Program Gerakkan Literasi Sekolah ini dilaksanakan dengan praktik-praktik baik tentang literasi dengan menjadikan kebiasaan serta membudayakan pada lingkungan sekolah.
Gerakkan Program literasi yang dilaksanakan pada satuan pendidikan atau sekolah tidak sekedar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir tetapi bisa juga dengan menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori.
Sedangkan Literasi sendiri merupakan keterampilan penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik memengaruhi tingkat keberhasilannya, baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ini juga sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.
Saya sebagai Kepala SDS IT IPHI Payakumbuh yang merupakan Sekolah Penggerak Angkatan 3 ingin lebih memahami tentang program literasi sekolah serta menggerakkan perpustakaan sekolah sebagai motor utama dari gerakkan literasi dengan melakukan kunjungan ke Perpustakaan Nasional yang ada di Jakarta pada Selasa, 6 Februari 2024.
Dalam kunjungan kali ini saya bersama rekan-rekan Kepala Sekolah Penggerak Angkatan 3 yang di dampingi oleh Dr. Dasril, S.Pd, M.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nikmat Elva, M.Pd selaku Kasi Kurikulum SD serta Syafrionarita, S.Pd sebagai pengawas SD.
Dalam melakukan kunjungan kali saya beserta Kepala Sekolah Penggerak Angkatan 3 mendapatkan kesempatan untuk melakukan studi tiru untuk menggali pemahaman dan pengalaman tentang perpustakaan yang sesuai standar yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah yang menciptakan literat-literat terbaik.
Ketika sampai di Perpustakaan Nasional Jakarta kami disambut langsung oleh Deputi Perpustakaan Nasional. Ketika kami melangkah masuk ke dalam Perpustakaan Nasional, udara yang tenang dan suasana yang hening seolah menyambut kedatangan kami.
Kami merasa terpesona kemegahan ruangan, dengan langit-langit tinggi serta lampu gantung yang bersinar terang, menerangi setiap sudut. Kami memutuskan untuk memulai kunjungan dengan menjelajahi bagian arsip dan koleksi kuno.
Di sana, kami menemukan berbagai artefak bersejarah, seperti gulungan manuskrip kuno, peta kuno yang rapuh, dan benda-benda bersejarah lainnya yang menceritakan kisah-kisah masa lalu yang menakjubkan.
Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke bagian referensi, di mana rak-rak penuh dengan buku-buku tentang berbagai topik mulai dari ilmu pengetahuan hingga seni. Kami merasa seperti berada di tengah-tengah surga pengetahuan, dengan begitu banyak sumber daya yang tersedia untuk dieksplorasi.
Tak lama kemudian, kami dibawa ke bagian fiksi, di mana rak-rak diisi dengan berbagai karya sastra dari penulis-penulis terkenal. Kami merasa tertarik untuk membaca beberapa novel baru walau hanya beberapa lembar.
Karena waktu juga yang menghukum kami kemudian perjalanan kami lanjutkan kebagian karya-karya klasik yang telah lama saya kenal. Setelahnya kunjungan kami lanjutkan ke ruang baca, di mana orang-orang duduk dengan tenang, tenggelam dalam buku-buku mereka masing-masing.
Kami juga bergabung dengan mereka, menemukan sudut yang nyaman dan memulai perjalanan ke dalam halaman-halaman buku yang mengangkatku ke dunia yang berbeda.
Adapun tujuan dari kunjungan saya dan rekan-rekan Kepala Sekolah Penggerak Angkatan 3 ke Perpustakaan Nasional, selain untuk menambah ilmu tentang gerakkan literasi sekolah yang ingin lebih kami tingkatkan, juga untuk memperoleh pengetahuan tentang perpustakaan yang ideal bagi seluruh warga sekolah, yang dapat meningkatkan kompetensi tidak hanya tentang literasi semata.
Tetapi juga ingin membuat seluruh warga sekolah menjadi seorang literat serta untuk persiapan akreditasi perpustakaan nantinya.
Banyak hal yang kami dapatkan dari kunjungan ini terutama tentang pemahaman perpustakaan yang ideal, yang harus dimiliki oleh satuan pendidikan, atau sekolah.
Selain itu mengunjungi perpustakaan ini juga untuk memperluas pengetahuan kami tentang berbagai topik, mempelajari karya sastra dan seni dan lainnya yang dapat menambah pengetahuan baru. Bagi beberapa orang, mengunjungi perpustakaan nasional juga bisa menjadi cara yang baik untuk bersantai dan melepaskan diri dari kehidupan sehari-hari.
Mereka mungkin menikmati atmosfer yang tenang dan damai di perpustakaan, membaca buku-buku favorit mereka, atau bahkan hanya berjalan-jalan melalui lorong-lorong buku yang penuh dengan pengetahuan.
Setelah beberapa jam melewati waktu dengan membaca dan belajar, kami akhirnya meninggalkan Perpustakaan Nasional dengan hati yang penuh dengan pengetahuan baru dan pengalaman yang berharga. Kami tahu bahwa kunjungan ini hanya awal dari petualangan panjang sekolah kami dalam mengeksplorasi kekayaan pengetahuan yang tersedia di Perpustakaan Nasional.
Dengan hati yang penuh rasa syukur, akhirnya kami meninggalkan Perpustakaan Nasional, yang memberikan pengalaman dan pengetahuan yang berharga sehingga kami dapat untuk terus mengeksplorasi kekayaan pengetahuan yang tersedia di sana.(Ananda Putra, M.Pd, KEPALA SDS IT IPHI PAYAKUMBUH) Editor : Novitri Selvia