Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gebyar Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke-77

Novitri Selvia • Rabu, 23 November 2022 | 12:03 WIB
Drs. Faisal Adri Guru UPTD SMPN 3 Kecamatan Bukikbarisan
Drs. Faisal Adri Guru UPTD SMPN 3 Kecamatan Bukikbarisan
Setelah dua tahun lebih Pandemi Covid-19 berlangsung, tidak memadamkan semangat para guru, tapi justru malah menyalakan obor perubahan. Sebagaimana dikemukan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim dalam pidatonya pada peringatan Hari Guru Nasional satu tahun yang lalu.

Di mana Mas Nadiem mengapresiasi semangat transformasi Digital melalui Gerakan Merdeka Belajar. “Saat sekarang Merdeka Belajar sudah berubah dari suatu kebijakan menjadi suatu gerakan, misalnya penyederhanaan kurikulum sebagai salah satu kebijakan Merdeka Belajar yang telah berhasil melahirkan ribuan Inovasi pembelajaran,” ucap Nadiem.

“Gerakan ini semakin kuat karena gerakan ini hidup dalam setiap insan para guru yang punya keberanian untuk melangkah ke depan menuju satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara,” sambungnya

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 77 tahun ini, Bupati Limapuluh Kota Syafaruddin Dt. Bandaro Rajo, mengajak semua guru yang terhimpun dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk menyatukan semangat serta bergerak serentak dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berbudaya dan berdaya saing di Limapuluh Kota.

PGRI adalah mitra strategis pemerintah untuk memajukan dan menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan dengan arif dan bijaksana demi tercapainya pendidikan nasional bermutu untuk menjadikan Indonesia Unggul,” ujar Bupati Limapuluh Kota, Syafaruddin.

Ini sejalan dengan misi prioritas daerah yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai program prioritas utama dalam mewujudkan visi daerah yakni mewujudkan “Limapuluh Kota Madani, beradat, dan berbudaya dalam kerangka Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.

Lebih lanjut Bupati menekankan kepada UPTD agar mampu melaksanakan tugas dengan baik dan optimal, terutama memberikan pengabdian bagi pembangunan di Bidang Pendidikan.

“Saya yakin dan percaya bapak dan ibu guru memiliki kapasitas dan kemampuan sebagai garda terdepan mendidik generasi muda Limapuluh Kota. Dan mampu menjaga amanah yang diberikan, tidak hanya menjaga amanah sebagai pimpinan, tetapi amanah kepada yang lebih besar yakninya Kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mempunyai dedikasi dan loyalitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas agar berkonstribusi positif untuk menunjang tugas di bidang pendidikan,” kata Safaruddin.

Selain itu, dilaksanakannya Pekan olah raga, seni, dan agama (Porsenag) juga bernilai strategis untuk meningkatkan silahturahim dan solidaritas antar anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Kabupaten Limapuluh Kota.

Ajang Porsenag juga berpotensi menumbuhkembangkan persatuan para guru dan membangun kejujuran, sportifitas serta membentuk mental yang tangguh. Sehingga melalui Pekan olah raga seni dan agama, guru yang identik dengan pahlawan tanpa tanda jasa ini bisa meningkatkan kompetensi dan mendulang berrbagai prestasi di level Provinsi maupun Nasional.

Yang sangat berdampak pada kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Limapuluh Kota. Demikian Bupati Limapuluh Kota dalam memberikan amanat sebagai pembina upacara Pembukaan Porsenag PGRI tingkat Kabupaten Limapuluh Kota di Lapangan UPTD SMP Negeri 5 Kecamatan Lareh Sago Halaban pada Sabtu, 19 November 2022 sekaligus membuka secara resmi kegiatan Porsenag tersebut.

Di sisi lain, pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Limapuluh Kota, Indrawati, M.Pd menyatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru. Terutama dalam meningkatkan status kepegawaian guru melalui seleksi untuk proses pengangkatan guru honorer menjadi pegawai ASN ataupun PPPK.

Termasuk juga memberikan bantuan kepada guru-guru honorer yang telah mengabdikan diri mencerdaskan masyarakat Limapuluh Kota. Dalam hal ini, Indrawati menghargai komitmen PGRI dalam memperjuangkan nasib para guru honorer dengan kategori maupun non kategori, khusunya yang berusia di atas 35 tahun, agar diberikan kesempatan menjadi ASN-PPPK.

“PGRI juga memberikan masukan masukan yang konstruktif terhadap Peta Jalan Pendidikan (PJP) Nasional dan kebijakan tata kelola guru lainnya. Organisasi PGRI adalah lembaga yang sangat terpercaya. Dengan tujuan PGRI adalah menjadikan guru profesional, mensejahterakan guru, guru harus punya kreatifitas, berinovasi dalam setiap kegiatan ataupun dalam proses pembelajaran, tampil prima setiap saat,” Imbuh Indrawati.

Turut hadir dalam acara pembukaan Porsenag PGRI ke 77 Lima Puluh Kota tersebut adalah Ketua PGRI Sumbar, Drs. Darmalis, M.Pd yang dalam sambutannya, memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada para guru anggota PGRI Limapuluh Kota, bahwa setiap tahun terus mengadakan kegiatan Posenag.

Di mana kegiatan serupa agar kiranya dapat memberikan contoh dan motivasi kepada PGRI Kabupaten lainnya di Sumatera Barat, supaya secara bersama turut membangun kualitas, kuantitas dan kompetensi sumber daya manusia, khususnya para guru, baik ASN, PPPK ataupun honorer.(***) Editor : Novitri Selvia
#Gebyar Hari Guru Nasional #HUT PGRI Ke-77 #ucapan hari guru #Drs. Faisal Adri #pgri #hari guru