Alhamdulillah Kemendikbudristek meluncurkan merdeka belajar dan episode kelimanya yaitu program guru penggerak yang dibuka pada bulan Juli tahun 2020. Tujuannya untuk menyatukan pemahaman, visi dan misi pendidikan.
Kota Payakumbuh berkesempatan mengikuti PGP ini pada angkatan ke 6 tahun 2023. Sebagai orang yang suka tantangan, saya juga mencoba mengambil peluang ini menjadi pengajar praktek. Alhamdulillah berkat usaha, motivasi dan bimbingan dari Pemerintah Kota Payakumbuh, khususnya Dinas pendidikan saya lulus sebagai pengajar praktek angkatan 6.
Setelah menjalani diklat sebagai pengajar praktek selama 15 hari secara online, semakin membuka mata hati dan pikiran saya bahwa selama ini banyak kesalahan yang telah kita lakukan pada murid, belum memperhatikan apa maunya murid, mengajar secara konvensional dan guru sebagai sumber belajar yang utama, padahal di era sekarang ini guru hanya sebagai fasilitator. Banyak ilmu yang saya dapatkan dan In Syaah Allah akan saya imbaskan pada guru-guru.
Sebagai pengajar praktek saya mendampingi 7 orang CGP dari 51 CGP angkatan 6 yang ada di kota Payakumbuh, saya melihat dan mendampingi CGP mengimplementasikan penbelajaran daring di sekolahnya, baik terhadap murid maupun pengimbasan pada teman sejawat.
Saya juga memperhatikan luar biasanya fasilitator memberikan motivasi dan arahan pada CGP mengerjakan tugas di LMS. Begitupun instruktur memberikan pendalaman materi yang dipelajari CGP pada LMS. Bagi saya program guru penggerak ini betul-betul luar biasa dan bermakna.
Materi yang ada pada semua modul sangat menarik dan luar biasa bisa diimplementasikan di lapangan. Pada saat pendampingan saya menemukan bahwa modul 1 mampu merubah mindset CGP terhadap murid. Ini yang dirasakan CGP sendiri, maupun respon dari atasan CGP yang kami tanyakan.
Guru termotivasi menggali potensi peserta didik karena dia yakin semua anak punya potensi. Modul 2 diakui oleh semua CGP meningkatkan profesionalitas bagaimana menghadapi murid dengan pembelajaran berdiferensiasi dan sosial emosional.
Bagaimana agar guru tidak stres lagi menghadapi murid generasi Zet ini yang luar biasa, berani mengkritik guru dan cerdas digital, menuntut guru harus belajar untuk mahir IT. Yang sangat menarik lagi pada modul 2 ini adalah praktek coaching, CGP yang sudah paham dengan prinsip coaching mempunyai motivasi yang kuat membantu teman atau murid mengatasi masalah dengan mereka cari sendiri solusinya.
Pada modul 3 CGP belajar tentang kepemimpinan, bagaimana mengambil keputusan, membuat program yang berpihak pada murid dengan mengidentifikasi semua asset yang ada di sekolah, belajar berkolaborasi dengan semua aktor yang akan terlibat dalam pelaksanaan program yang berpihak pada murid di sekolah. Sehingga kedepannya lahir pemimpin yang tergerak, bergerak dan menggerakkan.
Dalam mengikuti program guru penggerak ini banyak juga tantangan yang dihadapi oleh CGP, terutama masalah waktu, mengerjakan tugas di LMS dan tugas pokok sebagai guru di sekolah. Kurangnya respon teman sejawat terhadap ilmu baru yang mau diimbaskan padanya.
Pada awalnya CGP merasa cemas tidak akan bisa menyelesaikan tugas di LMS ternyata setelah dijalani semua CGP bisa mengatur waktu belajarnya, mereka mengatakan bahwa orientasipun berubah tidak lagi masuk PGP ini untuk mengharapkan jadi kepala sekolah. Namun pelajaran yang didapat luar biasa menjalankan tugasnya sebagai guru.
Lokakarya adalah kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh CGP. Karena berkumpul dengan orang-orang hebat yang punya semangat luar biasa untuk membuat perubahan di dunia pendidikan.
Sebagai PP lokakaryalah tempat saya berbagi pemahaman materi yang ada di modul, sehingga saya harus belajar lagi materi yang ada di LMS. Kolaborasi yang baik antar PP menjadikan kegiatan lokakarya hidup, gembira dan menyenangkan.
Tanpa terasa dari jam 08.00 sampai jam 16.00 tidak ada yang izin pulang, tidak ada yang mengantuk sedang belajar, semua punya semangat yang sama. Sehingga motto tergerak, bergerak dan menggerakkan menjadi penyemangat bagi CGP dan PP dalam melaksanakan program guru penggerak ini. (Aslina Roza M.Pd, KEPALA SDN 61 PAYAKUMBUH) Editor : Novitri Selvia