PADEK.JAWAPOS.COM-Minggu tanggal 23 Juni 2024 dengan berpakaian batik warna Manggis, guru-guru dan pegawai tata usaha UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau berkumpul di ruangan Aula UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau. Ada apa gerangan?
Di penghujung Tahun Pelajaran 2023/2024, guru-guru dan pegawai tata usaha UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau mengadakan kegiatan lokakarya di ruangan Aula UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau dengan mencuri start lebih awal.
Hal ini dilakukan dengan pertimbangan pertama, lokakarya merupakan agenda wajib yang harus diikuti oleh seluruh guru dan pegawai tata usaha sebelum memasuki tahun pelajaran baru sebagai acuan pelaksanaan tugas untuk tahun pelajaran selanjutnya.
Kedua, lokakarya merupakan kegiatan penting yang berisi materi pembahasan tentang muatan kurikulum, rancangan yang akan dilaksanakan untuk tahun pelajaran berikutnya serta kesulitan, kendala dan persoalan yang dihadapi dalam pembelajaran selama setahun dalam tahun pelajaran sebelumnya sebagai pertimbangan untuk perbaikan pada tahun pelajaran berikutnya.
Ketiga berkaiatan dengan hari libur di mana agar tidak mengganggu liburan guru-guru dan pegawai tata usaha maka UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau sepakat curi strat lebih awal yakni pada hari Minggu Tanggal 23 Juni 2024 dengan tema “Implementasi Kurikulum Merdeka, bersama kita bisa” bersama nara sumber Mike Ritaliah, M. Si.
Kegiatan lokakrya UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau Tahun Pelajaran 2024/2025 di buka dengan kata sambutan oleh Kepala UPTD SMPN 1 Kecamatan Harau, Herry Prakoso, S.Pd.
Beliau menyatakan apresiasi kepada guru-guru hebat dan pegawai tata usaha yang masih bersemangat mengikuti kegiatan lokakarya padahal satu minggu sebelumnya telah disibukkan dengan pengentrian nilai pada aplikasi e-rapor kurikulum merdeka dan pembagian rapor semester genap pada hari Sabtu tanggal 22 Juni 2024.
Selanjutnya beliau berpesan bahwa guru-guru harus kembali mempersiapkan diri untuk menyongsong Tahun Pelajaran 2024/2025 dengan persiapan yang maksimal demi generasi muda, bangsa dan negara. Selanjutnya materi lokakarya diisi oleh Ibu Mike Ritaliah, M. Si dengan mengangkat tema “Guru Kreatif dan Menyenangkan dalam Pembelajaran Berdiferensiasi”.
Mike Ritaliah, M.Si yang merupakan guru di UPTD SMAN 2 Kecamatan Harau dengan mapel Fisika. Beliau juga nara sumber berbagi praktik baik Balai Guru Penggerak Sumatera Barat (NSBPB BGP Sumbar) dan Guru Penggerak Angkatan 9.
Pembelajaran Berdiferensisasi merupakan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan mengakomodir seluruh kebutuhan siswa. Siswa merupakan pribadi yang berbeda secara fisik, psikis dan gaya belajarnya. Secara fisik siswa berbeda berdasarkan ciri-ciri fisik. Secara psikis juga berbeda, ada yang introvert (pribadi yang tertutup) dan ekstrovert (pribadi yang terbuka dan mudah bergaul).
Sedangkan berdasarkan gaya belajar, siswa dapat dibedakan berdasarkan visual, audio dan kinestetik. Perbedaan siswa ini harus menjadi perhatian dan pertimbangan guru dalam melakukan pembelajaran agar dapat mengakomodir seluruh kebutuhan belajar siswa agar menjadi pembelajaran barmakna.
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan bentuk implementasi kurikulum merdeka yang meliputi diferensiasi konten, proses dan produk atau hasil tagihan yang diminta dari siswa.
Jika fokus pembelajaran terletak pada konten atau materi pembelajaran, maka guru harus memberikan sumber belajar yang beragam dan siswa memiliki kebebasan menggunakn sumber belajar yang beragam yang ada di sekitarnya seperti buku cetak, dari kasus di lingkungan masyarakat, dan fenomena alam.
Sedangkan pembelajaran diferensiasi proses terjadi selama proses pembelajaran dimana guru bisa memberikan materi secara kreatif dan menyenangkan melalui penayangan video pembelajaran, pengisian LKPD, merancang pembelajaran dengan aplikasi Google Classroom.
Selanjutnya pembelajaran diferensiasi produk merupakan tagihan atau hasil yang diharapkan oleh guru terhadap siswa dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan seperti makalah, kliping, tugas dengan desain canva, demontrasi hasil karya dan sebagainya.
Setiap siswa akan menghasilkan produk yang berbeda sesuai dengan ide dan pemahaman mereka terhadap materi, dan itu semuanya dihargai, diterima dan dinilai sebagai sebuah proses belajar.
Pembelajaran berdiferensiasi memiliki manfaat yang yang sangat signifikan terhadap pembelajaran dan pemahaman yang akan diterima oleh siswa, yakni (1) mengkondisikan pertumbuhan yang sama bagi semua siswa, (2) menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan (3) pembelajaran dapat dilakukan secara personalisasi bagi setia siswa dengan kebutuhan dan gaya belajar yang berbeda.
Guru dapat melakukan pembelajaran berdiferensiasi ini di kelas atau di “ruang belajar” di luar kelas. Ini akan menjadi suatu hal yang menyenangkan bagi siswa dan guru tentunya untuk merasakan atmosfer belajar di ruang terbuka (belajar di alam), belajar dari dunia digital dan belajar langsung dengan melakukan studi ke lembaga atau organisasi yang terkait dengan materi pembelajaran.
Pembelajaran berdiferensisasi sebagai implementasi dari kurikulum merdeka menjadi acuan bagi guru untuk dapat melakukan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan agar siswa memperoleh pemahaman bermakna pada setiap proses pembelajarannya.
Guru-guru di ajak bermain dan melakukan berefleksi bersama oleh Mike Ritaliah dan itu sungguh menyenangkan dan menjadi penyegaran bagi kami. Pembahasan materi oleh Mike Ritaliah, M. Si berakhir dengan jadwal ISOMA (istirahat, sholat, makan) pukul 12.30.
Dan kegiatan lokakarya berlanjut dengan pembahasan tugas masing-masing kelompok yakni kelompok kurikulum, kesiswaan, peningkatan mutu sekolah, kelompok sosial, sarana dan prasarana dan kelompok tata usaha.
Kegiatan lokakarya berakhir pukul 16.30 dengan perasaan lega sekaligus semangat untuk menyongsong tahun pelajaran baru 2024/2025, dengan tekad akan melakukan pembelajaran berdiferansiasi dalam proses pembelajaran. Agar lebih kreatif dan menyenangkan demi siswa-siswi tercinta dan masa depan pendidikan bangsa.(Desrita, S.Pd, UPTD SMPN 1 KECAMATAN HARAU)
Editor : Novitri Selvia