Begitu juga dengan SDN 05 Taram. Di mana, beberapa waktu lalu, kami juga megadakan kegiatan tersebut di mushala sekolah kami. Ini sebagai bentuk upaya untuk menjalin hubungan silaturahmi dengan warga sekolah, di mana setelah libur hari raya idul fitri para guru, siswa dan tenaga pendidik di SDN 05 taram.
Para siswa, guru dan tenaga kependidikan membawa bekal makan minum dan snack dari rumah, karena setelah acara ceramah mengadakan makan bersama. Dengan acara makan bersama antara guru, siswa dan tenaga pendidik ini akan tercipta susasana menyenangkan, kedekatan antara siswa dan guru akan lebih terasa indah.
Makan bersama dilakukan setelah mendengar nasihat atau tausyiah yang disampaikan oleh salah satu guru di SDN 05 taram tentang silaturrahmi atau halalbihalal. Siswa terlihat sangat antusias dan rasa ingin tau yang tinggi. Ini disebabkan, karena mereka belum mengetahui apa itu halalbihalal.
Mereka hanya mendengar kata-katanya saja. Namun sekarang mereka melaksanakan halalbihalal itu sendiri. Kami sebagai tenaga pendidik juga merasa senang dan bahagia. Begitu juga dengan para siswa kami. Nasihat yang di sampaikan berkaitan dengan halalbihalal guru tersebut juga sangat besar artinya bagi kami.
Jika kita kaji lebih dalam lagi, makna dari halalbihalal itu adalah membersihkan hati kita dari dendam, rasa sakit hati, dan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Selain dari itu, halalbihalal juga dapat menjadi wadah untuk bersilaturrahim dan saling memaafkan antara kelompok dan individu.
Selanjutnya setelah mendengarkan nasehat yang telah disampaikan, kami makan bersama, dan dilanjutkan dengan saling bersalaman, saling memaafkan antara satu sama lainnya. Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa–siswi kami di SDN 05 taram lebih bisa saling menghargai dan saling memaafkan satu sama lainnya.
Kita tidak menginginkan siswa kita yang suka berkelahi, saling menyakiti dan berperilaku yang tidak berkarakter. Halalbihalal juga sebagai sarana untuk bersyukur kepada Allah SWT, setelah sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa.
Dan sampai saat ini kita masih di beri kesempatan untuk merayakan hari raya idul fitri dan dilanjutkan dengan melaksanakan halalbihalal. Dengan adanya acara halal bihalal ini kita akan lebih taat lagi pada perintah Allah.
Karena dengan adanya halalbihalal kita saling memaafkan dan saling bersalaman terkadang di antara siswa dendam siswa, guru dengan guru dan siswa dan guru ada kesalahan. Adanya kata–kata dan perbuatan kita yang tanpa disadari kita telah menyinggung perasaan orang lain. Begitu juga dengan tingkah laku kita yang tidak terletak di tempatnya.
Meskipun di tempat lain kita juga bisa saling memaafkan dan bersalaman tetapi dengan kita mengadakan halalbihalal di sekolah, kita memberikan contoh kepada peserta didik kita agar mereka berkarakter, saling memaafkan, menjaga kerukunan dengan sesama sesuai dengan tuntunan agama dan sejalan dengan kurikulum yang kita laksanakan.
Inilah yang sekarang kita sebut dengan kurikulum Merdeka.
Jika selama ini siswa kita belum terbiasa dengan saling memaafkan dan saling menghargai, mulai sekarang kita coba untuk melatih mereka. Agar mereka terbiasa dengan hal–hal yang mendukung supaya peserta didik kita berkarakter.
Dengan memperbanyak silaturrahim rezki kita juga akan semakin luas. Acara halalbihalal ini diadakan bertujuan untuk memperbaiki hubungan yang terputus, menciptakan keharmonisan dan mencontohkan perbuatan yang baik, persatuan dan kesatuan negara kita akan tercipta dan semakin kokoh.
Semoga dengan adanya pencerahan tentang halalbihalal ini, siswa dan siswi kita lebih bisa saling menghargai dan memaafkan, agar kedepannya tidak ada lagi siswa dan siswi kita yang saling berkelahi dan pendendam.
Kita sebagai pendidik sangat menginginkan peserta didik kita menjadi siswa yang berkarakter sesuai dengan tuntunan agama. Belajar untuk menghapuskan kesalahan kepada sesama manusia, menghilangkan rasa kebencian dan membiasakan menjalin tali silaturrahmi antara sesama. Salam Literasi.(Wewet Anggraini,SPd. SD, GURU UPTD SDN 05 TARAM)
Editor : Novitri Selvia