Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPTD SMP Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh, Indahnya Berbagi Praktik di MGMP

Novitri Selvia • Rabu, 12 Oktober 2022 | 13:16 WIB
SEMANGAT: Para guru MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Limapuluh Kota bersemangat untuk berbagi ilmu.(IST)
SEMANGAT: Para guru MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Limapuluh Kota bersemangat untuk berbagi ilmu.(IST)
Musyawarah Guru Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Limapuluh Kota, kembali hadir di Pondok Baca Asa Kreatif, Selasa 11 Oktober 2022. Ada 2 agenda yang menjadi pembahasan saat itu, di antaranya penampilan Aksi Nyata oleh Nansiko Indah Taman hati, M.Pd sebagai pelengkap tugas pada PMM yang tengah dikerjaan saat ini.

Nansiko menguraikan tentang pemahaman Merdeka Belajar dengan memberikan beberapa contoh yang menarik buat guru-guru sekaligus memahami cara mempraktikkan aksi nyata tersebut.

Agenda kedua melanjutkan pembuatan perangkat ajar Ibu Sesmi Anggia, S.Pd yang kali ini tentang pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada kurikulum merdeka di kelas VII.

Walau pun perakitan perangkat ajar khusus pada LKPD tersebut dapat diciptakan oleh masing-masing guru yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolahnya, namun perlu dipancing minat rekan kerja untuk berbuat yang lebih baik dan dapat pula saling berbagi ilmu di wadah MGMP.

Nansiko dan Sesmi Anggia, keduanya adalah guru Bahasa Indonesia di UPTD SMPN 1 kecamatan Payakumbuh. Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Limapuluh Kota, Drs. Amsil,MM menegaskan bahwa tanpa kebersamaan, semua ini tak akan terjawab dengan pasti.

Maksudnya, bahwa saling mengisi kekosongan atau kekurangan merupakan tujuan utama dari MGMP. Maka dari itu, beliau berharap bagi rekan kerja yang dapat berbagi ilmu di wadah ini, akan diberi kesempatan yang seluas-luasnya.

Begitu juga bagi sahabat guru yang butuh ilmu/pengetahuan, tentunya dapat mengikuti dengan cermat. Apalagi saat ini, dengan hadirnya kurikulum merdeka para guru tidak boleh berdiam diri dengan berpangku tangan serta menggunakan perangkat yang tidak layak lagi disuguhkan ke peserta didik.

Alasannya, dengan perkembangan zaman kita tidak lagi berhadapan dengan anak didik yang mau merima semua yang kita curahkan. Anak-anak sudah bergelut dengan media sosial, di mana mereka akan banyak menemukan hal-hal baru sesuai perekembangan tersebut.

Jika seorang guru masih bersikukuh dengan teori lama, tentunya peserta didik tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Oleh sebab itu, kreativitas serta inovasi guru sangat dibutuhkan untuk menjadikan kelas belajar yang merdeka.

Nantinya akan melahirkan generasi cerdas, berkarakter, inovatif, mandiri atau lengkapnya peserta didik dengan Profil Pancasilanya. Kegiatan mulia yang disebut dengan MGMP, khusus di Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP/MTs Kabupaten Limapuluh Kota biasanya diadakan di UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau.

Kali ini sengaja dialihkan ke Pondok Baca Asa Kreatif miliknya Sesmi Anggia atau yang lebih akrap dipanggil Bu Ten. Di samping ruang pertemuan sekolah dipakai untuk kebutuhan kegiatan lain di Limapuluh Kota, juga ingin mengulang jejak yang dulunya secara rutin digelar di Pondok Baca tersebut.

Bahkan sejarah singkat dari berdirinya Pondok Baca Asa Kreatif tersebut, bermula dari kepedulian akan gerakan literasi masyarakat. Bahkan kegiatan FMGMP Sumbar sudah berulang kali dilaksanakan di ruang sederhana itu.

Di tahun 2017 di bulan April, pengguntingan pita dalam rangka meresmikan pusat kegiatan literasi di Pondok Baca Asa Kreatif, dilangsungkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota, Indrawati, M.M.Pd beserta pengawas Mata Pelajaran Eldawati, M.Pd.

Ketika itu pun langsung digelar acara FMGMP Sumbar yang diketuai oleh Yurnelis, M.Pd.
Keyakinan ke depannya, dengan kepedulian segala pihak pemangku jabatan khusus di bidang pendidikan, aktivitas MGMP akan semakin diminati.

Dalam arti kata bukan terpaksa, melainkan merupakan suatu kebutuhan. Dirasakan sekali ketika adanya perubahan kurikulum dari kurtilas ke Kurikulum Merdeka, para guru jadi antusias menemukan hal-hal baru dan menarik serta bermanfaat untuk dikembangkan.

Baik itu dari guru yang sudah menjalankan di tahun kedua, karena ada sekolah yang dijadikan viloting atau dinamakan Sekolah Penggerak untuk melaksanakan kurikulum merdeka ini yakni UPTD SMPN 1 Kecamatan Payakumbuh, dan UPTD SMPN 1 Kecamatan Luak dengan kepala sekolah Harnieti, M.Pd.

Guru-guru itulah yang saat ini diharapkan membagi praktik baiknya kepada sekolah/guru yang akan menggunakan kurikulum merdeka ini. Untuk itu, cara yang efektif dan efisien adalah di MGMP mata pelajaran masing-masing. Dengan demikian, khusus di Limapuluh Kota tak asing lagi bahwa dengan gebrakan berbagi ilmu/praktik baik, MGMP menjadi lebih bersemangat. Oktober 2022.(***) Editor : Novitri Selvia
#UPTD SMPN 1 Kecamatan Payakumbuh #Berbagi Praktik #mgmp