PADEK.JAWAPOS.COM — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Solok membekali kader baru dengan kemampuan analisis sosial dan pengorganisasian massa melalui Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) yang berlangsung di Komplek SKB Kota Solok, 24–26 September 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan Jiwa Marhaenis, Menguatkan Peran Mahasiswa dalam Perjuangan Rakyat” itu diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Ketua DPC GMNI Cabang Solok, Andri, mengatakan KTD menjadi bagian penting dalam pembentukan kader yang memahami ideologi Marhaenisme sebagaimana diajarkan Bung Karno.
Menurutnya, kaderisasi tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan organisasi, tetapi juga membangun kesadaran, keberanian, dan tanggung jawab kader.
“Kegiatan KTD merupakan bagian penting dalam proses kaderisasi organisasi. Karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, bukan hanya untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi juga untuk membangun kesadaran, keberanian, dan tanggung jawab sebagai kader,” kata Andri saat pembukaan KTD, Kamis (24/9/2026).
Ketua Panitia KTD, Adam Alqibsyy, menyampaikan peserta pada hari pertama mendapatkan materi dasar tentang ke-GMNI-an, sejarah perjuangan GMNI, serta pengenalan dasar-dasar Marhaenisme.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pendalaman ideologi, analisis sosial, dan teknik pengorganisasian massa.
Andri mengatakan kemampuan tersebut penting agar mahasiswa mampu memahami persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Ia menegaskan mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan, seperti ketimpangan sosial, kemiskinan, dan ketidakadilan.
“Mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat. Nilai-nilai Marhaenisme mengajarkan kita untuk setia pada penderitaan rakyat. Melalui KTD ini, kita ingin melahirkan kader-kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka secara sosial dan berani berjuang,” ujarnya.
Ketua DPD GMNI Sumatera Barat, Fikri Lafendra, mengatakan kaderisasi menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi.
KTD merupakan salah satu jenjang kaderisasi formal GMNI untuk membekali anggota baru agar memahami asas, ideologi Marhaenisme, dan garis perjuangan organisasi.
“Kaderisasi adalah fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Karena itu, kader GMNI harus memiliki ideologi yang kuat, wawasan yang luas, serta keberanian untuk mengambil peran dalam menjawab persoalan rakyat,” ujar Fikri.
Menurut Fikri, KTD juga menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
Perwakilan Alumni GMNI Solok, Titony Tanjung, M.Pd, turut mengapresiasi pelaksanaan KTD tersebut.
Ia menilai organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, mengembangkan diri, sekaligus memahami berbagai persoalan masyarakat.
Ia berharap GMNI di Solok terus berkembang dan melahirkan kader yang memiliki kepedulian sosial serta komitmen memberikan kontribusi positif di lingkungan kampus dan masyarakat.
KTD GMNI Cabang Solok berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (26/9/2026), dengan rangkaian materi yang diarahkan untuk memperkuat pemahaman ideologi, kemampuan analisis sosial, serta keterampilan pengorganisasian peserta.(*)
Editor : Hendra Efison