Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SMP Negeri 1 Padang, Mari Bersiap untuk Tahun yang Baru

Novitri Selvia • Senin, 10 Juni 2024 | 10:44 WIB

BERSEMANGAT: Para pelajar SMPN 1 Padang terlihat serius saat menjalani proses belajar mengajar di kelas.(TIM LAMAN GURU)
BERSEMANGAT: Para pelajar SMPN 1 Padang terlihat serius saat menjalani proses belajar mengajar di kelas.(TIM LAMAN GURU)
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana, untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Peserta didik sebagai subjek pendidikan harus berperan secara aktif. Sekolah, melalui guru sebagai penyelenggara pendidikan harus bisa mewujudkan pendidikan yang memfasilitasi seluruh peserta didik. Pada kurikulum merdeka, pendidikan dirancang berpusat pada peserta didik. Peserta didik diakomodasi untuk menjadi pembelajar yang aktif, berani mengutarakan pendapat dan bisa menerima pendapat serta gagasan orang lain.

Guna mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pembelajaran tentu harus mempertimbangkan keberagaman yang ada pada peserta didik. Baik keberagaman fisik, latar belakang social budaya ataupun keberagaman dalam kemampuan awal.
Konsekuensinya, setiap guru harus benar-benar mengenal peserta didik baik secara latar belakang social budaya, hingga kesiapan belajar peserta didik.

Kesiapan belajar peserta didik merupakan factor penting sebelum peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran. Karena kesiapan belajar mencakup semua kondisi yang menggambarkan kondisi siswa untuk mengikuti proses pembelajaran secara efektif. Kesiapan belajar meliputi kemampuan kognitif, kesiapan fisik, hingga kesiapan emosional. Beberapa data mengenai kesiapan belajar siswa, bisa didapatkan melalui asesmen diagnostic.

Asesmen ini meliputi asesmen diagnostic kognitif, untuk mengetahui kemampuan kognitif, dan asesmen diagnostic non kognitif untuk mengetahui data lain, seperti gaya belajar siswa. Selain melakukan asesmen diagnostic, untuk mendapatkan informai terkait kesiapan belajar lainnya, guru mata pelajaran harus bisa menjalin komunikasi dengan guru Bimbingan Konseling (BK). Guru mata pelajaran dan guru BK bekerjasama untuk mendapatkan profil belajar peserta didik.

Profil peserta didik akan membantu guru dalam mengelola pembelajaran nantinya. Guru akan lebih mudah merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya. Data tersebut akan dijadikan sebagai dasar pendekatan yang bisa dilakukan guru selama kegiatan pembelejaran. Mulai dari menentukan tujuan pembelajaran, melakukan diferensiasi selama proses pembelajaran sesuai kemampuan ataupun gaya belajar peserta didik.

Pun bisa dijadikan sebagai acuan untuk melakukan komunikasi atau bimbingan individu dengan peserta didik yang membutuhkan. Selain kemampuan guru dalam mendesain pembelajaran berdasarkan profil peserta didik, ruang kelas memiliki peranan yang tidak kalah penting dalam menunjang keberhasilan kegiatan pembelajaran. Hampir semua kegiatan pembelajaran berlangsung di kelas. Kegiatan pembelajaran berhubungan secara langsung dengan kelas sebagai tempat berlangsungnya kegiatan.

Sangat penting bagi guru untuk memperhatikan kondisi lingkungan kelas untuk menunjang pembelajaran yang efektif. Baik lingkungan fisik ataupun lingkungan non fisik. Lingkungan fisik jelas berupa bagaimana kondisi kelas dirancang untuk mampu membuat peserta didik merasa aman dan nyaman dalam pembelajaran. Ruang kelas diarahkan guna mendukung setiap kegiatan peserta didik dalam pembelajaran. Kebersihan kelas, pencahayaan, sirkulasi udara, pengaturan tempat duduk, hingga pengaturan perlengkapan kelas.

Lingkungan non fisik bisa berupa , bagaimana peserta didik merasa diterima dalam kegiatan, bisa mengutarakan gagasan, terlibat secara aktif, serta selalu dilibatkan dilibatkan dalam setiap tahapan kegiatan pembelajaran. Untuk itu guru bersama peserta juga perlu membuat peraturan dan kesepakatan kelas, agar suasana kelas menjadi lebih aman dan nyaman. Jauh dari diskriminasi dan perundungan.

Menyongsong tahun ajaran baru, yang akan datang lebih kurang satu bulan lagi, maka masih ada waktu bagi kita para guru untuk mengenal kembali peserta didik kita. Melakukan berbagai persiapan, dan memiliki data profil untuk semua peserta didik. Hingga pada akhirnya peserta didik merasa nyaman berada di kelas, bisa mengikuti kegiatan pembelajaran secara aktif. (Nadia Yulita, S.Pd, GURU SMPN 1 PADANG)

Editor : Novitri Selvia
#Nadia Yulita #SMP Negeri 1 Padang #Bersiap untuk Tahun yang Baru