAN)

Tidak banyak yang menyangka, perjalanan seorang “kuli tinta” yang dahulu setiap hari meliput kegiatan Pemerintah Kabupaten Pasaman, kini membawanya menembus seleksi nasional Aparatur Sipil Negara (ASN) menuju kementerian.

Haryadi, namanya dan berdinas pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pasaman.

Laporan : Wilian

HARYADI berhasil lolos Seleksi Nasional Integrated Mutasi (I-Mut) ASN Karier Badan Kepegawaian Negara (BKN), sebuah program yang membuka kesempatan bagi ASN berprestasi untuk berkarier di kementerian.

Keberhasilan tersebut bukanlah hasil yang datang secara instan. Di balik pencapaian itu tersimpan perjalanan panjang yang ditempa oleh kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang tidak pernah padam.

Sebelum mengenakan seragam Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Haryadi lebih dulu dikenal sebagai jurnalis Harian Padang Ekspres (Padek). Bertahun-tahun ia meliput berbagai dinamika pemerintahan dan kehidupan masyarakat di Kabupaten Pasaman. Dari profesi itu pula ia belajar bahwa setiap keberhasilan selalu lahir dari proses yang panjang.

Ketika kemudian diterima menjadi ASN Pemerintah Kabupaten Pasaman, Haryadi memulai karier dari pekerjaan yang jauh dari sorotan. Ia mengurus administrasi, surat-menyurat, penyusunan laporan, hingga berbagai pekerjaan teknis yang sering kali dianggap sederhana.

Namun, bagi Haryadi, tidak ada pekerjaan yang kecil jika dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Ia percaya, setiap tugas merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Kariernya perlahan berkembang. Tahun 2011 ia bertugas sebagai staf di Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BP2KP). Tiga tahun berselang, ia dipercaya menangani pengembangan pegawai dan formasi ASN di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pasaman.

Dedikasi dan kedisiplinannya kembali mengantarkan Haryadi memperoleh kepercayaan sebagai Kepala Subbagian Umum Kantor Camat Rao pada 2016. Di tengah kesibukan bekerja, ia tetap melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (STIA LAN RI).

Perjuangan itu berbuah manis. Haryadi berhasil meraih predikat Alumni Terbaik STIA LAN RI, sebuah capaian yang semakin memperkuat rekam jejak akademik dan profesional­nya.

Prestasi tersebut menjadi awal dari berbagai ke­sem­patan yang datang kemudian. Ia dipercaya men­jadi Sekretaris Pribadi (Sespri) Bupati Pasaman sebelum akhirnya terpilih mengikuti program internasional di Amerika Serikat.

Selama tiga bulan, Haryadi mengikuti pembelajaran di University of California (UC) Irvine, California, serta School of Public Policy, UCLA Price, Los Angeles, California . Pengalaman tersebut memperkaya pemahamannya mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik modern, dan inovasi birokrasi.

Meski memiliki peng­a­laman belajar di luar negeri, Haryadi tetap dikenal sebagai sosok yang sederhana. Rekan-rekan kerjanya mengenalnya sebagai pribadi yang ramah, komunikatif, dan mudah membantu siapa pun.

Pengabdiannya di birok­rasi pun terus berlanjut. Pada 2017 ia dipercaya menjadi Kepala Tata Usaha Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Pasaman. Setahun kemudian, ia kembali mendapat amanah memimpin Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Pasaman.

Di bawah kepemimpinannya, BLK menjadi ruang tumbuh bagi banyak generasi muda untuk memperoleh keterampilan kerja. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya ma­nusia merupakan salah satu kunci membangun daerah.

Tidak hanya berkarya di pemerintahan, Haryadi juga aktif dalam bidang literasi dan kebudayaan. Ia menciptakan motif batik khas Pasaman “Sisiak Ikan” yang memperoleh hak paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Berbagai karya tulis dan gagasannya pun pernah meraih penghargaan pada tingkat lokal maupun nasional.

Kemampuan menulis yang ditempanya sejak menjadi jurnalis membuatnya dipercaya menyusun berbagai rilis dan informasi publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman. Baginya, tulisan tetap menjadi media untuk menyampaikan gagasan sekaligus menginspirasi banyak orang.

Seluruh perjalanan itu akhirnya bermuara pada satu pencapaian penting. Dengan bekal pengalaman, pendidikan, sertifikat kompetensi, dan rekam jejak pengabdian yang panjang, Haryadi mengikuti Seleksi Nasional Integrated Mutasi (I-Mut) ASN Karier BKN melalui platform ASN Karier.­

Setelah melalui berbagai tahapan seleksi yang kompetitif, ia dinyatakan lulus dan memperoleh kesempatan mutasi untuk mengabdi di kementerian.

Bagi Haryadi, keberhasilan tersebut bukan sekadar perpindahan tempat bekerja, melainkan amanah baru untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi bangsa.

Prinsip hidup yang selalu dipegangnya tetap sederhana.

“Bekerjalah dengan ikhlas, karena pengabdian tidak pernah mengkhianati hasil.”

Kalimat itu bukan sekadar nasihat, melainkan cerminan perjalanan hidup seorang mantan jurnalis dari Pasaman yang membuktikan bahwa mimpi dapat dicapai melalui kerja keras, integritas, kemauan belajar, dan ketulusan dalam mengabdi. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Kiprah Aparat