Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SDN 21 Payakumbuh: Piket Kelas, Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan

Novitri Selvia • Kamis, 14 Maret 2024 | 13:53 WIB

DIBERSIHKAN: Sejumlah murid SD Negeri 21 Payakumbuh sedang membersihkan ruang kelas mereka. Ini merupakan salah satu upaya menanamkan kepedulian dan budaya kebersihan lingkungan. (TIM LAMAN GURU)
DIBERSIHKAN: Sejumlah murid SD Negeri 21 Payakumbuh sedang membersihkan ruang kelas mereka. Ini merupakan salah satu upaya menanamkan kepedulian dan budaya kebersihan lingkungan. (TIM LAMAN GURU)
Tugas piket bagi peserta didik memiliki arti penting. Bahkan bagi SDN 21 Payakumbuh, pembiasaan kegiatan ini secara berkelanjutan, selain sebagai bentuk aktivitas yang perlu dilakukan oleh sekolah, juga merupakan implementasi dari aktivitas kepedulian kita terhadap lingkungan di sekolah.

Piket kelas diyakini dapat melatih kemandirian peserta didik, dimulai dari belajar memegang sapu, menghapus papan tulis, membersihkan jendela serta hal lain yang dapat membantu peserta didik untuk berdiri sendiri serta tidak tergantung dengan orang lain.

Selain itu, pembudayaan tugas piket ini juga sebagai upaya untuk menunjukan sikap kebertanggungjawaban murid terhadap kebersihan lingkungan sekolah mereka.

Tak sampai di sana, aktivitas piket di kelas tersebut juga bagi upaya dari pembentukan karakter siswa, sehingga tidak menjadi murid yang pasif, namun aktif dalam menjalani kehidupannya.

Termasuk kehidupannya di rumah. Dengan pembiasaan piket bagi murid, mereka bisa menerapkannya di rumah, sehingga dapat juga meringankan beban pekerjaan orang tua mereka saat di rumah.

Pendidikan lingkungan hidup dalam sebagian bentuk pembagian tugas piket kelas di SD Negeri 21 Payakumbuh juga adalah upaya yang sangat prioritas dalam memelihara serta mengembangkan perilaku ramah lingkungan hidup.

Aktivitas piket kelas ini sebagai tuntunan bagi peserta didik dalam menanamkan ini kepersonalitasan mereka, sehingga terwujudnya aksi kolektif secara sadar dan suka rela dengan sifat berkelanjutan dalam tugas piket membersihkan lingkungan sekolah.

Segala bentuk timbulan sampah di kelas dengan hasil akhir mengakibatkan keindahan dan kenyamanan belajar mampu diminimalisir. Partisipasi yang tinggi murid dalam menjalani kewajibannya juga merupakan wujud respon positif oleh peserta didik memperhatikan lingkungan yang kumuh menjadi bersih.

Selain itu, kegiatan ini juga adalah ajang untuk melatih kemandirian mereka baik di lingkungan sekolah, maupun bermasyarakat. Karena menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya sekadar membersihkan dan membuang sampah pada tempat atau wadahnya.

Akan tetapi, kompetensi peserta didik melalui peserta didik mampu mengidentifikasi sampah hasil dari piket tersebut, dengan pemilahan dan pembuangan ke tempat sampah. Atau juga simbol untuk mengidentifikasi sampah tersebut untuk disetorkan ke loker pembagian modal bank sampah Redusa di SDN 21 Payakumbuh.

SOP petugas piket kelas juga adalah acuan dalam berbenah diri dan memebentuk kepribadian yang kuat dalam mewujudkan lingkungan bersih. Rincian tugas ini tentunya mengarahkan perilaku peduli lingkungan yang harus dilakukan secara berulang-ulang dan sistematis.

Selain itu, juga bersandarkan pada dimensi profil pelajar pancasila. Karena pada bagian kegotongroyongan melalui tugas piket kelas, peserta didik mampu untuk saling memiliki kemampuan menelaah standar kebersihan kelas.

Serta diharapkan mampu saling mensosialisasikan dan menerapkan perilaku peduli dan berbudaya lingkungan hidup di SD Negeri 21 Payakumbuh. (Syafrianto Rajo Mudo, S.Pd, Gr, GURU SDN 21 PAYAKUMBUH)

Editor : Novitri Selvia
#Syafrianto Rajo Mudo #Piket Kelas #SDN 21 Payakumbuh