KOTA SOLOK—Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir mulai menekan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Kota Solok.
Lonjakan harga ini berdampak langsung pada penurunan penjualan pedagang yang selama ini bergantung pada margin keuntungan tipis.
Seorang pedagang plastik, Beni, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak dua minggu menjelang Lebaran Maret 2026 dan terus berlanjut hingga saat ini. “Sudah naik terus dari situ sampai sekarang,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Kenaikan harga dipicu oleh mahalnya bahan baku yang berdampak pada harga dari distributor. Kondisi ini membuat harga berbagai produk plastik mengalami lonjakan signifikan.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar 3 April 2026: Hujan Ringan, Padangpanjang Berpotensi Petir
Hampir semua jenis plastik terdampak, mulai dari kantong plastik, gelas sekali pakai, hingga peralatan makan sementara.
Beni menyebutkan, plastik jenis PE yang sebelumnya dijual Rp25.000 per pak kini mencapai Rp55.000 per pak.
Selain itu, thinwall naik dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per pak. Plastik murah yang sebelumnya Rp5.000 kini menjadi Rp10.000.
Kenaikan juga terjadi pada produk lain seperti kertas pembungkus yang naik dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 serta sendok plastik yang melonjak dari Rp10.000 hingga dua kali lipat.
Untuk pembelian dalam jumlah besar, harga juga mengalami peningkatan tajam. Kresek yang sebelumnya Rp630.000 per bal kini menembus Rp1 juta per bal. “Naiknya luar biasa, termasuk gelas dan semua jenis plastik,” kata Beni.
Baca Juga: Rumah IRT di Padangpariaman Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Juta
Penjualan Turun dan Pasar Lesu
Lonjakan harga ini berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Beni mengaku penjualannya turun drastis hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal.
“Biasanya beli 10 pak, sekarang cuma 5. Pembeli menurun tajam karena berhemat,” ujarnya.
Kondisi pasar juga terlihat sepi dengan transaksi yang melambat. Untuk mempertahankan pelanggan, pedagang terpaksa menurunkan margin keuntungan agar tetap bisa bersaing di tengah kenaikan harga.
Meski sebagian konsumen tetap membeli karena kebutuhan mendesak, banyak di antaranya mengurangi jumlah pembelian.
Baca Juga: Di Pariaman Terpasang HF Radar Senilai Rp28 Miliar, Bisa Deteksi Tsunami Dini
Stok Menipis dan Harga Belum Stabil
Selain harga yang terus naik, ketersediaan stok juga mulai terbatas. Beberapa jenis plastik dilaporkan sulit ditemukan di pasaran.
Beni mengaku belum dapat memastikan kapan harga akan kembali normal. Hal ini disebabkan pasokan dari distributor yang masih berfluktuasi.
Kondisi ini membuat pelaku usaha harus terus beradaptasi di tengah ketidakpastian harga dan pasokan bahan baku.(*)
Editor : Hendra Efison