Memang kenyataan itu tidak seindah ekspetasi yang kita impikan. Kenyataan kadang berbanding terbalik dengan sesuatu yang dinamakan takdir, takdir dari Rabb adalah takdir yang paling terbaik dan terindah. Ya itulah yang disebut dengan kehidupan.
Kehidupan seperti roda yang berputar ketika dijalankan oleh pengendaranya kadang ada di atas kadang ada dibawah. Ketika kita di atas ingatlah orang yang sedang di bawah, mereka ingin seperti yang kita rasakan dan yang kita dapati.
Kehidupan adalah perjalanan, perjalanan tidak penting siapa didepan ataupun di belakang yang penting adalah siapa yang sampai digaris finis. Kehidupan ini bukan sesuatu yang didapat atas nama sebuah prestasi dunia, tetapi kehidupan itu lebih dari sesuatu yang dianggap orang prestasi.
Kehidupan ini adalah sebuah rahmat yang harus di syukuri, sebuah rahmat yang harus diterima karena setiap kehidupan itu sudah ada garisan dan ketetapannya. Setiap rezeki itu sudah ada takarannya, sudah ada alamat yang akan menerima.
Jangan mengejar rezeki di dunia karena Rabb sudah mengaturnya. Bersyukurlah ketika merasa lelah, tidak semua orang ditakdirkan oleh Rabb sang pencipta sekuat dirimu. Kehidupan ini merupakan proses dan perjalanan menuju akhirat.
Kehidupan ini bukan persoalan untung dan rugi tetapi kehidupan ini lebih dari mencari rahmat dari sang pencipta. Ya kehidupan ini tidak terlepas dari ujian, cobaan dan keberkahan dari maha yang berkuasa di atas bumi dan langit ini.
Hiduplah seperti pohon kelapa yang disetiap anggota tubuhnya bermanfaat untuk kemakmuran orang banyak. Kehidupan adalah fase menuju kehidupan yang sebenarnya, fase di mana kita akan kekal selamanya disana.
Kehidupan ini tidak harus diratapi atau ditangisi jangan mengalah dengan keadaan yang ada tapi berjuanglah atas nama kehidupan. Jangan lelah untuk mencoba, memang tidak ada jaminan akan kesuksesan, tetapi memilih untuk tidak mencoba adalah jaminan kegagalan.
Kehidupan akan selalu berjalan diatas nama kesedihan dan ujian. Setiap ujian itu, yang diberikan oleh Rabb sang pencipta adalah pendewasaan terhadap dirimu, yakinlah setiap ujian selalu bersanding dengan kebahagian, setiap masalah selalu bergandengan dengan solusi terbaik sebagai mana yang Rabb jelaskan dalam surat Al Insyirah ayat lima dan enam.
Setiap kesulitan yang ada akan membuat hidupmu lebih menarik dan unik.
Jangan meratapi sesuatu yang pergi darimu, karena sesuatu yang dambil dari mu akan diberikan gantinya oleh sang pemiliknya. Tersenyumlah setiap ujian yang menghampirimu, karena ujian yang menerpamu itu adalah proses kehidupan.
Jangan kekecewaan menghancurkan mimpimu tetapi bangkitlah untuk sebuah harapan yang lebih besar. Jangan engkau berharap kepada orang lain karena bayanganmu sendiri dapat meninggalkanmu saat ada kegelapan. Sebagimana Ali bin Abi Thalib berkata, “Aku sudah pernah merasakan kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia”.
Kehidupan ini adalah tahapan menuju kearifan bagaimana dirimu arif dalam bertindak dan bersikap. Jangan pernah ada rasa membenci siapapun tak peduli seberapa banyak kesalahan yang mereka lakukan terhadap dirimu, hiduplah dengan selalu memaafkan sebagai mana Allah jelaskan dalam surat Ali Imran ayat 134 dan 135.
Bisa jadi sesuatu yang membuatmu tersakiti ada kebaikan yang luar biasa yang tersimpan didalamnya. Ya itulah kehidupan jangan pernah membandingkan kehidupan mu dengan orang lain, karena antara bulan dan matahari akan bersinar sesuai dengan waktunya.
Karena hakikat kehidupan itu rezeki masing-masing sudah ada garisanya jauh sebelum dirimu dilahirkan, apa yang engkau anggap sekarang terbaik, belum tentu itu baik, karena hakikat kebaikan itu cuma dinilai oleh sang pencipta.
Apapun yang engkau putuskan untuk dirimu itu adalah sebuah keputusan terbaik dari Rabb mu. Jangan malas untuk berjuang akan sebuah masa depan. Kehidupan ini adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dengan sungguh- sungguh.
Marilah berdamai dengan segala sesuatu yang membuatmu tersakiti dan kecewa. Apapun itu tetaplah tersenyum dengan kehidupan ini karena dengan tersenyum engkau akan berdamain dengan rasa pahit dan rasa kecewa dalam kehidupan.
Berjuanglah dan berdamailah dengan keadaan, jangan meratapi sesuatu yang engkau sedih dibuatnya. Tetaplah berdamai dengan diri dan asa yang dibangun atas namanya ketaatan kepada sang pencipta. (***) Editor : Novitri Selvia