PADEK.JAWAPOS.COM—Sebanyak 50 Bundo Kanduang Kota Solok mengikuti kegiatan penguatan integritas dan kesiapsiagaan menghadapi situasi kebencanaan yang digelar Tim Pengabdian Universitas Negeri Padang (UNP) di Gedung LKAAM Kota Solok, beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan DEPSIBU (Demplot Praktik Sosial-Edukatif Bundo Kanduang), sebuah inovasi yang menggabungkan edukasi kebencanaan dengan penguatan integritas dan ketahanan sosial berbasis komunitas.
Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas Bundo Kanduang agar dapat berperan dalam mendukung kesiapsiagaan keluarga dan masyarakat ketika menghadapi situasi kebencanaan.
Baca Juga: Favehotel Olo Padang Rayakan Anniversary ke-10, Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial
Perkuat Peran Bundo Kanduang Hadapi Bencana
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kota Solok, Edrizal, memberikan materi mengenai kesiapsiagaan serta peran masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan.
Penguatan juga diberikan dari perspektif sosial dan budaya oleh Dewan Pakar Bundo Kanduang Sumatera Barat, Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan. Ia membahas peran strategis Bundo Kanduang dalam membangun ketahanan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan dibuka oleh Novarizal, S.E., yang mewakili LKAAM Kota Solok.
Baca Juga: Cuaca Sumbar Hari Ini Jumat 21 Agustus 2026, Padang Hujan Ringan dan 6 Kota Berawan
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Pemberdayaan Bundo Kanduang melalui Demplot Praktik Sosial-Edukatif untuk Penguatan Integritas dan Ketahanan Sosial pada Situasi Kebencanaan di Kota Solok.”
Program pemberdayaan tersebut didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui BIMA Tahun 2026, pada Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Program berlangsung selama delapan bulan hingga Desember 2026. Tim pengabdian diketuai Dr. Monica Tiara, M.Pd., dengan anggota Irwan, S.IP., M.Sc., dan Rima Pratiwi Fadli, M.Pd.
Baca Juga: Truk Boks Es Krim Rem Blong Hantam Pembatas di Tikungan Tugu Semen Padang
Program tersebut juga melibatkan mahasiswa UNP, yakni Florentina M. Simarmata, Reva Putri Hermanita, dan Muhammad Fauzan. Dalam pelaksanaannya, tim bermitra dengan Bundo Kanduang Kota Solok yang diketuai Sitta Novembra, BA.
DEPSIBU Hadirkan Perangkat Edukasi Kebencanaan
Salah satu inovasi utama dalam program tersebut adalah DEPSIBU yang ditata di ruang Bundo Kanduang Kota Solok, Gedung LKAAM Kota Solok.
Demplot ini dirancang untuk mengintegrasikan media edukasi, perangkat kesiapsiagaan, pengorganisasian peran, serta praktik sosial-edukatif yang dapat digunakan Bundo Kanduang dalam membangun kesiapan menghadapi situasi kebencanaan.
Baca Juga: Dari Budaya ke Sekolah, UNP Dampingi Penyusunan Silabus BUMEN di Kepulauan Mentawai
DEPSIBU juga dilengkapi Buku Panduan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) “Pemberdayaan Bundo Kanduang dalam Penguatan Integritas dan Ketahanan Sosial pada Situasi Kebencanaan di Kota Solok.”
Buku panduan dan SOP tersebut menjadi acuan dalam pengelolaan serta pembagian peran Bundo Kanduang pada tahapan mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan situasi kebencanaan sesuai dengan kapasitasnya di tengah keluarga dan masyarakat.
Selain itu, program tersebut menyediakan sejumlah perangkat pendukung, seperti tas siaga bencana, rompi Tim Siaga Bencana Bundo Kanduang, serta berbagai media dan perlengkapan edukasi.
Baca Juga: 31 Guru Sosiologi Padang Dilatih UNP Cari Ide Riset dan Susun Proposal OPSI dengan AI
Perangkat tersebut diharapkan dapat mendukung proses praktik dan pendampingan sehingga pengetahuan mengenai kebencanaan tidak berhenti pada penyampaian materi.
Peserta Ikuti Simulasi melalui Permainan
Penguatan kapasitas dalam kegiatan tersebut dilakukan melalui metode yang lebih interaktif. Setelah memperoleh materi dari para narasumber, peserta dilibatkan dalam praktik sosial-edukatif melalui simulasi yang dikemas dalam bentuk permainan.
Dalam simulasi tersebut, peserta menghadapi sejumlah situasi yang mengharuskan mereka menentukan tindakan prioritas, mengenali kebutuhan kelompok rentan, membagi peran, membangun koordinasi, hingga mengambil keputusan ketika menghadapi keterbatasan sumber daya.
Baca Juga: Claude, ChatGPT hingga Gemini Storybook Diperkenalkan UNP untuk Transformasi Pembelajaran PAUD
Ketua Tim Pengabdian UNP, Dr. Monica Tiara, M.Pd., mengatakan pendekatan tersebut dikembangkan agar proses pemberdayaan tidak berhenti pada pengetahuan mengenai kebencanaan, tetapi dapat diterapkan dalam praktik yang sesuai dengan peran Bundo Kanduang.
“Melalui DEPSIBU, kami ingin Bundo Kanduang tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga mampu mempraktikkannya. Mulai dari membagi peran, menentukan prioritas, memperhatikan kelompok rentan, hingga mengambil keputusan dengan tetap menjaga nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, kepedulian, dan gotong royong,” ujar Monica.
Menurut Monica, Bundo Kanduang memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.
Baca Juga: Dosen hingga Alumni UNP Terlibat dalam Kemeriahan Siti Nurbaya Orchestra di Hari Jadi Kota Padang
Namun, program tersebut tidak ditujukan untuk menjadikan Bundo Kanduang sebagai petugas kebencanaan. Fokusnya adalah memperkuat kapasitas dan pengorganisasian peran Bundo Kanduang dalam mendukung kesiapsiagaan keluarga dan masyarakat.
“Kesiapsiagaan dapat dimulai dari keluarga yang mengetahui apa yang harus dilakukan dan komunitas yang mampu bergerak bersama. Pada saat yang sama, integritas menjadi penting karena dalam kondisi darurat akan ada keputusan, prioritas, dan sumber daya yang harus dikelola secara adil dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Program Berlanjut hingga Desember 2026
Kegiatan yang digelar pada 19 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari rangkaian program pemberdayaan yang akan terus berlangsung hingga Desember 2026.
Baca Juga: Putri SMA Don Bosco Ingin Putus Rekor Kekalahan dari Adabiah 2 di Final DBL 2026 West Sumatra
DEPSIBU, buku panduan, SOP, perangkat kesiapsiagaan, serta praktik sosial-edukatif akan terus dimanfaatkan dan diperkuat melalui kegiatan pendampingan bersama mitra.
Melalui kolaborasi antara UNP dan Bundo Kanduang Kota Solok, program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, tetapi juga memperkuat integritas, pembagian peran, serta ketahanan sosial yang berawal dari keluarga dan komunitas.
Dengan pendekatan berbasis komunitas, Bundo Kanduang diharapkan semakin mampu mendukung keluarga dan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan sekaligus menjaga nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, kepedulian, dan gotong royong ketika menghadapi situasi darurat. (*)
Editor : Adetio Purtama