Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SMP IT Al Kahfi Pasaman Barat, Menuju Pendidikan Berkualitas di Era Society 5.0

Novitri Selvia • Selasa, 13 Agustus 2024 | 14:00 WIB
Muhammad Iqbal, M.Pd, GURU SMP IT AL KAHFI PASAMAN BARAT. (TIM LAMAN GURU)
Muhammad Iqbal, M.Pd, GURU SMP IT AL KAHFI PASAMAN BARAT. (TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Saat ini, kita tengah memasuki era society 5.0. Berdasarkan literatur, era ini merupakan gambaran masa depan, di mana teknologi digunakan untuk memberikan solusi bagi masalah sosial, meningkatkan kualitas hidup kita, dan membawa dampak positif pada masyarakat secara keseluruhan.

Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa era ini bertujuan untuk mengintegrasikan masyarakat dan teknologi untuk mencapai dunia yang lebih baik. Tentu, bukanlah sesuatu yang mudah untuk beradaptasi dengan era tersebut.

Semua sektor mesti dipastikan mampu masuk dan beradaptasi dengan konsep baru yang ditawarkan era tersebut, salah satunya sektor Pendidikan. Sebagai sektor yang paling berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bangsa, sektor Pendidikan mesti memenuhi pelbagai persyaratan kesiapan memasuki era society 5.0.

Sehingga, tujuan besar yang ingin diperoleh dari implementasi konsep pada era society 5.0 dapat terwujud maksimal. Untuk itu, adapun pelbagai strategi yang dapat dilakukan untuk menuju Pendidikan berkualitas di era society. 5.0, diantaranya, yaitu, pertama, meningkatkan keterampilan digital bagi guru.

Sebagai ujung tombak dalam pembelajaran, guru mesti difasilitasi dengan kemampuan memanfaatkan pelbagai teknologi digital dalam pembelajaran. Selain dalam upaya memenuhi integrasi teknologi digital dalam pembelajaran. Memanfaatkan teknologi tersebut mampu meningkatkan semangat dan motivasi belajar siswa.

Sebab, pembelajaran yang diperoleh siswa akan lebih bervariasi daripada pembelajaran dengan metode ceramah yang telalu bersifat monoton. Sehingga, secara tidak langsung, hal tersebut akan mempengaruhi capaian belajar siswa. Dalam meningkatkan keterampilan digital bagi guru, pemerintah telah berupaya penuh untuk mewujudkannya.

Diantaranya, melalui program pembatik. Kegiatan yang bertujuan untuk membekali guru dalam menciptakan pembalaran inovasi berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tersebut telah dilaksanakan sejak bulan Maret 2020 yang dilakukan secara berjenjang (levelling) dengan sistem seleksi dari level 1 (literasi), level 2 (implementasi), level 3 (kreasi) dan level 4 (berbagi).

Antusias guru mengikuti program tersebut pun cukup tinggi, terlihat dari jumlah guru yang mendaftar dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Harapannya, program tersebut benar-benar dapat melahirkan guru yang mampu berbagi inspirasi berkaitan dengan pemanfaatan teknologi digital dalalam pembelajaran di wilayahnya masing-masing. Sehingga, pembelajaran digital dapat dilaksanakan secara masif di masing-masing satuan Pendidikan.

Kedua, menyiapkan fasilitas digital bagi setiap satuan Pendidikan. Fasilitas digital ini sangat penting dalam mewujudkan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Meskipun, guru telah memiliki keterampilan digital, tetapi tidak didukung dengan fasilitas digital yang memadai, pembelajaran berbasis digital yang diterapakan tidak akan dapat berjalan maksimal.

Untuk itu, penyediaan fasilitas digital begitu penting untuk menjadi perhatian. Sebab, tidak semua satuan Pendidikan yang memiliki kelengkapan fasilitas yang memadai. Bahkan, di beberapa satuan pendidikan ada yang sama sekali tidak memenuhi fasilitas tersebut, terutama bagi yang berada di wilayah 3T.

Dengan demikian, harapannya, hal ini bisa menjadi masukan, baik bagi pemerintah pusat maupun daerah, untuk saling bersinergi memenuhi fasilitas digital bagi semua satuan Pendidikan. Sebagaimana yang disampaikan di depan, mewujudkan Pendidikan berkualitas di era society 5.0 bukanlah pekerjaan yang mudah. Hendaknya semua stakeholder terkait mesti saling berkolaborasi dalam mewujudkannya.

Selain itu, para guru juga hendaknya memiliki inisiatif yang tinggi dalam upaya transformasi tersebut, tidak boleh menunggu dan terus meningkatkan kompetensinya sebagai guru, terutama berkaitan dalam pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Sehingga upaya integrasi teknologi digital dalam seluruh sector kehidupan dapat terwujud, sesuai dengan cita-cita yang diharapkan. Semoga!(Muhammad Iqbal, M.Pd, GURU SMP IT AL KAHFI PASAMAN BARAT)

Editor : Novitri Selvia
#SMP IT Al Kahfi Pasaman Barat #pendidikan berkualitas #Era Society 5.0 #muhammad iqbal