Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPTD SD Negeri 02 Pangkalan, Berharap Jauh Dari Tamu Tak Diundang

Novitri Selvia • Rabu, 17 Januari 2024 | 13:30 WIB
KERJA KERAS: Para murid UPTD SD Negeri 02 Pangkalan terlihat sibuk membersihkan kelas mereka yang dilanda banjir beberapa waktu lalu.(TIM LAMANN GURU)
KERJA KERAS: Para murid UPTD SD Negeri 02 Pangkalan terlihat sibuk membersihkan kelas mereka yang dilanda banjir beberapa waktu lalu.(TIM LAMANN GURU)
Setiap musim hujan tiba, kami, warga sekolah UPTD SD Negeri 02 Pangkalan mulai gelisah dan mulai mengevakuasi alat sekolah serta buku-buku ke tempat yang lebih aman.

Hal seperti ini sudah sering terjadi sehingga menyebabkan trauma bagi kami. Masih teringat jelas ketika air Sungai Batang Mahat mulai naik ke permukaan pada saat kejadian banjir di tahun 2016 dan 2017.

Pada saat itu banjir memporak-porandakan rumah, mesjid, lahan-lahan yang menjadi sumber mata pencaharian warga, serta tempat anak-anak menuntut ilmu.

Banyak kerugian yang dialami pasca banjir, khususnya sekolah, buku-buku dan alat sekolah lainnya tidak layak lagi untuk dipakai. Hal ini dikarenakan pada saat itu tingginya debit air mencapai loteng sekolah.

Banjir terkadang ibarat tamu tak diundang. Menggerogoti pikiran warga sehingga muncullah perasaan was-was dan cemas. Ya, akhirnya dia datang kembali.

Pada hari Selasa, 26 Desember 2023 banjir menghampiri lingkungan sekolah sampai kedalaman dua meter. Ibarat kata “sudah membudaya”, kami telah memikirkan ancang-ancang sebelum banjir melanda.

Saya dan teman-teman segera mengevakuasi alat-alat yang bisa diselamatkan, seperti printer, infokus, sound sytem, dan chroombook.

Tak disangka, ternyata gerak banjir mengalahkan langkah kami. Buku-buku perpustakaan akhirnya ditelan banjir dan tidak bisa kami selamatkan. Sehari pasca banjir saya dan teman-teman datang ke sekolah diiringi perasaan yang campur aduk.

Kami terkejut melihat keadaan sekitar. Semua mobiler dan alat-alat sekolah diporak-porandakan oleh banjir, padahal satu minggu lagi anak-anak akan kembali ke sekolah untuk memulai aktivitas belajar semester dua.

Administrasi guru, kelas yang rapi, dan dinding sekolah yang baru dicat habis terendam oleh banjir. Padahal itu semua sudah dipersiapkan untuk menyambut akreditasi sekolah tahun ini.

Saya sejenak terdiam, mengingat banjir yang sebelumnya juga membuat sekolah yang saya cintai ini berantakan. Sampai kapan sekolah saya seperti ini? Sungguh kejadian ini membuat kami trauma.

Tapi di sisi lain, saya tidak ingin larut dalam kesedihan ini. Saya harus bangkit, mengingat anak didik saya yang lebih trauma lagi karena rumah mereka yang juga terendam oleh banjir. Semangat mulai muncul karena empat hari lagi aktivitas sekolah akan dilaksanakan.

Saya dan rekan-rekan bersama bantuan Tim Damkar Kecamatan Pangkalan Koto Baru pada hari Jumat, 29 Desember 2023 mulai membersihkan lumpur-lumpur yang ada di lingkungan sekolah, seperti ruang kepala sekolah, ruang majelis guru, kelas, musholla, dan perpustakaan.

Dalam giat tersebut kami mengumpulkan barang yang masih layak pakai untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Selanjutnya pada hari Rabu, 3 Januari 2024 bantuan lain datang dari Tim K3S dan Tim Damkar Kecamatan Pangkalan Koto Baru membersamai kami untuk membersihkan kembali ruangan dan alat -alat yang masih berserakan.

Kami terharu dan sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dalam memulihkan keadaan sekolah hingga menjadi bersih kembali.

Kunjungan pengawas sekolah, Bapak Maswir, S. Pd. dan Bapak Ismon Nurhalim, S. Pd., Ketua K3S Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Bapak Zainal, S.Pd., serta Kabid Dinas Pendidikan, Bapak Asnawaldi juga menjadi obat bagi kami, keluarga besar SD Negeri 02 Pangkalan.

Semoga laporan data yang sudah kami berikan untuk bantuan alat-alat sekolah yang terkena banjir kiranya terwujud untuk menunjang lancarnya proses belajar mengajar.

Di sisi lain, menghilangkan trauma bagi anak didik saya juga tak kalah penting dilakukan, sebab mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dan diselamatkan dari rasa trauma mereka. Murid saya adalah anak yang kuat dan hebat.

Seperti peribahasa “Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”. Disaat mereka membantu orang tuanya membersihkan rumah, mereka juga bersemangat datang ke sekolah untuk menolong guru-guru membersihkan lingkungan sekolah.

Inilah bukti ketulusan dan tanda cinta mereka terhadap sekolahnya. Ibu guru yakin, Nak! Suatu hari nanti kalian akan menjadi anak yang kuat dalam menghadapi dunia yang keras ini. Begitu juga dengan saya yang sudah mulai menerima dan merasa kuat dengan kejadian ini.

Peristiwa ini menyadarkan saya bahwa ada satu tanggung jawab tambahan lagi, yaitu menghilangkan trauma peserta didik pasca banjir. Saya jadi ingat dengan sebuah kata pepatah “ Nahkoda yang tangguh tidak lahir dari air yang tenang”.

Hal ini menginspirasi saya untuk bisa menjadi guru yang kuat bagi anak didik yang selalu kedatangan tamu tak diundang ini, alias banjir. Besar harapan kami semoga bencana banjir ini tidak terjadi lagi sehingga anak-anak dapat belajar dengan tenang.

Memulai dari nol memang berat dan melelahkan. Pasca banjir, bantuan dan alat yang rusakpun tidak seimbang. Semoga ada solusi dari pihak pemerintah untuk sekolah kami yang selalu rutin terkena banjir. Saya dan rekan guru berharap sekolah kami bisa dibuat bertingkat.

Hal ini akan sangat berguna untuk tempat mengevakuasi barang siaga banjir. Sebab kalau musim hujan melanda, kami, warga UPTD SDN 02 Jorong Lakuak Gadang Nagari Pangkalan Kecamatan Pangkalan Koto Baru, sering khawatir dan takut jika banjir melanda dan memporak-porandakan kembali sekolah kami.(Yeni Lukman, S.Pd.SD, GURU UPTD SDN 02 PANGKALAN) Editor : Novitri Selvia
#tamu tak diundang #UPTD SD Negeri 02 Pangkalan #Yeni Lukman