Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPT SD Negeri 33 Paninjauan, Tumbuhkan Karakter Lewat Budaya Bersalaman

Novitri Selvia • Jumat, 23 Februari 2024 | 13:02 WIB

SANTUN: Para murid UPT SD Negeri 33 Paninjauan menyalami guru mereka sebagai bentuk hormat terhadap orangtua mereka yang ada di sekolah.(TIM LAMAN GURU)
SANTUN: Para murid UPT SD Negeri 33 Paninjauan menyalami guru mereka sebagai bentuk hormat terhadap orangtua mereka yang ada di sekolah.(TIM LAMAN GURU)
Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demoktatis serta bertanggung jawab. Ini merupakan kutipan dari Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dirumuskan dalam pasal 3.

Dan juga beriringan dengan Profil Pelajar Pancasila tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024. Profil pelajar Pancasila memiliki enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Pendidikan dari kurikulum sebelumnyakurikulum merdeka sampai sekarang memiliki tujuan yang sama yaitu memberntuk karakter generasi bangsa Indonesia.

Mereka merupakan pembawa obor estafet selanjutnya yang akan melanjutkan cita-cita bangsa ini. Untuk itu dibutuhkan karakter yang kuat sejak dini. Pendidikan karakter merupakan keseluruhan dinamikan relasional antar pribadi dengan berbagai macam dimensi, baik dari dalam maupun dari luar dirinya.

Pribadi yang bertanggungjawab atas dirinya sendiri sebagai individu dan memperhatikan perkembangan orang lain sebagai makhluk sosial. Untuk membentuk pribadi generasi yang berkarakter tentu dibutuhkan pembiasaan.

Pembiasaan yang dapat dilakukan dalam memberntuk karakter peserta didik salah satunya adalah budaya bersalaman. Budaya besalaman melatih siswa untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah. Bersalaman antara peserta didik dengan guru sebelum masuk kelas maupun setelah pulang dapat memberikan pengaruh positif terhadap peserta didik.

Ini semua akan dapat membentuk perilaku dan budi pekerti yang baik antara peserta didik dengan gurunya ketika di sekolah, dan peserta didik dengan orang tuanya ketika berada di rumahnya masing-masing.

Untuk membentuk karakter dan menumbuhkan perilaku baik butuh pembiasaan. Tentunya pembiasaan bersalaman ini juga perlu di lakukan oleh peserta didik saat di lingkungan rumah dan lingkungan sekolah bahkan di lingkungan masyarakat masing-masing. Hal ini merupakan bekal peserta didik di masa mendatang.

Menurut Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2014), salaman diartikan dengan memberi salam dengan saling berjabat tangan. Dapat disimpulkan bahwa budaya salaman merupakan kebiasaan saling berjabat tangan yang menandakan suasana keakraban dan telah menjadi kebiasaan bertahun-tahun.

Pelaksanaan bersalaman dilingkungan UPT Sekolah Dasar Negeri 33 Paninjauan dilakukan pada pagi hari dan pada waktu pulang sekolah. Pada pagi hari sebelum masuk kelas, guru kelas VI menyambut peserta didik untuk bersalaman dan memberikan senyuman, sapaan kepada peserta didik dan kepada wali murid yang mengantar peserta didik ke sekolah.

Tentu siswa merasa guru menantikan kehadirannya dan mereka merasa disayangi oleh guru. Begitu pun sepulang sekolah, setelah disiapkan dan berdo’a kemuidan peserta didik bergantian bersalaman dengan guru. Tentu hal ini memberikan manfaat yang baik untuk peserta didik dan guru.

Beberapa manfaat budaya bersalaman yaitu pertama, bagi guru dapat mengenal kepribadian atau karakter peserta didik lebih dalam dan sebagai sarana memotivasi peserta didik. Kemudian, guru akan lebih dihormati oleh peserta didik dan budaya besalaman ini juga bisa sebagai sarana menerapkan pendidikan karakter terhadap peserta didik.

Kedua, manfaat budaya bersalaman bagi peserta didik di antaranya adalah dapat menumbuhkan semangat belajar bagi peserta didik, meningkatkan motivasi kedisiplinan peserta didik, menanamkan sikap sopan dan hormat kepada guru dan orang yang lebih tua.

Dengan demikian pembiasan bersalaman peserta didik dengan guru menanamkan pembiasaan tentang hal mana yang baik sehingga peserta didik menjadi paham mana yang baik atau yang tidak baik. Peserta didik dapat meraskan manfaat bersalaman yang dapat mempererat hubungan antara peserta didik dengan guru.

Tentunya budaya bersalaman ini bisa terwujud dengan adanya sikap konsisten dalam pembiasaan yang dilakukan setiap hari. Dan juga dibutuhkan kerjasama dengan seluruh warga sekolah. Mari bersama-sama mewujudkan budaya bersalaman untuk mewujudkan budaya positif di sekolah. (***)

Editor : Novitri Selvia
#Tumbuhkan Karakter #Budaya Bersalaman #UPT SD Negeri 33 Paninjauan