Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPT SMP Negeri 2 Tanjuang Baru, Tingkatkan Kompetensi Guru melalui Kombel

Novitri Selvia • Jumat, 20 September 2024 | 16:35 WIB

TIMBA ILMU: Guru UPT SMPN 2 Tanjuang Baru mengikuti pelatihan. (TIM LAMAN GURU)
TIMBA ILMU: Guru UPT SMPN 2 Tanjuang Baru mengikuti pelatihan. (TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Semenjak hadirnya Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang memiliki fitur-fitur yang sangat berguna dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, pendidik diharapkan mampu meningkatkan kompetensinya dalam menghadapi Kurikulum Merdeka.

Salah satu fitur yang ada dalam pengembangan diri adalah komunitas. Komunitas yang dimaksud dalam fitur ini adalah komunitas belajar yang dibentuk oleh penggerak-penggerak komunitas belajar, baik di satuan pendidikan, guru-guru serumpun dalam satu mata pelajaran, maupun komunitas belajar yang digagas oleh beberapa pendidik yang memiliki tujuan yang sama untuk memajukan pendidikan.

Pelaksanaan komunitas belajar ini bisa dilakukan secara daring maupun secara luring. Tidak ada batasan yang dianjurkan dalam proses pelaksanaan komunitas belajar tersebut.

Penggerak-penggerak komunitas dapat menyusun kegiatan berbagi praktik dalam komunitasnya masing-masing. Untuk pilihan materipun diserahkan sepenuhnya kepada satuan pendidikan atau penggerak komunitas.

Dalam pelaksanaan secara daring, penggerak komunitas belajar dapat berbagi dengan semua pendidik selain guru-guru yang berada di dalam satuan pendidikannya.

Kesempatan untuk berbagi lebih luas diikuti oleh siapa saja yang mengakses link kegiatan yang diberikan. Sedangkan pelaksanaan secara luring, penggerak komunitas belajar dapat menentukan kapan kegiatan dilakukan.

Pelaksanaan secara luring ini tentunya memiliki anggota yang terbatas, karena pada umumnya kegiatan dilakukan pada satuan pendidikan penggerak komunitas belajar atau di komunitas belajar tertentu saja seperti KKG, MGMP.

Manfaat yang dirasakan dengan adanya komunitas belajar ini diantaranya bertambah dan meningkatnya kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah.

Selain itu dengan adanya komunitas belajar, guru dapat saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman terbaik yang pernah mereka lakukan di dalam kelas, sekaligus dapat mengevaluasi dan merefleksi kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan.

Seperti yang sudah dilakukan di UPT SMPN 2 Tanjuang Baru, pelaksanaan komunitas belajar ini dilakukan sekali dua minggu.

Dalam kegiatan ini guru memberikan pengalaman terbaiknya baik dalam proses pembelajaran, memberikan informasi baru terkait dengan dunia pendidikan, inovasi terbaru dalam pembelajaran, perbaikan cara mengajar yang berpihak kepada murid yang memiliki profil pelajar pancasila.

Dalam pelaksanaan komunitas belajar ini, pendidik diharapkan dapat berkolaborasi dengan rekan sejawat maupun guru-guru yang berada di luar komunitas. Menjalin kolaborasi sangat penting dalam meningkatkan mutu dari komunitas belajar yang ada.

Hal ini bertujuan untuk melatih rasa percaya diri guru dalam memberikan ide–ide terbaru. Selain itu dengan adanya kegiatan berbagi di dalam komunitas belajar dapat meningkatkan motivasi terhadap anggota komunitas.

Dukungan emosional yang diberikan sesama anggota komunitas dapat membantu anggota lain dalam menghadapi tantangan dan stress selama proses pembelajaran terjadi. Dengan pelaksanaan komunitas belajar membuka peluang kepada anggota komunitas untuk mengembangkan diri.

Potensi-potensi yang dimiliki oleh anggota komunitas dapat dibagi kepada sesama anggota. Dengan kata lain, setiap anggota komunitas dapat menjadi narasumber berbagi praktik baik dalam setiap kegiatan dilakukan.

Hal ini mendorong terjadinya pembelajaran secara berkelanjutan dengan adanya diskusi-diskusi tentang perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan.

Dengan adanya komunitas belajar ini diharapkan kompetensi pendidik semakin meningkat, karena pada dasarnya dengan adanya perubahan dalam dunia pendidikan diharapkan perubahan kearah yang lebih baik juga diberikan pendidik kepada peserta didiknya di sekolah.

Informasi-informasi baru serta inovasi-inovasi yang dikembangkan dalam komunitas belajar setidaknya dapat merubah mindset guru tentang perkembangan yang terjadi seiring perubahan kebijakan-kebijakan dalam dunia pendidikan.

Perubahan cara berpikir bahwa perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam dunia pendidikan bukanlah sesuatu hal yang membuat kepala semakin pusing dalam menghadapi peserta didik di dalam kelas.

Melainkan menanamkan dalam hati dan pikiran bahwa perubahan yang terjadi semata-mata terjadi karena adanya transformasi dalam dunia pendidikan yang tujuan akhirnya adalah terwujudnya pembelajaran yang berpihak pada siswa dan memiliki karakter profil pelajar pancasila.

Mari Ibu Bapak hebat, berbagi dengan sesama agar pelayanan kita kepada siswa semakin baik kedepannya. Jangan pernah lelah mengikuti perubahan, karena perubahan akan terus berlanjut. Semoga pendidikan di Indonesia semakin baik dan maju dengan adanya komunitas belajar.(Diana Riska, S.Pd, GURU UPT SMPN 2
TANJUANG BARU)

Editor : Novitri Selvia
#kombel #Diana Riska #kompetensi guru #UPT SMP Negeri 2 Tanjuang Baru